Selasa, 03 November 2026 Heboh Isu Penangkapan Jenderal Polri atas Dugaan Penyadapan Presiden, Mabes Polri Masih Verifikasi | Perkuat Sentra KI Perguruan Tinggi, Kanwil Kemenkum Riau Lanjutkan Monitoring | Polsek Siak Hulu Bongkar Peredaran Sabu 25,27 Gram, Empat Orang Ditangkap | Respons Call Center 110, Korban Kecelakaan di XIII Koto Kampar Langsung Dapat Pertolongan | Simpan Sabu di Charge, Pria 39 Tahun di Diringkus Polsek Siak Hulu di Rumahnya | Inflasi Riau Tembus 3,09 Persen, Kampar Catat Kenaikan Harga Tertinggi
 
 
☰ Metropolis
Inflasi Riau Tembus 3,09 Persen, Kampar Catat Kenaikan Harga Tertinggi
Senin, 02 November 2026 - 21:46:27 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru— Tekanan kenaikan harga barang dan jasa di Provinsi Riau masih terasa hingga Oktober 2026. 


Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan mencapai 3,09 persen, dengan Kabupaten Kampar menjadi daerah yang mengalami kenaikan harga tertinggi, sementara Kota Pekanbaru mencatat angka terendah.


Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa perubahan harga tidak hanya terjadi pada kebutuhan pangan, tetapi juga menjangkau transportasi, kesehatan, pendidikan, hingga berbagai kebutuhan rumah tangga.


Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, mengatakan inflasi secara tahunan atau "year on year" (y-on-y) pada Oktober 2026 mencapai 3,09 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,53.


"Inflasi tahunan ini terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh meningkatnya indeks pada seluruh kelompok pengeluaran," ujar Asep, Senin (2/11/2026).


Pekanbaru Terendah


Berdasarkan wilayah yang tercakup dalam penghitungan inflasi, Kabupaten Kampar mencatat kenaikan harga tahunan paling tinggi, yakni 3,94 persen dengan IHK sebesar 115,95.


Sebaliknya, Kota Pekanbaru mencatat inflasi terendah sebesar 2,69 persen dengan IHK 113,65.


Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa tekanan kenaikan harga tidak berlangsung dengan tingkat yang sama di setiap daerah. Perubahan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat dapat memberikan dampak berbeda terhadap perkembangan inflasi masing-masing wilayah.


Meski Pekanbaru mencatat inflasi lebih rendah dibandingkan Kampar, bukan berarti harga kebutuhan masyarakat di ibu kota Provinsi Riau itu mengalami penurunan. Angka tersebut menunjukkan laju kenaikan harga secara tahunan yang lebih rendah.


Transportasi Jadi Kelompok dengan Inflasi Tertinggi


Dari seluruh kelompok pengeluaran, transportasi mencatat inflasi tahunan tertinggi, yakni 4,97 persen.


Angka tersebut disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,34 persen. Sementara kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 3,79 persen.


Kenaikan pada ketiga kelompok ini menjadi perhatian karena berkaitan dengan berbagai kebutuhan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.


Tidak hanya itu, kelompok kesehatan juga mengalami inflasi sebesar 3,50 persen, sedangkan penyediaan makanan dan minuman atau restoran mencatat kenaikan 2,82 persen.


Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya mengalami inflasi 2,52 persen. Adapun kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mencatat inflasi sebesar 2,42 persen.


Kenaikan harga turut terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,56 persen.


Sementara itu, kelompok pendidikan mencatat inflasi 1,51 persen, perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,91 persen, serta pakaian dan alas kaki sebesar 0,49 persen.


Dengan demikian, seluruh kelompok pengeluaran yang dipantau BPS mengalami kenaikan indeks harga dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


Inflasi Bulanan Riau Capai 0,23 Persen



Selain mencatat perkembangan harga secara tahunan, BPS juga mengukur perubahan harga dari bulan ke bulan serta secara kumulatif sejak awal tahun.


Pada Oktober 2026, Riau mengalami inflasi bulanan atau month to month (m-to-m) sebesar 0,23 persen.


Sementara itu, inflasi tahun kalender atau year to date (y-to-d), yang dihitung sejak Desember 2025 hingga Oktober 2026, mencapai 2,08 persen.


Ketiga indikator tersebut memberikan gambaran berbeda mengenai pergerakan harga. Inflasi tahunan menunjukkan perubahan harga dibandingkan Oktober tahun sebelumnya, sedangkan inflasi bulanan menggambarkan kenaikan harga dari September ke Oktober 2026.


Adapun inflasi tahun kalender menunjukkan akumulasi perubahan harga sejak akhir tahun sebelumnya.


Kenaikan Harga Jadi Perhatian


Perkembangan inflasi tersebut menjadi salah satu indikator penting untuk membaca kondisi perekonomian daerah, terutama berkaitan dengan daya beli masyarakat.


Ketika harga barang dan jasa meningkat, rumah tangga perlu menyesuaikan pengeluaran agar kebutuhan sehari-hari tetap dapat terpenuhi.


Namun, besarnya dampak terhadap setiap keluarga tidak selalu sama karena bergantung pada pola konsumsi, tingkat pendapatan, serta jenis kebutuhan yang paling banyak digunakan.


Data BPS juga memperlihatkan bahwa tekanan harga di Riau tidak hanya berasal dari kelompok makanan, tetapi tersebar pada seluruh kelompok pengeluaran.


Karena itu, perkembangan harga pada bulan-bulan berikutnya perlu terus dicermati, terutama untuk melihat apakah tekanan inflasi mulai mereda atau justru meningkat menjelang akhir tahun.


Bagi pemerintah daerah, data tersebut dapat menjadi bahan evaluasi dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi pengendalian inflasi. Sementara bagi masyarakat, perkembangan inflasi menjadi gambaran mengenai perubahan biaya kebutuhan hidup dari waktu ke waktu.


Gambaran Inflasi Riau Oktober 2026


Tahunan (y-on-y)


3,09%


Bulanan (m-to-m)


0,23%


Tahun kalender


 2,08%


Inflasi tahunan menurut kelompok pengeluaran


Persentase perubahan harga Oktober 2026 dibandingkan Oktober 2025


-Transportas
-Perawatan pribadi
-Makanan dan minuman
-Kesehatan
-Restoran
-Rekreasi dan  budaya
-Informasi  komunikasi
-Perumahan dan Energi
-Pendidikan
-Perlengkapan rumah
-Pakaian dan  alas kaki.


Angka berdasarkan data BPS yang tercantum dalam naskah sumber. Persentase kelompok menunjukkan tingkat inflasi masing-masing, bukan besarnya sumbangan terhadap inflasi umum. (src)


 




 
Berita Lainnya :
  • Heboh Isu Penangkapan Jenderal Polri atas Dugaan Penyadapan Presiden, Mabes Polri Masih Verifikasi
  • Perkuat Sentra KI Perguruan Tinggi, Kanwil Kemenkum Riau Lanjutkan Monitoring
  • Polsek Siak Hulu Bongkar Peredaran Sabu 25,27 Gram, Empat Orang Ditangkap
  • Respons Call Center 110, Korban Kecelakaan di XIII Koto Kampar Langsung Dapat Pertolongan
  • Simpan Sabu di Charge, Pria 39 Tahun di Diringkus Polsek Siak Hulu di Rumahnya
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Heboh Isu Penangkapan Jenderal Polri atas Dugaan Penyadapan Presiden, Mabes Polri Masih Verifikasi
    02 Perkuat Sentra KI Perguruan Tinggi, Kanwil Kemenkum Riau Lanjutkan Monitoring
    03 Polsek Siak Hulu Bongkar Peredaran Sabu 25,27 Gram, Empat Orang Ditangkap
    04 Respons Call Center 110, Korban Kecelakaan di XIII Koto Kampar Langsung Dapat Pertolongan
    05 Simpan Sabu di Charge, Pria 39 Tahun di Diringkus Polsek Siak Hulu di Rumahnya
    06 Inflasi Riau Tembus 3,09 Persen, Kampar Catat Kenaikan Harga Tertinggi
    07 Cegah Kebakaran Sekolah, Damkar Pekanbaru Bekali Siswa IKASARI Tangani Kebocoran Gas dan APAR
    08 Kemenkum Riau Perkuat Komersialisasi Inovasi Lewat Webinar FBPI 2026
    09 Jelang HPN Lampung 2027, PWI Gelar Half Marathon Berhadiah Ratusan Juta
    10 Lima Ranperda Dumai Diharmonisasi, Kemenkum Riau Beri Catatan Kritis
    11 Dari Keluarga ke Kepemimpinan, Misharti Rajut Pengalaman dalam Buku “Tenun Akar”
    12 Kemenkum Riau Bahas Evaluasi Pengawasan Notaris Bersama BSK Hukum
    13 Riau Tuan Rumah Munas PAPPRI 2027, Kakanwil Kemenkum Edison Manik Terima DPD PAPPRI
    14 Jadi Kurir Narkoba, Pria 26 Tahun Ditangkap di Gunung Sahilan, 103 Gram Sabu Diamankan
    15 Keluhan Musik Saat Magrib Mencuat, Kapolsek Kampar Kiri Cek Langsung ke Lokasi
    16 Riverside Diharapkan Jadi Wajah Baru Kota Bangkinang Sekaligus Sebagai Ikon Kampar
    17 Mantan Bupati Siak Arwin AS Berpulang, Afni Kenang Pesan “Jaga Siak
    18 Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru Dirazia, Polisi Temukan Satu Pengunjung Positif Narkoba
    19 Bupati Kampar Bidik Danau Rusa Jadi Destinasi Unggulan
    20 Edarkan Sabu di Sungai Sarik, Pria 45 Tahun Ditangkap di Pondok Sawit
    21 Bocah 6 Tahun Diduga Diperkosa Ayah Tiri hingga Terluka, Polisi Tangkap Pelaku di Pekanbaru
    22 Pohon Tumbang yang Timpa Innova di Jl Sudirman Pekanbaru, DLHK Temukan Bekas Pembakaran di Akar
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat