30 Kilometer, Tanpa Sinyal, Medan Terjal-Kapolres Kampar dan Tim Padamkan Karhutla di Kampar Kiri
SULUHRIAU, Kampar— Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang memimpin langsung pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Sungai Buyau, Desa Sungai Liti, Kecamatan Kampar Kiri, Rabu (9/9/2026).
Operasi berlangsung 9 jam. Dimulai pukul 08.30 WIB hingga 17.30 WIB.
Lokasi kebakaran berada di koordinat 0°09'38.05" S, 101°10'32.52" E. Jaraknya sekitar 30 kilometer dari Polsek Kampar Kiri.
Medan bukan sekadar jauh. Ini kawasan perbukitan dengan akses jalan sulit. Jaringan komunikasi dan sinyal telepon tidak ada sama sekali.
Koordinasi dan pelaporan harus dilakukan secara manual.
Di tengah keterbatasan itu, Kapolres tetap berada di garis depan.
"Tidak ada jarak yang terlalu jauh untuk menjaga kelestarian alam," ucapnya di lokasi.
Lahan yang terbakar seluas sekitar 3 hektar. Karakter tanahnya semi-gambut. Vegetasinya berupa tumpukan stek, semak belukar, kebun sawit, dan sebagian hutan.
Sumber air hanya satu sungai kecil. Penyiraman dilakukan bergantian dan seefisien mungkin.
Status lahan merupakan klaim masyarakat. Identitas pemilik masih dalam penyelidikan.
Kekuatan personel tetap solid meski tanpa dukungan TNI, BPBD, maupun Manggala Agni.
Sebanyak 36 orang dikerahkan. Rinciannya 20 personel Polres Kampar, 11 personel Polsek Kampar Kiri, 2 personel PT PSPI, dan 3 personel PT RAPP Sektor Logas.
Peralatan yang dibawa juga tidak sedikit. Ada 13 unit motor, 5 unit mobil, 3 unit mesin Ministrek, 3 unit nozzle, dan 45 gulung selang 1,5 inci. Semua diangkut manual melewati medan sulit.
"Kami menempuh perjalanan penuh rintangan, jalan yang jauh, medan yang terjal, sinyal yang hilang, dan air yang terbatas. Namun semangat kami untuk menyelamatkan alam tidak pernah surut," tegas AKBP Boby.
"Hari ini kami datang bukan hanya untuk memadamkan api, tetapi untuk mengajak alam supaya tidak ada lagi titik api yang hidup merusak bumi kita," tambahnya.
Strategi yang dilakukan tiga langkah sekaligus.
Pertama, menembus lokasi meski akses sulit.
Kedua, melakukan pemadaman dan pendinginan menyeluruh di area 3 hektar dengan air terbatas.
Ketiga, membuat sekat api manual agar api tidak merembet ke hutan lebih luas.
Setiap tetes air dimaksimalkan. Setiap jengkal lahan disiram hingga benar-benar dingin.
"Keterbatasan fasilitas bukan alasan untuk menyerah. Justru di sinilah semangat pengabdian kita diuji. Semakin sulit medannya, semakin besar tekad kita untuk melindungi masyarakat dan lingkungan," ujar Kapolres.
"Green Policing bukan sekadar program, melainkan bukti nyata bahwa Polri hadir hingga ke pelosok paling sulit sekalipun."
Perjuangan itu berbuah hasil.
Pukul 17.30 WIB api dinyatakan padam total. Tidak ada lagi titik api maupun asap. Kondisi lahan sudah dingin dan aman.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir aman, tertib, dan kondusif.
Keberhasilan ini membuktikan satu hal. Dengan tekad kuat, sinergi, dan kepedulian pada lingkungan, medan paling berat pun bisa ditaklukkan. (hpk)
Komentar Anda :