Rabu, 23 September 2026 Pastikan Kesiapan SKD Poltekpin 2026, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan BKN Pekanbaru | Website PWI Siap Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah | Lepas 88 Guru Kampar ke Porsenijar Riau di Siak, Wabup Misharti Bakar Semangat Juara | Akan Ditertibkan, Wako Pekanbaru Larang Portal di Jalan Perumahan yang Dibangun Pakai APBD | Indonesia-Tiongkok Pacu Kerja Sama Kota Digital dan Keamanan Publik | Banjir Bandang Sapu Pusat Pemerintahan Solok, Puluhan Kantor Terendam
 
 
☰ Kampar
Dari Muara Takus ke Malaysia, Batik Kampar Curi Perhatian di Ajang Internasional
Minggu, 20 September 2026 - 17:28:14 WIB

SULUHRIAU, Kampar— Batik khas Kampar kembali naik kelas. Wastra kebanggaan Bumi Serambi Mekkah Riau itu tampil di panggung internasional Precious of Malaysia Citraloka 2026 International Cultural Fashion Week yang berlangsung 11 hingga 16 September 2026 di Malaysia.


Capaian tersebut menjadi pembahasan dalam pertemuan Ketua Dekranasda Kabupaten Kampar Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar bersama Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja di Rumah Dinas Bupati Kampar, Bangkinang Kota, Sabtu 19 September 2026.


Pertemuan dihadiri Kepala Disnaker Kampar Edward didampingi Ketua Dharma Wanita Dian R Natalia Edward, Kabid Pembinaan dan Pengembangan IKM Agusni Mariani, serta para pelaku dan penggiat batik.


Hadir desainer Rini Widiantari dari MyRin Syari, Rumah Batik Moringa binaan Nurhidayah Sari, dan Rumah Batik Muara Takus binaan Oma Lasvita. Kedua rumah batik tersebut merupakan binaan Dekranasda Kabupaten Kampar.


Ketua Dekranasda Tengku Nurheryani menyampaikan apresiasi atas kiprah batik Kampar yang berhasil menembus ajang internasional.


Menurutnya, penampilan di Malaysia menjadi bukti batik Kampar memiliki kekayaan motif dan filosofi yang mampu bersaing.


Salah satu karya yang tampil di Malaysia adalah Batik Candi Muara Takus dengan motif Candi Muara Takus dan Pucuk Rebung.


Karya lain yang mencuri perhatian adalah Batik Jumputan Rumah Batik Moringa dengan tema Senja di Tepian Kampar yang mengangkat keindahan alam Kampar ke dalam selembar kain.


Dalam pertemuan itu, Tengku Nurheryani menekankan pentingnya perlindungan Kekayaan Intelektual bagi setiap motif batik.


"Pencatatan dan perlindungan KI menjadi langkah penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga keaslian dan identitas karya para perajin batik Kampar," ujarnya.


Perlindungan KI diharapkan mencegah penggunaan atau pengakuan motif oleh pihak lain tanpa izin. Sehingga pelaku usaha lebih aman dan leluasa mengembangkan produk.


Pembahasan juga diarahkan pada strategi pengembangan batik agar tidak hanya mempertahankan nilai tradisional, tetapi juga adaptif terhadap pasar.


Inovasi desain, warna, model, dan pemanfaatan dalam berbagai produk menjadi kunci agar batik Kampar relevan dengan selera konsumen.


Selain batik, Dekranasda juga mendorong pengembangan potensi industri lokal lain, termasuk produk berbahan daun kelor agar kekayaan sumber daya Kampar menjadi produk kreatif bernilai ekonomi.


Sebelum tampil di Malaysia, Batik Kampar juga dipamerkan di stan Kabupaten Kampar pada kegiatan APKASI di Serpong, Tangerang, Banten.


Kehadiran Batik Kampar di APKASI mendapat perhatian pengunjung dari berbagai provinsi.


Sejumlah produk bahkan laku dibeli konsumen lintas daerah. Pembeli mengaku Batik Kampar memiliki keunikan tersendiri dan tampil berbeda dibandingkan batik pada umumnya.


Dengan pengalaman tampil di ajang nasional dan internasional, Batik Kampar diharapkan semakin percaya diri bertransformasi dari kerajinan lokal menjadi industri kreatif yang membawa identitas budaya Kampar ke tingkat yang lebih luas. (kmf)


 




 
Berita Lainnya :
  • Pastikan Kesiapan SKD Poltekpin 2026, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan BKN Pekanbaru
  • Website PWI Siap Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah
  • Lepas 88 Guru Kampar ke Porsenijar Riau di Siak, Wabup Misharti Bakar Semangat Juara
  • Akan Ditertibkan, Wako Pekanbaru Larang Portal di Jalan Perumahan yang Dibangun Pakai APBD
  • Indonesia-Tiongkok Pacu Kerja Sama Kota Digital dan Keamanan Publik
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Pastikan Kesiapan SKD Poltekpin 2026, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan BKN Pekanbaru
    02 Website PWI Siap Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah
    03 Lepas 88 Guru Kampar ke Porsenijar Riau di Siak, Wabup Misharti Bakar Semangat Juara
    04 Akan Ditertibkan, Wako Pekanbaru Larang Portal di Jalan Perumahan yang Dibangun Pakai APBD
    05 Indonesia-Tiongkok Pacu Kerja Sama Kota Digital dan Keamanan Publik
    06 Banjir Bandang Sapu Pusat Pemerintahan Solok, Puluhan Kantor Terendam
    07 Dari Pasar Arengka Pekanbaru ke Langgini, Jejak Sabu Berakhir di Polres Kampar
    08 Cegah Karhutla, Bupati Kampar Siapkan Alat Berat Bantu Warga Buka Lahan Tanpa Bakar
    09 Bripda Mega Harumkan Polres Kampar, Borong 2 Emas Taekwondo Riau dan Piala Panglima TNI
    10 106 Peserta di Riau Siap Ikut SKD Poltekpin 2026, Kanwil Kemenkum Matangkan Persiapan
    11 Lantik 5 Pejabat Fungsional Non-Manajerial, Kakanwil Kemenkum Riau Tekankan Dedikasi dan Integritas
    12 Langgar Aturan, WNA Malaysia Dideportasi Imigrasi Pekanbaru Lewat Bandara SSK II
    13 Upacara Harhubnas di Kampar, Bupati Tekankan Keselamatan Bukan Seremonial
    14 Asap Selimuti Riau, BMKG Catat 22 Hotspot dan Udara Kabur Hari Ini
    15 Bupati Kampar Absen Langsung di Lapangan, TPP ASN Bolos Apel Bakal Dipotong
    16 Riau Rangking 8 MTQ Nasional 2026, Kaltim Juara Umum
    17 Diserahkan Bupati, Peserta Gowes Silaturrahmi 2026 Kampar dari Payakumbuh Raih Hadiah Motor
    18 Berenang di Kolam Bekas Galian Green City, Pemuda Bukit Barisan Tenggelam
    19 Jarwansah: Lelaki Mengurus Kehidupan Setelah Bencana
    20 Dari Muara Takus ke Malaysia, Batik Kampar Curi Perhatian di Ajang Internasional
    21 Buka Kebun Ilegal di Kawasan Hutan, Buronan Karhutla Siak Ditangkap
    22 Kapolres Kampar Pimpin Sertijab Kasat Binmas Sekaligus Enam Kapolsek
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat