Jumat, 09 Oktober 2026 Bawa Balita, Speedboat Penyelundup Migran Ditangkap di Bintan Kepri | Simpan Sabu di Bagasi Motor, Warga Subarak Gunung Sahilan Ditangkap Polisi | Pengukuran Maturitas KI 2026 Dimulai, Kanwil Kemenkum Riau Siap Berbenah | Kebakaran di Teras Lantai 6 Gedung Kejati Riau, Karpet dan Pipa Hangus | Kanwil Kemenkum Riau Dorong Nanas Kualu Kampar Jadi Jadi Produk Unggulan Daerah | Kakanwil Kemenkum Riau Audiensi dengan Ketua Pengadilan Tinggi Riau
 
 
☰ Kesehatan
Kabut Asap Selimuti Kampar, Guru SD 028 Rimbo Panjang dan Siswa Keluhkan Sesak Napas
Rabu, 07 Oktober 2026 - 20:31:03 WIB

SULUHRIAU, Kampar - Bencana kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan yang menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Riau kian memburuk pada Rabu (7/10/2026).


Selain memengaruhi udara di Kota Pekanbaru, kondisi kabut asap yang sangat pekat ini juga melanda kawasan Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, hingga memicu gangguan kesehatan pada masyarakat setempat.


Meskipun kualitas udara berada dalam kondisi darurat akibat kabut asap, aktivitas belajar mengajar di beberapa sekolah rupanya masih berjalan seperti biasa.


Di SD Negeri 028 Rimbo Panjang, misalnya, para siswa dan guru tetap masuk sekolah dengan penyesuaian berupa pembatasan aktivitas fisik di luar ruangan sehingga anak-anak lebih banyak berdiam di dalam kelas.


Kepala SD Negeri 028 Rimbo Panjang Nuraini mengatakan pihaknya tidak bisa serta merta meliburkan para siswa karena masih menunggu arahan resmi dari dinas terkait.


Ia menegaskan pihak sekolah tidak memiliki wewenang untuk menetapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh atau sistem daring tanpa adanya instruksi langsung dari atasan.


Sampai saat ini belum ada intruksi dari atasan pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh. Kami tidak bisa buat kebijakan sendiri, kata Nuraini.


Menurut Nuraini, tingkat kepekatan kabut asap di wilayahnya dalam dua hari terakhir ini sudah berada pada taraf yang sangat mengkhawatirkan.


Ia menilai bahwa dengan kondisi udara yang semakin memburuk, sistem PJJ semestinya sudah mulai diberlakukan secepatnya demi mencegah anak-anak maupun tenaga pendidik terpapar langsung.


Jangankan anak-anak, kita pun guru sudah terasa napas sesak, tenggorokan pedih, hidung tersumbat dan mata terasa kabur rasanya, kata Nuraini.


Dampak buruk dari paparan kabut asap pekat ini terbukti telah memunculkan berbagai keluhan fisik yang sangat mengganggu aktivitas di sekolah.


Nuraini mengungkapkan bahwa bukan hanya anak-anak, para guru pun mulai merasakan berbagai gejala seperti napas yang terasa sesak, tenggorokan pedih, hidung tersumbat, hingga pandangan mata yang mulai mengabur.


Guru kita ada 4 orang yang kena asma. Jadi pulang sekolah pasang nebulizer di rumah, ucap Nuraini.


Kondisi terparah bahkan dialami oleh empat orang guru di sekolah tersebut yang secara mendadak terserang penyakit asma akibat terus menerus menghirup udara beracun.


Akibatnya, keempat tenaga pendidik tersebut terpaksa harus menggunakan alat bantu pernapasan berupa nebulizer setibanya di rumah setelah jam mengajar usai.


Merespons kekhawatiran yang kian meningkat, pihak sekolah pada akhirnya memberikan kebijakan yang fleksibel bagi orang tua murid yang enggan mengambil risiko.


Pihak sekolah mengizinkan siswa-siswi yang meminta izin untuk belajar dari rumah, sehingga mereka tidak memaksakan kehadiran murid di tengah ancaman kabut asap.


Ironisnya, bencana udara yang mengganggu aktivitas dan kesehatan warga ini bukanlah berasal dari pembakaran lahan di wilayah Riau itu sendiri.


Berdasarkan data dari BPBD Riau, asap pekat ini merupakan kabut asap kiriman dari insiden Karhutla di provinsi lain, mengingat saat ini sama sekali tidak ditemukan titik api di dalam wilayah Provinsi Riau. (mcr)


 




 
Berita Lainnya :
  • Bawa Balita, Speedboat Penyelundup Migran Ditangkap di Bintan Kepri
  • Simpan Sabu di Bagasi Motor, Warga Subarak Gunung Sahilan Ditangkap Polisi
  • Pengukuran Maturitas KI 2026 Dimulai, Kanwil Kemenkum Riau Siap Berbenah
  • Kebakaran di Teras Lantai 6 Gedung Kejati Riau, Karpet dan Pipa Hangus
  • Kanwil Kemenkum Riau Dorong Nanas Kualu Kampar Jadi Jadi Produk Unggulan Daerah
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bawa Balita, Speedboat Penyelundup Migran Ditangkap di Bintan Kepri
    02 Simpan Sabu di Bagasi Motor, Warga Subarak Gunung Sahilan Ditangkap Polisi
    03 Pengukuran Maturitas KI 2026 Dimulai, Kanwil Kemenkum Riau Siap Berbenah
    04 Kebakaran di Teras Lantai 6 Gedung Kejati Riau, Karpet dan Pipa Hangus
    05 Kanwil Kemenkum Riau Dorong Nanas Kualu Kampar Jadi Jadi Produk Unggulan Daerah
    06 Kakanwil Kemenkum Riau Audiensi dengan Ketua Pengadilan Tinggi Riau
    07 Pamit Tugas ke Sumut, Rudy Pakpahan Paparkan Inovasi HARMONITAS ke Plt Gubernur Riau
    08 Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, 3.000 Masker Gratis Dibagikan KSABP untuk Pengendara
    09 Guru Ngaji 61 Tahun di Kampar Ditangkap, Diduga Cabuli 4 Anak di Bawah Umur
    10 Berdayakan Perempuan, Ibu- Ibu di Tapung Dilatih Buat Sabun Cuci Tangan
    11 Serahkan Hasil Analisis 17 Perda, Kanwil Kemenkum Riau Dorong Pembenahan Regulasi Daerah
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Kebutuhan Penambahan Subjek Tarif Layanan RSUD Indrasari Rengat
    13 Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat, PM2.5 Tembus 215,5 Mikrogram
    14 Kabut Asap Selimuti Kampar, Guru SD 028 Rimbo Panjang dan Siswa Keluhkan Sesak Napas
    15 Pedasnya Harga Cabai Rawit Merah di Kuansing yang Tembus Rp100 Ribu, Sejumlah Bahan Pokok Justru Turun
    16 Perlindungan PMI di Malaysia, Kanwil Kemenkum Riau Dorong Regulasi Daerah
    17 Evaluasi Standar Layanan Bankum, Kemenkum Riau Dorong Penguatan Kualitas dan Akses Keadilan
    18 Renovasi Kelas dan Bantuan Perlengkapan, Kapolres Kampar Sambangi Sekolah SDN 007 Tapung
    19 Mahasabha XIII PHDI Digelar di Jakarta, Kepala Pura Jagatnatha Pekanbaru Bawa Pesan Kerukunan
    20 Kajian Subuh UAS di Tambang Dipadati 200 Jamaah, Kapolres Kampar Turut Hadir
    21 Kanwil Kemenkum Riau Musnahkan Arsip Fisik Fasilitatif Tahun Anggaran 2026
    22 Transaksi Narkoba di Rumah Sendiri, Pria 53 Tahun di Air Tiris Ditangkap Polisi
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat