Selasa, 01 September 2026 Dewan Pers Ajak Semua Konstituen Duduk Bersama, Masa Depan HPN Dibahas Terbuka | KPU Riau dan Unri Rancang Pendidikan Pemilih Adaptif, Ubah Gen Z dari Penonton Jadi Pelaku Demokrasi | Pantau dari Udara, Kapolda Riau Pastikan Pendinginan Karhutla Pelalawan Tuntas | Kemenkum Riau Bahas Tuntas Aduan Warga dari Sengketa Tanah hingga Paten | Dorong Tertib Keuangan Daerah, Kemenkum Riau Harmonisasi Regulasi Pelalawan Secara Virtual | Harmonisasi Empat Rancangan Regulasi Siak, Kemenkum Riau Ingatkan Batas Kewenangan
 
 
☰ Peristiwa
Usir Gajah Liar di Bengkalis, Satu Pemuda Luka Tertendang, Satu Warga Meninggal karena Kelelahan
Senin, 31 Agustus 2026 - 19:54:43 WIB
Ilustrasi warga mengusir Gajah Liar (Foto AI/Sr

SULUHRIAU, Bengkalis- Niat mengusir berujung petaka. Dua warga Bengkalis menjadi korban saat bertemu gajah liar di kawasan Suaka Margasatwa.


Insiden terjadi di Pusat Latihan Gajah Sebanga, Kabupaten Bengkalis. Kejadiannya bermula dari laporan warga pada Jumat  21 Agustus 2026.


Menindaklanjuti laporan itu, Balai Besar KSDA Riau melalui Seksi Konservasi Wilayah III langsung turun ke lokasi. Tim didampingi warga setempat.


"Setibanya di lokasi kami menemukan jejak gajah liar dan selanjutnya melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian," kata Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau Ujang Holisudin, Senin (31/9/2026).


Hasil pemeriksaan menunjukkan ada dua titik kejadian. Keduanya berada di dalam kawasan suaka.


Di titik pertama, seorang pemuda bernama Mikhael Daniel Simarmata, 18 tahun, ditemukan terluka. Ia mengalami luka robek di pinggang dan paha. Diduga terkena tendangan gajah saat ikut mengusir satwa tersebut. 


Mikhael kini sudah mendapat penanganan medis di rumah sakit.


Di titik lain, ditemukan Darwin Sondang Napitu, 47 tahun. Ia berada di lokasi untuk berjaga dan ikut mengusir gajah. 


Namun Ujang menegaskan, Darwin meninggal bukan karena serangan gajah. "Yang meninggal karena faktor kelelahan," ujarnya.


Dari hasil plotting, petugas juga menemukan fakta lain. Ada aktivitas warga di dalam kawasan konservasi.
"Data yang kami dapat, mereka berkebun sawit di dalam," kata Ujang.


Setelah laporan diterima, tim melakukan penyisiran untuk memastikan keberadaan gajah. Namun saat penyisiran, satwa tersebut sudah tidak terlihat lagi.


BBKSDA Riau mengingatkan, warga jangan melakukan penanganan sendiri jika bertemu gajah liar. Apalagi dengan cara mendekati atau mengusir secara langsung.


Masyarakat diminta menjaga jarak aman. Segera laporkan keberadaan gajah ke aparat desa atau ke BBKSDA Riau agar ditangani sesuai prosedur.


"Jangan melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan manusia maupun satwa. Apabila kembali ditemukan gajah liar di sekitar permukiman, segera laporkan ke aparat desa atau Call Centre Balai Besar KSDA Riau," tegas Ujang.


Kasus ini menjadi pengingat. Konflik manusia dan gajah bisa diminimalkan jika penanganan dilakukan oleh petugas, bukan warga. (src)


 




 
Berita Lainnya :
  • Dewan Pers Ajak Semua Konstituen Duduk Bersama, Masa Depan HPN Dibahas Terbuka
  • KPU Riau dan Unri Rancang Pendidikan Pemilih Adaptif, Ubah Gen Z dari Penonton Jadi Pelaku Demokrasi
  • Pantau dari Udara, Kapolda Riau Pastikan Pendinginan Karhutla Pelalawan Tuntas
  • Kemenkum Riau Bahas Tuntas Aduan Warga dari Sengketa Tanah hingga Paten
  • Dorong Tertib Keuangan Daerah, Kemenkum Riau Harmonisasi Regulasi Pelalawan Secara Virtual
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Dewan Pers Ajak Semua Konstituen Duduk Bersama, Masa Depan HPN Dibahas Terbuka
    02 KPU Riau dan Unri Rancang Pendidikan Pemilih Adaptif, Ubah Gen Z dari Penonton Jadi Pelaku Demokrasi
    03 Pantau dari Udara, Kapolda Riau Pastikan Pendinginan Karhutla Pelalawan Tuntas
    04 Kemenkum Riau Bahas Tuntas Aduan Warga dari Sengketa Tanah hingga Paten
    05 Dorong Tertib Keuangan Daerah, Kemenkum Riau Harmonisasi Regulasi Pelalawan Secara Virtual
    06 Harmonisasi Empat Rancangan Regulasi Siak, Kemenkum Riau Ingatkan Batas Kewenangan
    07 Telkomsel Hadirkan Dukungan Konektivitas Digital di PBAK UIN Suska Riau
    08 Usir Gajah Liar di Bengkalis, Satu Pemuda Luka Tertendang, Satu Warga Meninggal karena Kelelahan
    09 The 2nd Riau Economic Forum 2026: Riau Dorong Ekonomi Solid Lewat Akselerasi Digital
    10 Cegah Sebelum Terbakar, Tim Pamen Mabes TNI Sosialisasikan Karhutla di XIII Koto Kampar
    11 Perkuat Sinergi Pendidikan Hukum, Kemenkum Riau Audensi ke Disdik Provinsi Riau
    12 17 Hektar Lahan Terbakar di Tambang, Polres Kampar Amankan 4 Pelaku Karhutla
    13 Turnamen ORADO Pekanbaru Berakhir Sengit, YUTO Persembahkan Juara 3 di Hari Peresmian Klub
    14 Polsek Kampar Kiri Bongkar Tambang Emas Ilegal di Sungai Tanjung Permai, 1 Operator Diamankan
    15 Kabut Asap Mereda, Siswa Pekanbaru Kembali Belajar Tatap Muka
    16 Saat Menyeberang Pakai Rakit, Kaki Atai Warga Meranti Digigit Buaya di Sungai Sendewo
    17 Dari Istana Siak ke Tingkat Nasional, Syair Perang Siak Diakui Sebagai Warisan Bangsa
    18 Dari Air Mata ke Kebersamaan, Kisah Pulau Godang Hidup Lagi di Festival Adat
    19 Cegah Api Hidup Lagi, Bupati Ahmad Yuzar Turun Langsung Pastikan Bara di Rimbo Panjang Benar-Benar Padam
    20 Dua Pelajar MTsN 1 Pelalawan Tembus OBA Riau 2026, Bawa Nama Daerah ke Tingkat Provinsi
    21 PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta, Komitmen Bersama Kawal Industri Sawit Nasional
    22 Kemenkum Riau Edukasi Layanan Kewarganegaraan, Pastikan Masyarakat Dapat Kepastian Hukum
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat