Senin, 26 09 2022
Lama Jadi Polemik, Lahan Pasar Cik Puan Akhirnya Resmi Diserahkan ke Pemko Pekanbaru | Dua Universitas Jerman Lakukan Pengabdian Masyarakat di Desa Pulau Gadang XIII Koto Kampar | Penyelenggara Haji 1444/2023 Mendatang Tambah Sejumlah Petugas Perempuan | Pemprov Riau Minta Semua Pihak Awasi Penyaluran Subsidi untuk Cegah Penyimpangan | Paket Meledak di Aspol Sukoharjo, Seorang Anggota Polisi Terluka dan Penjinak Bom Diturunkan ke TKP | Hadiri Syukuran 1 Abat Lembaga Pancak Silat di Kuansing, Wagubri Pesan Jaga Tradisi dan Budaya
 
Profil

Drs H Herman Abdullah, MM
Rakyat Sejahtera Tujuan Utama!

KARISMA ketokohannya sudah diakui lawan dan kawan. Kini menuju cita-cita mulia bertekad mensejahterakan masyarakat jika memimpin Riau ini.

Drs H Herman Abdullah, MM alias Herman begitu ia dipanggil. Pria kelahiran Pekanbaru 18 Juli 1950 ini, sudah malang melintang di dunia pemerintahan dan politik serta organisasi sosial kemasyarakatan.

Sebab itu, mendengar namanya, nyaris tidak ada orang di Riau ini yang tidak mengenalnya. Apalagi sekarang, sebagai calon Gubenur Riau 2013-2018 yang berpasangan H dr Agus Widayat, namanya makin mengkristal di seantero Bumi Riau Lancang Kuning ini.

Orangnya bersahaja, luwes, tidak membeda-bedakan suku, agama dan ras serta latarbelakang seseorang. Ia merangkul semua golongan.

Tapi ia bukan seorang yang lemah, ia sangat tegas dan komit serta konsisten terhadap suatu persoalan yang ditanganinya.

Sebagai pejabat, sikap tegas dan tangan dinginnya ia buktikan ketika menjabat Walikota Pekanbaru dua periode (2001-2006 dan 2006-2011), banyak prestasi yang diukir dan mengangkat Pekanbaru di kancah nasional bahkan regional.

Sebut saja misalnya Kota Pekanbaru meraih 7 kali berturut penghargaan adipura, dan empat kali berturut-turut penghrgaan Wahana Tata Nugraha (WTN) dan prestasi-prestasi lain dalam pembangunan daerah Melayu Kota 'Bertuah' ini.

Namun di tengah seabrek prestasi itu, Herman juga menyadari tidak semua masyarakat puas. Ia pun menganggap suara miring atas prestasi daerah yang diraihnya itu sebagai kritikan konstruktif.

Ia menjadikan media sebagai salah satu sarana mengontrol roda pemerintahan yang dipimpinnya. Yang pasti hingga akhir kepemimpinannya Kota Pekanbaru maju dari berbagai bidang. Ekonomi masyarakat meningkat, politik stabil, Pekanbaru dalam kehidupan sosial tentram dan damai.

Tentu saja kepemimpinan suami Hj Evi Mairoza ini menjadi catatan tersendiri bagi masyarakat daerah ini. Walaupun ada yang menyambut miris, namun perlu ada pamaramter untuk menilai 'cemoohan' itu.

Kini masyarakat di desa-desa dan di kota di Riau ini mengelu-elukan agar Herman menjadi pimpinan Riau (Gubernur Riau,red) lima tahun mendatang.

Dengan sikap tenangnya Herman mengatakan, keinginannya menjadi Gubernur Riau untuk mensejahterakan masyarakat.

"Tujuan kita bagaimana masyarakat makmur dan sejahtera. Bukankah ini tujuan dari pembangunan bahkan kemerdekaan bangsa," kata anak buya Abdullah Hasan ini tegas.

Maka dengan visi dan misinya sebagai calon Gubernur Riau, ia mengangkat persoalan dan solusi infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan pertanian. Karena katanya di bidang inilah semua faktor upaya mensejahterakan masyarakat itu bergantung.

Masyarakat Riau yang heterogen dan kekayaan sumber daya alam yang besar sebuah potensi besar untuk menuju masyarakat sejahtera. Sekarang tinggal masyarakat menyikapinya siapa pemimpin yang terbaik akan dipilih September ini.  (*)


 
 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Kode Etik Internal Perusahaan Pers |Redaksi
Copyright 2012-2021 SULUH RIAU , All Rights Reserved