Pemkab Kampar Gelontorkan Rp5 Miliar untuk Beasiswa 2026, PKB Siap Kawal Lewat Regulasi
SULUHRIAU, Kampar— Pendidikan jadi prioritas. Rp5 miliar disiapkan Pemkab Kampar untuk beasiswa 2026.
Pemerintah Kabupaten Kampar resmi membuka pengajuan Program Beasiswa Tahun 2026. Pendaftaran dilakukan melalui Sekretariat Daerah.
Fraksi PKB DPRD Kampar menyatakan dukungan penuh. Sekaligus siap mengawal program ini lewat penganggaran dan penguatan regulasi.
Sekretaris Fraksi PKB DPRD Kampar Ramli menyebut kebijakan ini sejalan dengan visi Bupati Kampar Ahmad Yuzar dan Wakil Bupati Misharti. Fokusnya meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia.
"Fraksi PKB mendukung penuh kebijakan Pemkab Kampar ini. Pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Apa yang menjadi visi, misi dan komitmen kepala daerah kepada masyarakat harus kita kawal agar diterjemahkan menjadi program dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat," kata Ramli, Rabu 9 September 2026.
Tiga Kategori Beasiswa Dibuka
Program beasiswa 2026 mencakup tiga kategori.
Pertama, Beasiswa Berprestasi Akademik S1. Untuk program eksakta IPK minimal 2,75. Program non-eksakta minimal 3,00.
Kedua, Beasiswa Berprestasi Nonakademik Tahfidz Al-Qur'an 20 dan 30 Juz. Pemohon wajib melampirkan sertifikat hafalan.
Ketiga, Beasiswa Khusus Mahasiswa S1 Tidak Mampu dan Berprestasi Akademik. Harus melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu SKTM.
Berdasarkan Surat Sekretariat Daerah Nomor 400/KS/317 tertanggal 31 Agustus 2026, berkas paling lambat diterima 15 September 2026.
Ramli meminta informasi ini disebar hingga kecamatan dan desa. Agar mahasiswa yang memenuhi syarat tidak kehilangan kesempatan.
"Ini sudah dibuka dan batas akhirnya 15 September. Kita mengajak putra-putri Kampar yang memenuhi persyaratan segera melengkapi berkas. Jangan menunggu hari terakhir," ujarnya.
Dikawal Anggaran dan Regulasi
Pemkab mengalokasikan anggaran Rp5 miliar untuk 2026. Rencananya program berlanjut 2027 dengan anggaran sama.
PKB tidak hanya mengawal anggaran. Fraksi PKB juga mengajukan Ranperda Beasiswa Daerah sebagai Ranperda inisiatif.
"Ranperda Beasiswa Daerah merupakan inisiatif Fraksi PKB. Kita ingin program yang baik ini tidak hanya bergantung pada kebijakan tahunan. Harus ada regulasi yang memberikan kepastian mengenai sasaran, mekanisme, transparansi, penganggaran dan pengawasannya," kata Ramli.
Ramli menegaskan, sebagai bagian kekuatan politik pendukung pemerintahan Ahmad Yuzar-Misharti, PKB punya tanggung jawab mengawal janji pembangunan.
"Dukungannya diwujudkan melalui kerja DPRD: anggarannya kita kawal, regulasinya kita perkuat dan pelaksanaannya kita awasi agar tepat sasaran," tegasnya.
Untuk Anak Kampar di Seluruh Desa
Ramli berharap beasiswa ini menjangkau seluruh kecamatan. Khususnya mahasiswa berprestasi dari keluarga petani, nelayan, buruh, dan pedagang kecil.
"Anak petani, nelayan, buruh, pedagang kecil dan keluarga kurang mampu harus memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan tinggi. Jangan sampai ada anak Kampar yang punya kemampuan dan prestasi, tetapi cita-citanya terhenti karena biaya," katanya.
Ia menilai Rp5 miliar bukan sekadar angka di APBD.
"Ukurannya nanti adalah berapa banyak anak Kampar yang terbantu dan bagaimana program ini mampu melahirkan generasi yang akan membangun Kampar ke depan," ujarnya.
"Pemkab menjalankan programnya, DPRD mengawal anggaran dan memperkuat regulasinya. Janji politik harus menjadi kebijakan, dan kebijakan harus berujung pada manfaat nyata bagi masyarakat. Untuk pendidikan dan masa depan anak-anak Kampar, Fraksi PKB siap mendukung dan mengawalnya," pungkas Ramli. (rls)
Komentar Anda :