Selasa, 20 Oktober 2026 SDN 018 Kubang Jaya Terbakar, Bupati Kampar Perintahkan Jamin Ruang Belajar Aman Bagi 813 Siswa | Kemenkum Riau Dalami Strategi Bantuan Hukum Terstandarisasi untuk Keadilan Merata | Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi 13 Ranperbup Indragiri Hilir, Pastikan Sesuai Aturan | Sedih, Berhari-hari Berjalan dengan Kebingungan di Bekas Karhutla Kalteng, Orangutan Dievakuasi BKSDA | 47 Kilogram Sabu Disita di Pekanbaru, Polda Riau Bongkar Peredaran Narkoba Skala Besar | Sempena HUT ke-75 Humas Polri, Polres Kampar Berbagi Sembako untuk Warga Kurang Mampu
 
 
☰ Nusantara
Sedih, Berhari-hari Berjalan dengan Kebingungan di Bekas Karhutla Kalteng, Orangutan Dievakuasi BKSDA
Senin, 19 Oktober 2026 - 15:21:09 WIB
BKSDA Kalteng evakuasi orang utan yang kebingungan di kim 14 Jalan Pangkalan Bun-Kolam, Kabupaten Kotawaringin Barat. (dok. detik.com)

SULUHRIAU, Kalteng— Pemandangan tak biasa terlihat di kilometer 14 ruas Jalan Pangkalan Bun-Kolam, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. 


Seekor orangutan berkeliaran di sekitar kawasan tersebut selama beberapa hari hingga menarik perhatian warga.


Gerak-gerik satwa dilindungi itu terlihat tidak seperti biasanya. Orangutan tersebut berjalan di sekitar kawasan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan atau karhutla, sehingga kemunculannya memunculkan kekhawatiran mengenai kondisi satwa maupun habitatnya.


Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Kalimantan Tengah (Kalteng) kemudian bergerak melakukan penanganan. 


Setelah dipantau selama sekitar dua jam, petugas akhirnya berhasil mengevakuasi orangutan tersebut pada Minggu (18/10/2026) sore.


Camat Kotawaringin Lama, Trias Agung Wibowo, mengatakan proses evakuasi dilakukan setelah tim mengamati pergerakan orangutan di lokasi.


“Setelah mengintai selama dua jam, akhirnya orangutan yang terlihat beberapa hari lalu di kilometer 14 ruas Jalan Pangkalan Bun-Kolam berhasil dievakuasi bersama tim BKSDA Kalteng sore tadi,” kata Trias seperti dikutip dari CNNIndonesia, Senin (18/10/2026).


Keberadaan orangutan di sekitar jalan raya menjadi perhatian tersendiri. Selain berisiko bagi satwa, situasi tersebut juga dapat mengganggu keselamatan pengguna jalan apabila orangutan bergerak ke badan jalan atau terjadi interaksi dengan masyarakat.


Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Pangkalan Bun, Handi Nasoka, membenarkan petugas telah turun ke lokasi untuk menangani satwa tersebut.


Menurut Handi, penanganan orangutan tidak dapat dilakukan sembarangan. Satwa harus dievakuasi menggunakan prosedur yang tepat dengan mempertimbangkan kondisi fisik dan kesehatannya.


“Penanganan oleh petugas konservasi diperlukan agar satwa dapat diamankan dengan prosedur yang tepat. Langkah selanjutnya terhadap orangutan tersebut perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan serta lokasi yang aman bagi satwa,” ujar Handi.


Kemunculan orangutan ini juga terjadi di tengah perhatian terhadap kondisi satwa liar di wilayah Kotawaringin Barat. Sebelumnya, masyarakat melaporkan adanya jasad orangutan yang disebut mengapung di Sungai Kumai.


Informasi tersebut beredar di media sosial pada Kamis (13/10/2026). Menindaklanjuti laporan itu, BKSDA Kalteng bersama Orangutan Foundation International (OFI) melakukan penyisiran di Sungai Kumai pada Rabu (14/10/2026).


Penyisiran dilakukan untuk memastikan titik lokasi yang disebut dalam laporan sekaligus mencari tahu kebenaran informasi mengenai keberadaan jasad orangutan tersebut.


Namun, pencarian belum menemukan hasil. Tim gabungan tidak menemukan jasad yang dimaksud selama penyisiran berlangsung.


“Namun, upaya pencarian yang dilakukan tim gabungan belum membuahkan hasil. Jasad yang dimaksud tidak ditemukan selama penyisiran berlangsung,” kata Handi, Jumat (16/10/2026).


Dengan belum ditemukannya jasad tersebut, penyebab kematian orangutan yang dilaporkan warga juga belum dapat dipastikan. Pemeriksaan lebih lanjut baru dapat dilakukan apabila satwa berhasil ditemukan.


Sementara itu, orangutan yang dievakuasi dari kawasan Jalan Pangkalan Bun-Kolam kini berada dalam penanganan petugas konservasi. Kondisi kesehatan dan langkah berikutnya terhadap satwa tersebut akan menjadi pertimbangan dalam proses penanganan.


Peristiwa ini kembali menunjukkan bagaimana perubahan kondisi habitat dapat membawa satwa liar mendekati ruang aktivitas manusia. Ketika kawasan hutan mengalami tekanan, perjumpaan antara satwa dan masyarakat menjadi sesuatu yang perlu ditangani secara hati-hati.


Karena itu, masyarakat yang menemukan satwa liar dilindungi seperti orangutan di sekitar permukiman atau jalan raya diimbau tidak melakukan tindakan sendiri. Pelaporan kepada petugas konservasi menjadi langkah yang lebih aman, baik bagi manusia maupun satwa. (src)


 




 
Berita Lainnya :
  • SDN 018 Kubang Jaya Terbakar, Bupati Kampar Perintahkan Jamin Ruang Belajar Aman Bagi 813 Siswa
  • Kemenkum Riau Dalami Strategi Bantuan Hukum Terstandarisasi untuk Keadilan Merata
  • Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi 13 Ranperbup Indragiri Hilir, Pastikan Sesuai Aturan
  • Sedih, Berhari-hari Berjalan dengan Kebingungan di Bekas Karhutla Kalteng, Orangutan Dievakuasi BKSDA
  • 47 Kilogram Sabu Disita di Pekanbaru, Polda Riau Bongkar Peredaran Narkoba Skala Besar
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 SDN 018 Kubang Jaya Terbakar, Bupati Kampar Perintahkan Jamin Ruang Belajar Aman Bagi 813 Siswa
    02 Kemenkum Riau Dalami Strategi Bantuan Hukum Terstandarisasi untuk Keadilan Merata
    03 Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi 13 Ranperbup Indragiri Hilir, Pastikan Sesuai Aturan
    04 Sedih, Berhari-hari Berjalan dengan Kebingungan di Bekas Karhutla Kalteng, Orangutan Dievakuasi BKSDA
    05 47 Kilogram Sabu Disita di Pekanbaru, Polda Riau Bongkar Peredaran Narkoba Skala Besar
    06 Sempena HUT ke-75 Humas Polri, Polres Kampar Berbagi Sembako untuk Warga Kurang Mampu
    07 Pamit ke Riau, Edison Manik Perkuat Sinergi Kemenkum Kepri dan Pemko Tanjungpinang
    08 Edison Manik Dorong ASN Kemenkum Riau Kuasai Metode Analisis Kebijakan Hukum
    09 Pengacara Kamarudin Simanjuntak Meninggal Dunia, Sosok yang Pernah Mengawal Keluarga Brigadir J
    10 Digrebek Dinihari, Pelaku Narkoba di Aursati Kedapatan Simpan Sabu dalam Toilet Dibekuk Polisi
    11 Menbud Fadli Zon Terpukau Candi Muara Takus, Bupati Kampar Sodorkan Proposal Pelestarian
    12 Bermain di Tepian Sungai Siak Berujung Duka, Anak 9 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa
    13 Ulama Kharismatik KH Syukron Ma’mun Wafat, Jejak Dakwahnya Dikenang dari Daarul Rahman
    14 Diikuti Ribuan Peserta, Tiga Hentakan Cokmar Fadli Zon Buka Arak-arakan Keberagaman di Riau
    15 Naik Kelas Tak Lagi Otomatis, Mendikdasmen Siapkan Aturan dan Berlaku 2027/2028
    16 Udara Memburuk, Pemko Pekanbaru Tiadakan CFD Minggu 18 Oktober
    17 Ribuan Warga Padati Tradisi Ikan Antau Lubuk Rangan Siberuang, Dibidik Jadi Ikon Wisata Kampar
    18 Pagi Sabtu Kabut Asap Naik Tajam, PM2.5 dan Tembus 187,6 Mikrogram dengan Level Sangat Tidak Sehat
    19 Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi Ranperwako Strategi Sanitasi Kota Pekanbaru 2025–2029
    20 KPK Ungkap Dana Bencana BNPB Diduga Jadi Bancakan, Adik Mantan Kepala BNPB Tersangka
    21 Polresta Pekanbaru Sisir Kampung Dalam-Kampung Terendam, Tes Urine 3 Orang Positif Methamphetamine
    22 Tragis di Teluk Meranti, Ayah Tewas Diduga Dipukul dengan Kayu oleh Anak Kandung
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat