SULUHRIAU, Kampar- Langit di sejumlah wilayah Kabupaten Kampar tampak diselimuti asap sejak Sabtu pagi. Fenomena itu diduga bukan berasal dari Riau.
BMKG menyebut massa asap tersebut kemungkinan besar kiriman dari Provinsi Jambi. Arah angin menjadi faktor utama perpindahannya.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG, Bella, menjelaskan berdasarkan citra sebaran asap Sabtu, 22/8/2026) pukul 10.00 WIB, asap terpantau di Sumatera Selatan, Jambi, hingga Riau.
"Arah angin bergerak ke barat laut. Kemungkinan besar asap dari wilayah Jambi terbawa menuju Kabupaten Kampar," ujar Bella.
Analisis Dasbor Green Policing Polda Riau atau DGPP memperkuat dugaan itu. Data menunjukkan angin di lapisan rendah hingga 800 meter bergerak dari tenggara ke barat laut.
Kecepatan angin rata-rata mencapai 41,3 kilometer per jam. Kecepatan itu cukup untuk membawa massa asap melintasi batas provinsi.
Data DGPP juga mencatat ada 98 hotspot di wilayah Jambi. Jumlah itu menjadi indikator kuat sumber asap.
Jika dikorelasikan dengan citra satelit dan arah angin, besar kemungkinan asap yang tercium di Kampar berasal dari sana.
Hingga saat ini, pemantauan masih terus dilakukan. Polda Riau melalui DGPP menggabungkan data hotspot, arah angin, dan pergerakan massa asap untuk memetakan situasi secara akurat.
BMKG mengimbau masyarakat Kampar tetap waspada. Terutama jika konsentrasi asap meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Langkah pencegahan sederhana bisa dilakukan. Kurangi aktivitas di luar ruangan dan gunakan masker saat beraktivitas.
"Penentuan sumber asap secara pasti tetap butuh verifikasi lanjutan dari instansi terkait," tambah Bella.
Meski demikian, korelasi data saat ini mengarah pada satu kesimpulan. Asap di Kampar kemungkinan besar berasal dari Jambi dan terbawa angin ke Riau. (hpk)
Komentar Anda :