Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Nasional
Wasiat Freedy Budiman kepada Keluarga Sebelum Dieksekusi Mati
Sabtu, 30 Juli 2016 - 14:11:23 WIB

JAKARTA, Suluhriau- Terpidana mati kasus narkoba, Freddy Budiman, memilih pasrah setelah dijatuhkan vonis hukuman mati. Bahkan, dia juga meminta agar keluarganya pasrah, serta tidak mengajukan keringanan hukuman atas dirinya.

"Dia waktu itu bilang ke keluarganya, sudahlah ikhlaskan saja, dan tidak usah mengajukan keringanan lagi. Dia mengaku sudah pasrah menghadapi apa yang digariskan oleh Allah," kata Soleh Marjuki, yang merupakan kerabat Freddy di Surabaya, Sabtu, 30 Juli 2016.

Soleh melanjutkan, sebelum mendekati ajalnya, Freddy sudah banyak taubat dan berubah. Tepatnya, Freddy sudah lebih banyak melakukan ibadah.

"Dia sudah banyak mengaji dan salat malam. Bahkan, sehari-hari Freddy juga selalu mengubah gaya berpakaiannya dengan memakai gamis," ujar Soleh.

Soleh mengaku, sudah mengenal Freddy saat dia masih muda. Saat itu, Freddy masih bekerja serabutan.

Meskipun masih bekerja secara serabutan, namun Freddy dikenal sebagai seorang dermawan. Sebab, Freddy sering menyumbang Pondok Pesantren Nurul Islam yang dipimpin oleh Soleh.

"Entah Rp200 ribu atau Rp500 ribu sejak tahun 1995-1996 lalu. Untuk saat itu jumlahnya cukup besar, padahal dia kerjanya hanya serabutan," kata Freddy.

Oleh karena itu, Soleh kaget saat mendengar Freddy ditangkap dan divonis hukuman mati. Sebab, selama ini menurutnya sosok Freddy merupakan seorang yang cukup baik.

"Dia itu bisa bergaul dengan siapa saja dan rendah hati. Makanya, begitu dengar Freddy mau dihukum mati, saya langsung bilang, Ya Allah, tolonglah saudara ini, kuatkan hatinya," ujar Soleh.

Soleh berharap Freddy merupakan orang terakhir yang harus mati karena narkoba.
"Narkoba itu merusak generasi muda dan negara, sama sekali tidak ada manfaatnya. Makanya siapapun tolonglah jauhi saja narkoba, karena saya yakin Freddy juga tidak ingin ada yang jatuh korban lagi," tuturnya.

Empat terpidana mati dipastikan telah dieksekusi tepat pukul 00.45 WIB, Jumat (29/7/2016) dini hari. Kepastian ini disampaikan Noor Rachmad, Jampidum langsung dari kawasan Nusakambangan.

"Ini saya sampaikan, barusan pukul 00.45 WIB, telah dilaksanakan eksekusi mati terhadap empat terpidana mati," kata Jampidum. Eksekusi sendiri digelar di lapangan belakang pos polisi Nusakambangan.

Empat terpidana mati yang sudah dieksekusi adalah:

1. Freddy Budiman (37), WNI. Kasus impor 1,4 juta butir ekstasi.
2. Cajetan Uchena Onyeworo Seck Osmane (34), warga Afrika Selatan Barang bukti 2,4 Kg heroin
3. Michael Titus (34), warga Nigeria. Barang bukti 5.223 gram heroin
4. Humprey Ejike (40), warga Nigeria. Barang bukti 300 gram heroin

Menurut Noor Rachmad, jenazah Freddy Budiman selanjutnya akan dibawa ke Surabaya untuk dimakamkan. Sedangkan untuk jenazah Seck Osmane dan Michael Titus akan dibawa ke negaranya, sedangkan untuk Humprey Ejike akan dikremasi terlebih dulu.

Noor Rachmad mengatakan, eksekusi mati kali ini hanya dilakukan terhadap empat narapidana karena empat narapidana inilah yang memang mendesak untuk dieksekusi.

"Mereka rata-rata sudah duakali mengajukan PK dua kali," kata dia. Selain itu, ke empat narapidana ini dinilai juga melakukan kejahatan narkotika yang cukup berat. Freddy misalnya, bahkan masih mengedarkan narkoba meskipun sudah mendekam di penjara.

Sementara itu, terkait sisa narapidana yang belum dieksekusi, Noor Rachmad enggan berkomentar lebih lanjut. "Ya tunggu saja nanti," kata dia.

Dalam kesempatan ini, Noor juga menyampaikan perasaan dukanya. "Ini bukan pekerjaan menyenangkan karena menyangkut nyawa. Kami atasnama tim menyampaikan belasungkawa. Yakinlah ini semua bukan dalam rangka menghilangkan nyawa tapi untuk menghentikan niat jahat menghentikan narkoba," ujarnya. (vvc,kic)




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat