Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Nasional
Pantaskah Jokowi Minta Maaf ke Megawati?
Jumat, 01 Juni 2018 - 17:06:56 WIB

SULUHRIAU- Presiden Jokowi meminta maaf kepada Megawati Soekarnoputri terkait kritik yang merundung Mega soal hak keuangan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Pantaskah presiden meminta maaf?

"Sebenarnya cukup pemerintah memberikan klarifikasi. Menkeu memberikan klarifikasi bahwa Rp 120 juta itu banyak komponen bukan gaji, Wapres JK juga sudah bicara," kata pengamat politik Universitas Indonesia, Cecep Hidayat, dilansir detik.com, Jumat (1/6/2018).

Cecep menyebut permintaan maaf Jokowi kepada Megawati bisa dipahami untuk menunjukkan rasa hormat kepada Ketua Umum PDIP. Sebab, Jokowi merupakan kader yang diusung PDIP maju ke Pilpres.

"Tinggal kita menjelaskannya delam pandangan apa, budaya ewuh-pakewuh. Dia dianggap orang partai PDIP, petugas partai, mau nggak mau dia harus hormat ke ketua," urainya.

Cecep menambahkan sebaiknya pemerintah cukup mengutus Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk memberikan klarifikasi terkait besaran 'gaji' BPIP yang disorot itu. Apalagi, Cecep menyebut ada cerita soal gaji BPIP yang belum dibayar.

"Cukup kalau di perpres tembuskan, sudah sesuai dengan prosedur yang ada. Apalagi katanya setahun belum dibayar, kemudian mereka mempergunakan uang sendiri, seterusnya dan seterusnya, saya kalau denger ceritanya orang BPIP. Dewan pengarah hanya memberikan arahan ke eksekutif," urainya.

"Ini tantangan BPIP bahwa mereka mampu memang menjalankan tupoksinya dengan sebenar-benarnya dengan sebaik-baiknya," ucap Cecep.

Perihal permintaan maaf Jokowi ke Megawati ini membuat politikus PKS bingung soal siapa pemimpin sebenarnya, Jokowi atau Megawati. Sebab, kewibawaan Jokowi sebagai Presiden RI mestinya dijaga bersama-sama. Peristiwa privat semacam praktik sopan santun yang diungkap Megawati seharusnya tak perlu diungkap ke publik.

"Kadang agak bingung siapa pemimpin atau siapa yang dipimpin," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera dilansir detikcom, Jumat (1/6/2018).

"Kalaupun benar, cukup untuk internal saja, tidak perlu diumbar keluar. Kasihan kalau Presiden dipersepsi publik bersikap tidak patut," kata Mardani.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat