Minggu, 16 Agustus 2026 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh | Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
 
 
☰ Nasional
Di Tengah Kritik dan Desakan Mahasiswa, Pemerintah Tegaskan Program MBG Tetap Berjalan
Minggu, 14 Juni 2026 - 19:07:24 WIB
M Qadari

SULUHRIAU– Tuntutan penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disuarakan sejumlah mahasiswa dalam aksi demonstrasi di Jakarta tampaknya tidak akan mengubah arah kebijakan pemerintah. 


Di tengah berbagai kritik dan evaluasi yang berkembang, pemerintah justru memastikan program tersebut tetap dilanjutkan sambil dilakukan pembenahan di sejumlah sektor.


Penegasan itu disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, yang menyebut Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan memiliki dampak langsung bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.


Menurutnya, program tersebut menyasar kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga anak-anak sekolah yang membutuhkan asupan gizi memadai untuk mendukung tumbuh kembang mereka.


"Kenapa jangan berhenti? Karena yang menerima manfaat ini nyata di lapangan. Ada ibu hamil. Emang hamilnya bisa berhenti? Ada ibu menyusui. Emang bayinya disuruh berhenti menyusu? Emang balita disuruh berhenti makan? Anak sekolah emang nggak boleh makan lagi?" kata Qodari dalam keterangannya dikutip Minggu (14/6/2026).


Pernyataan tersebut muncul setelah Program MBG menjadi salah satu tuntutan utama dalam aksi yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama sejumlah elemen mahasiswa lainnya di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.


Dalam aksi tersebut, mahasiswa meminta pemerintah menghentikan Program Makan Bergizi Gratis dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih karena dinilai membebani anggaran negara.


Namun pemerintah menilai berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program tidak dapat dijadikan alasan untuk menghentikan manfaat yang saat ini sudah dirasakan masyarakat.


Qodari mengakui bahwa setiap program berskala nasional pasti menghadapi tantangan pada tahap pelaksanaan, terlebih ketika diterapkan secara masif di berbagai daerah dengan kondisi yang berbeda-beda.


"Program apa pun pasti mengalami dinamika pada tataran implementasi. Dari sebuah gagasan menjadi program operasional tentu akan ada variasi dan persoalan yang muncul," ujarnya.


Meski demikian, pemerintah memilih jalur evaluasi dan perbaikan dibandingkan penghentian program.


"Tetapi masalah itu bukan berarti membuat kita berhenti. Bukan membuat kita mundur. Kita evaluasi," tegasnya.


Sebagai bagian dari proses pembenahan, pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengambil langkah penataan terhadap pelaksanaan program di lapangan.


Salah satunya dengan menghentikan sementara pembangunan maupun persiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang hingga kini belum beroperasi.


Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pengembangan program berjalan lebih terukur dan sesuai dengan kebutuhan yang ada.


"Yang belum operasional itu di-stop dulu. Jadi semua yang statusnya persiapan, berapa persen pun, sejauh belum operasional di-stop dulu," jelas Qodari.


Sementara itu, fasilitas yang sudah berjalan akan menjadi fokus evaluasi pemerintah dalam beberapa waktu ke depan.


Evaluasi mencakup berbagai aspek, mulai dari penerima manfaat, kualitas layanan, kondisi operasional SPPG, standar gizi makanan yang disediakan, hingga tata kelola program dan keterlibatan pelaku usaha lokal.


"Nah yang operasional ini akan dievaluasi. Dievaluasi dari penerimanya, kondisi SPPG-nya, segi gizinya, hingga tata kelola dan keterlibatan vendor lokal. Semua akan dievaluasi," katanya.


Pemerintah meyakini Program Makan Bergizi Gratis memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, terutama dalam menekan angka stunting dan memperbaiki status gizi anak-anak.


Karena itu, di tengah kritik dan tuntutan yang berkembang, fokus pemerintah saat ini bukan menghentikan program, melainkan memastikan pelaksanaannya berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat yang menjadi target utama.


Perdebatan mengenai Program Makan Bergizi Gratis mungkin masih akan terus berlangsung. Namun untuk saat ini, sinyal dari pemerintah cukup jelas: program tersebut tetap berjalan, sementara evaluasi menyeluruh dilakukan untuk memperbaiki berbagai kekurangan yang ditemukan di lapangan.


Diketahui, penghentian program MBG menjadi salah satu fokus tuntutan utama saat BEM Universitas Indonesia (UI) dan sejumlah mahasiswa lainnya menggelar saat demo di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026) lalu. 


Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa lima tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah, yaitu: 


1. Menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 


2. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM). 


3. Menghentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. 


4. Menghentikan militerisme di ranah sipil. 


5. Mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak. (src)


 




 
Berita Lainnya :
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  • Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    02 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    03 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    04 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    05 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    06 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    07 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    08 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    09 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    10 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    11 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    12 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    13 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    14 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    15 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    16 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    17 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    18 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    19 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    20 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    21 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
    22 Sembunyikan Sabu di Kaleng Rokok, Oknum Mahasiswa dan Kurir di Kampar Diciduk Polisi
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat