Selasa, 25 Agustus 2026 Api Belum Padam di Rimbo Panjang, Bupati Kampar Pimpin Langsung Penanganan | Kemenkum Riau Genjot Posbankum Desa, Siapkan Calon Pemberi Bantuan Hukum 2028-2030 | Kemenkum Riau dan Polda Riau Perkuat Sinergi Pengawasan Pelanggaran Kekayaan Intelektual | Saat Prabowo di Riau, Api Karhutla di Rimbo Panjang Kampar Masih Menyala | Modus ''Pura-Pura Mancing'' Tersangka Karhutla Jadi Sorotan, Prabowo Perintahkan Bawa ke Jakarta | Dorong UMK Naik Kelas, Kemenkum Riau Sosialisasikan Kemudahan Perseroan Perorangan
 
 
☰ Hukrim
Modus ''Pura-Pura Mancing'' Tersangka Karhutla Jadi Sorotan, Prabowo Perintahkan Bawa ke Jakarta
Senin, 24 Agustus 2026 - 15:51:13 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Presiden Prabowo Subianto tak mau penanganan karhutla di Riau berhenti di level lapangan. 


Senin (24/8/2026), ia memerintahkan tiga orang tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan dibawa ke Jakarta. 


Permintaan itu keluar saat Prabowo memimpin rapat penanganan karhutla di Pekanbaru. Ia juga meminta Badan Intelijen Negara ikut mendalami kasus tersebut.


Perintah disampaikan langsung setelah mendengar pemaparan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan. 


Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Polda Riau mencatat 33 laporan polisi terkait karhutla. Dari laporan itu, 36 orang ditetapkan sebagai tersangka. Luas lahan yang terbakar mencapai 806,57 hektare.


Herry menyebut penyebab utama kebakaran adalah ulah manusia. Bisa sengaja, bisa juga karena kelalaian.


"Karhutla yang terjadi saat ini disebabkan oleh manusia, baik dilakukan sengaja maupun tidak sengaja," ujarnya di hadapan Presiden.


Untuk memutus rantai kebakaran, Polda Riau memasang 513 plang peringatan penegakan hukum di titik rawan. Plang itu dipasang di lokasi yang sebelumnya pernah terbakar.


Herry mencontohkan Rokan Hilir. Setelah 2025 plang dipasang, area bekas terbakar diawasi ketat agar tidak ditanami lagi.


"Jadi, bekas pembakaran tidak boleh ada lagi penanaman," katanya.


Dalam pemaparan itu, Herry juga menyinggung modus baru. Ada dugaan perusahaan besar memakai warga untuk membakar lahan.


Ia memberi contoh kasus 2025. Ada dua sampai tiga orang ditemukan di lokasi kebakaran. Mereka tidak punya kebun di sana. Alasannya memancing. Padahal di titik itu tidak ada tempat memancing.


Pernyataan itu langsung direspons Prabowo.


"Maaf, Kapolda. You ada bukti-bukti atau indikasi ke arah korporasi yang menyuruh?" tanya Presiden.


Herry menjawab belum ada bukti langsung mengarah ke korporasi. Tapi kejanggalan di lapangan membuat polisi curiga.


"Ada berapa orang?" tanya Prabowo lagi.


"Tiga orang pada tahun lalu, Bapak," jawab Herry.


Tanpa menunggu lama, Prabowo memberi instruksi tegas.


"Tolong dibawa ke Jakarta. Tolong dikirim ke Jakarta, Kapolri. Kita dalami. Nanti pendalamannya saya minta BIN juga ikut," tegasnya.


Perintah ini menunjukkan pemerintah pusat ingin mengusut tuntas. Tidak hanya menangkap pelaku di lapangan, tapi juga menelusuri kemungkinan ada pihak yang memerintahkan atau diuntungkan.


Dengan melibatkan BIN, pendalaman diharapkan bisa membuka jejaring yang selama ini sulit disentuh. Apakah benar ada aktor korporasi di balik pembakaran, atau murni ulah perorangan.


Pemerintah menargetkan tahun ini penanganan karhutla tidak lagi reaktif. Harus sampai ke akar masalahnya. (src)


 




 
Berita Lainnya :
  • Api Belum Padam di Rimbo Panjang, Bupati Kampar Pimpin Langsung Penanganan
  • Kemenkum Riau Genjot Posbankum Desa, Siapkan Calon Pemberi Bantuan Hukum 2028-2030
  • Kemenkum Riau dan Polda Riau Perkuat Sinergi Pengawasan Pelanggaran Kekayaan Intelektual
  • Saat Prabowo di Riau, Api Karhutla di Rimbo Panjang Kampar Masih Menyala
  • Modus ''Pura-Pura Mancing'' Tersangka Karhutla Jadi Sorotan, Prabowo Perintahkan Bawa ke Jakarta
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Api Belum Padam di Rimbo Panjang, Bupati Kampar Pimpin Langsung Penanganan
    02 Kemenkum Riau Genjot Posbankum Desa, Siapkan Calon Pemberi Bantuan Hukum 2028-2030
    03 Kemenkum Riau dan Polda Riau Perkuat Sinergi Pengawasan Pelanggaran Kekayaan Intelektual
    04 Saat Prabowo di Riau, Api Karhutla di Rimbo Panjang Kampar Masih Menyala
    05 Modus ''Pura-Pura Mancing'' Tersangka Karhutla Jadi Sorotan, Prabowo Perintahkan Bawa ke Jakarta
    06 Dorong UMK Naik Kelas, Kemenkum Riau Sosialisasikan Kemudahan Perseroan Perorangan
    07 Apel Pagi Digelar dalam Ruangan, Kemekum Riau Tekankan Disiplin Persiapan Penilaian WBBM
    08 Perintah Prabowo saat di Riau: Kejar Hotspot, Bor 300 Sumur Air Sebelum Api Karhutla Menyala
    09 Kualitas Udara Memburuk, Hari Ini Pemko Pekanbaru Liburkan PAUD/TK, SD dan SMP Belajar secara Daring
    10 Kemnaker Targetkan Ribuan Tenaga Permanent Makeup Tersertifikasi
    11 Presiden PKS dan Gubernur Sumbar Ramaikan Laga Persahabatan PWI Riau Vs PKS, Skor Akhir 4:4 ?
    12 Togak Luan Menari di Garis Finish, Alam Cahayo Tuah Nagoghi Rebut Mahkota Pacu Jalur 2026
    13 Asap Mulai Naik, Pejabat Riau Turun Langsung ke Rimbo Panjang Padamkan Karhutla
    14 KONI Payakumbuh Studi Banding Tata Kelola dan Pembinaan Atlet ke Koni Pekanbaru
    15 Coba Buang Barang Bukti, Aksi Pengedar Sabu di Kuok Digagalkan Polisi
    16 Bupati Kampar Serahkan Proposal Lingkungan ke Menteri LHK, Fokus Atasi Karhutla dan Lestarikan Gambut
    17 Tantangan Media Digital, SMSI dan RRI Bangun Ekosistem Informasi yang Sehat
    18 Langit Kampar Berasap, BMKG Sebut Massa Asap Bergerak dari Jambi
    19 Menteri LHK dan Kapolda Riau Tinjau Lahan Terbakar di Tambang Kampar, Pastikan Karhutla Tertangani
    20 Dari Lapangan Kuok, Bupati Yuzar Ingin Lahir Bibit Pemain Kampar untuk Nasional
    21 Tolak LMK dan Link Tax, LMC Dorong Skema B2B untuk Royalti Jurnalisme
    22 Kemenkum Riau Perkuat Responsivitas Layanan Lewat Forum
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat