Kamis, 01 Oktober 2026 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual | Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Perubahan Posisi Pejabat | Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
 
 
☰ Hukrim
Ayah Pencabul Anaknya Dihukum 18 Tahun Bui dan Denda Rp1 Miliar
Kamis, 25 Oktober 2018 - 17:48:02 WIB

SULUHRIAU- Pengadilan Negeri Muarabulian di Kabupaten Batanghari, Jambi, menjatuhkan vonis kepada seorang pria pencabul putri kandungnya dengan hukuman penjara selama 18 tahun dan 6 bulan.

Majelis hakim menyatakan bahwa terdakwa Bramdama terbukti secara sah dan meyakinkan mencabuli anak kandungnya berkali-kali. Hakim bahkan menghukum terdakwa lebih berat dari tuntutan jaksa karena menganggap perbuatan terdakwa tidak manusiawi. Hakim juga menghukum terdakwa dengan mewajibkan membayar denda sebesar Rp1 miliar dengan subsider 6 bulan kurungan.

"Orang tua seharusnya bertanggung jawab melindungi korban. Tetapi malah melakukan tindak pidana, bahkan berulang kali kepada anaknya, Bunga (bukan nama asli)," kata Ketua Pengadilan Negeri Muarabulian, Derman P Nababan, saat dilansir VIVA pada Kamis, (25/10/2018).

Menurut ketua majelis hakim Rais Toridjit, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 81 ayat 3 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Terdakwa warga Sungai Rengas, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari, itu saat selesai sidang langsung dikawal ketat oleh pihak aparat.

Pengadilan belum memastikan si terdakwa mengajukan banding atas putusan itu. Tetapi para orang tua diimbau bisa menjaga dengan baik anak-anaknya. "Bukan jadi mangsa pencabulan terhadap anak kandung. Itu dosa yang sangat besar dalam agama," kata Heru, Kepala Seksi Pidana Umum Pengadilan Negeri Muarabulian.

Aksi bejat Bramdana terkuak pada suatu sore saat bulan Ramadan pada 9 Juni 2018. Waktu itu sang ibu korban, RR (26 tahun), merasa curiga atas perilaku putrinya yang tampak takut ketika diajak ayahnya pergi untuk berbuka puasa bersama. Korban malah lari dan bersembunyi ke rumah warga.

Melihat perilaku anaknya yang tidak wajar, RR merasa curiga dan kemudian bertanya kepada anaknya. Bunga (nama samaran) mengaku kepada ibunya bahwa dia takut disetubuhi oleh ayahnya jika mengikuti ajakan buka puasa.

Bunga mengaku kepada ibunya telah dicabuli dan disetubuhi oleh ayahnya berkali-berkali. Mendengar pengakuan dari putri kandungnya itu, ibunya pun langsung melapor kepada polisi.

Bramdana sebagai tersangka waktu itu mengakui aksi bejatnya dan bahkan dia melakukannya sejak tahun 2017. Dia berterus terang mencabuli dan sekali menyetubuhi Bunga di lokasi berbeda, seperti kamar mandi rumah mertua dan rumah pribadinya.

Pencabulan ketiga berlangsung di pinggir Sungai Batanghari, keempat kalinya di dalam kamar mandi rumahnya. Lalu kelima di kebun Desa Muara Jangga, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari,  dan keenam enam menyetubuhi korban di perkebunan sawit Desa Rengas IX, Kecamatan Maro Sebo Ulu.

Sumber: Viva.co.id | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  • Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
  • Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Perubahan Posisi Pejabat
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    02 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    03 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    04 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    05 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Perubahan Posisi Pejabat
    06 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    07 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    08 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    09 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    10 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    11 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    12 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    13 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    14 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    15 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    16 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    17 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    18 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    19 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    20 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    21 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    22 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat