Selasa, 29 September 2026 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama | Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi | Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum | 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya | Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah | Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
 
 
☰ Nasional
Isu West Papua Diungkit di Sidang PBB ke- 81, Ketua BKSAP DPR RI Kecam PM Solomon
Minggu, 27 September 2026 - 21:10:33 WIB
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR RI Dr Syahrul Aidi Maazat

SULUHRIAU, Jakarta - Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Dr Syahrul Aidi Maazat mengecam langkah Perdana Menteri Kepulauan Solomon Matthew Cooper Wale yang kembali mengangkat isu West Papua di Sidang Umum PBB ke-81.


Syahrul menilai pengangkatan isu Papua di forum internasional tanpa konteks utuh berpotensi mengganggu hubungan Indonesia dengan negara-negara Pasifik.


Selain itu, langkah tersebut mengabaikan prinsip penghormatan terhadap kedaulatan negara.


"Kami mengecam pengangkatan isu West Papua secara sepihak di forum PBB. Persoalan Papua adalah bagian dari kedaulatan Indonesia dan tidak semestinya terus dijadikan komoditas politik di forum internasional, "tegas Syahrul, Minggu (27/9/2026). 


Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS itu menegaskan Indonesia terbuka terhadap kritik dan dialog soal pembangunan, hak asasi manusia dan kesejahteraan masyarakat Papua.


Namun, pembahasan harus berbasis fakta, data yang terverifikasi serta menghormati hukum nasional dan internasional.


Jika ada persoalan HAM atau pembangunan di Papua, mari kita bahas dengan data dan mekanisme dialog yang konstruktif. Jangan membangun narasi sepihak yang berpotensi mendeligitimasi Indonesia, ujarnya.


Anggota DPR RI dapil Riau itu juga meminta pemerintah memperkuat diplomasi di kawasan Pasifik.


Menurutnya Indonesia tidak boleh diam ketika ruang informasi tentang Papua dikuasai narasi sepihak dari pihak lain.


Indonesia tidak boleh diam. Diplomasi harus hadir lebih aktif. Jangan sampai ruang informasi tentang Papua dikuasai oleh narasi sepihak pihak lain, pungkasnya.


BKSAP DPR RI menegaskan komitmen memperkuat diplomasi parlemen dengan negara-negara Pasifik.


Langkah itu dilakukan untuk menjaga kepentingan nasional, kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Mengutip beberapa sumber, isu West Papua adalah polemik politik, sejarah, dan hak asasi manusia (HAM) terkait status wilayah Papua di dalam kedaulatan RI, serta tuntutan kemerdekaan dari sebagian kelompok.


Masalah ini berakar dari sengketa wilayah Irian Barat antara Indonesia dan Belanda pada tahun 1950–1962 hingga Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) pada tahun 1969 yang mengesahkan bergabungnya Papua ke Indonesia, namun dipertanyakan oleh kelompok separatis. (rls, src)


 




 
Berita Lainnya :
  • Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
  • Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
  • Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
  • 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
  • Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    02 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    03 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    04 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    05 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    06 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    07 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    08 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    09 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    10 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    11 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    12 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    13 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
    14 Evaluasi Kebijakan Indikasi Geografis, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis Nasional
    15 Catat Jadwalnya, Pasar Murah Pemprov Riau Digelar di 6 Kelurahan Pekanbaru
    16 Isu West Papua Diungkit di Sidang PBB ke- 81, Ketua BKSAP DPR RI Kecam PM Solomon
    17 Status BMN di Tualang Dipertanyakan, Androy Ade Rianda Desak DJKN Beri Kepastian
    18 Doddy dan Hafis Juara Executive di Herman Pelani Badminton Friendly Match 2026
    19 Gerebek Kampung Terendam Rumbai, Polresta Pekanbaru Tangkap 4 Pengedar Sabu dan Amankan Happy Five
    20 Kanwil Kemenkum Riau Pastikan SKD Calon Taruna Poltekpin Transparan dan Akuntabel
    21 Simpan Sabu di Kotak Rokok dan di Atas Lemari, Warga Koto Damai Ditangkap Polisi
    22 Hubungkan Tiga Kabupaten, Jalan Sungai Pagar-Rantau Kasih Dibangun 1,5 Km Pakai DBH Sawit
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat