Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Nasional
Setelah KAMI Muncul KITA
Menerka perbedaan KAMI dan KITA, Pengamat Sebut Begini
Jumat, 21 Agustus 2020 - 22:53:37 WIB
Deklarasi KITA

SULUHRIAU- Deklarasi KAMI secara langsung menumbuhkan pesaing bernama KITA yang menjadi gerakan moral berisi tokoh yang mendukung Jokowi-Ma’ruf.

Perbedaan KAMI dan KITA bahkan memiliki nilai landasan pembentukan yang berbeda satu sama lainnya, meski keduanya didukung banyak tokoh.

Persaingan dua gerakan antara Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dengan Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) dinilai salah satu pengamat memiliki perbedaan yang cukup mencolok, secara tegas perbedaan KAMI dan KITA sangat jelas.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (Infus) Gde Siriana Yusuf seperti dikutip Rmol, perbedaan yang paling mencolok yakni KITA terbentuk bukan dari sense of crisis yang dimiliki KAMI dan menjadi dasar terbentuknya koalisi tersebut.

Gde menyebut sense of crisis disini merupakan kepekaan dalam menangani ancaman krisis akibat virus corona baru (covid-19) yang terjadi di Indonesia. Dimana beberapa fakta yang diungkapkan beberapa tokoh KAMI merupakan bagian dari permasalahan yang diungkapkan tokoh KAMI.

“Respon kelompok-kelompok pro rezim menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki sense of crisis atas fakta yang sedang berjalan saat ini, dan tidak peduli tentang masa depan Indonesia,” ujar Gde, Jumat 21 Agustus 2020.

Dengan telak Gde menyebut KITA tidak dibangun atas dasar sense of critic tersebut, sedangkan KAMI memang dibentuk dan berisi tokoh-tokoh non pendukung pemerintah. Kegelisahan para tokoh KAMI terhadap kondisi bangsa itulah yang akhirnya melahirkan koalisi.

Karenanya menurut Gde tak jarang jika banyak kalangan yang menilai KAMI disebut memiliki rencana pemakzulaan terhadap pemerintahan saat ini khususnya Joko Widodo. Namun diyakinkan Gde, bahwa KAMI disebut tidak memiliki rencana tersebut.

Kegelisahan dan kepedulian banyak tokoh di KAMI yang membuat gerakan tersebut secara keras memberikan kritikan kepada pemerintah khususnya Presiden Jokowi yang tengah menjabat saat ini. Kondisi negara yang cukup berat menjadi landasan kritikan yang muncul dari para tokoh KAMI.

“KAMI jauh dari perbuatan makar, karena ini (gerakan) merupakan respon kegelisahan dan keprihatinan tokoh-tokoh masyarakat atas situasi negara dalam berbagai tatanan ekonomi, politik, hukum, sosial budaya dan lain-lain,” ungkap Gde Siriana.

Dampak dari tajamnya kritikan tersebut, membuat Gde berkesimpulan bahwa gerakan KITA secara tidak langsung telah menjadi kepanjangan tangan pemerintah yang belum bisa membawa harapan besar untuk merubah kondisi krisis yang terjadi saat ini akibat pandemi.

“Mereka masih asyik saja menjadi tangan-tangan rezim dalam melakukan retorika politik, sementara Negara harus diselamtkan segera dan rakyat butuh kondisi ekonomi yang memberi harapan peningkatan kesejahteraan,” ungkap Gde.

Orientasi gerakan KITA

Meski dianggap berseberangan oleh sejumlah pihak, namun Koordinator KITA, Maman Imanulhaq menegaskan kalau mereka bukan berdiri sebagai gerakan tandingan KAMI.

KITA yang lahir dari relawan Jokowi berorientasi untuk koalisi independen yang berupaya menyemai, mengembangkan dan melestarikan Tanah Air Indonesia sebagai bagian dari diri, identitas dan masa depan bersama.

 â€œKITA bergerak dalam politik kesadaran yang berusaha membangun masyarakat yang terbayang (imagined community) Indonesia yang kreatif dan berkelanjutan” jelasnya.

Kendati begitu, pihaknya mengaku sangat menghargai deklarasi KAMI yang belum lama ini disampaikan di Tugu Proklamasi dengan melibatkan banyak sekali tokoh bangsa. (hops.id)




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat