Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Nasional
Febri Diansyah, Aktivis Paling Berpengaruh Jadi Jubir KPK
Selasa, 06 Desember 2016 - 10:54:06 WIB
Febri Diansyah dan Johan Budi

JAKARTA, Suluhriau- Ruang kerja juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lantai 3 belum pernah lagi dipakai sejak ditinggalkan Johan Budi Sapto Pribowo, 17 Oktober 2014.

Saat itu, Johan dilantik secara resmi menjadi Deputi Pencegahan, meski pekerjaan sebagai juru bicara masih dia lakoni.

Hari ini KPK telah melantik Febri Diansyah sebagai pengganti Johan. Sebuah proses panjang lantaran posisi strategis itu dibiarkan kosong selama lebih dari dua tahun.

Sebagai lembaga yang pernah memberikan penghargaan kepada Febri, Charta Politika menanggapi positif pelantikan Febri. Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan, penghargaan Charta Politika Award III salah satunya diberikan kepada Febri dengan kategori pengamat/atitivis paling berpengaruh tahun 2011.

"Febri adalah tokoh paling berpengaruh di bidang media massa. Dia berada di urutan pertama hasil analisis media monitoring kami," kata Yunarto kepada dilansir CNNIndonesia.com, Selasa (6/12/2016).

Dalam Award itu, nama Febri mencuat di urutan teratas mengalahkan pengamat politik Burhanuddin Muhtadi dan Ray Rangkuti. Bagi Charta Politika, sangat mengejutkan bahwa aktivis antikorupsi bisa mengalahkan pengamat politik yang sebenarnya memiliki sebaran isu yang lebih banyak.

"Tetapi pelantikan Febri sebagai Juru Bicara KPK tidak mengagetkan karena tingkat kematangan berpikir dan artikulasi Febri sangat baik meskipun usianya masih muda," tutur Yunarto.

Butuh waktu lebih dari dua tahun untuk KPK sebelum melantik Febri, kata Yunarto, terjadi lantaran situasi lembaga pimpinan Agus Raharjo itu mengalami masa-masa sulit. Pengunduran diri Johan 23 Desember 2015 membuat KPK yang selama ini bergantung pada dirinya agak sulit menentukan pilihan.

Apalagi, Johan adalah Jubir pertama KPK. Namun pemilihan Febri dianggap tepat lantaran dianggap memiliki kesamaan dengan Johan.

"Apalagi sebelumnya, KPK punya Jubir sekaliber Johan Budi yang disenangi media, memiliki trust publik. Kalau penggantinya kelasnya kalah di bawah Johan, otomatis berpengaruh ke branding KPK, apalagi publik enggak hapal nama-nama pimpinan," ujarnya.

Yunarto berpendapat, setelah ditempa tiga tahun di KPK-sejak bergabung di lembaga antikorupsi itu tahun 2013-pemilihan Febri menggantikan Johan diperkirakan mendapat sorotan positif. Hal ini karena Febri telah dikenal luas oleh publik dan memiliki rekam jejak yang baik.

Dalam Charta Politika Awards 2012, lembaga riset itu memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh yang dianggap berpengaruh. Mereka digolongkan dalam enam kategori, pimpinan kementerian/lembaga pemerintah, kategori politikus partai koalisi pemerintah, politikus partai oposan, kepala daerah,  pengamat/aktivis, dan lifetime achievement.


Sumber:  CNN Indonesia.com





 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat