Pelajaran dari Pilkada 2024 Dibahas, KPU Riau Perkuat Literasi Pemilu Anak Muda Melalui Sekolah Hijau
SULUHRIAU, Pekanbaru - Kantor KPU Provinsi Riau kembali ramai mahasiswa, Kamis (20/8/2026).
Mereka berkumpul di Sekolah Pemilu Hijau atau Green Election School. Program ini mengangkat demokrasi, kepemiluan, dan keberlanjutan dalam satu ruang belajar.
Pesertanya mahasiswa magang dari berbagai kampus di Riau. Tujuannya memperluas wawasan tentang sistem pemilu dan demokrasi.
Materi pertama disampaikan Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Riau, Abdul Rahman. Temanya Teknologi Pemilu untuk Keberlanjutan Lingkungan Hidup.
Abdul Rahman menjelaskan teknologi bisa membuat pemilu lebih efisien dan transparan. Sekaligus menekan dampak ke lingkungan.
"Penggunaan teknologi yang tepat membantu mengurangi penggunaan kertas dan sumber daya lain. Tapi tetap harus aman, akurat, dan terbuka," katanya.
Ia mendorong inovasi terus dikembangkan. Agar pemilu ke depan tidak hanya demokratis, tapi juga ramah lingkungan.
Sesi kedua diisi Ketua KPU Riau, Rusidi Rusdan. Ia mengangkat tema Siklus dan Tahapan Pemilu: Pelajaran dari Pemilu dan Pilkada Serentak 2024.
Rusidi mengurai rangkaian tahapan pemilu. Mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga penyelesaian.
"Pemilu bukan cuma soal mencoblos. Ada proses panjang di dalamnya. Memahami ini penting agar generasi muda sadar dan mau berpartisipasi," ujar Rusidi.
Ia juga membagikan catatan penting dari Pilkada 2024. Termasuk tantangan dan pembelajaran yang bisa dipakai ke depan.
Diskusi berlangsung dua arah. Mahasiswa aktif bertanya dan menanggapi materi.
Melalui Sekolah Pemilu Hijau, KPU Riau ingin menanamkan pemahaman utuh. Bahwa demokrasi berjalan lewat tahapan yang tertib, dan teknologi bisa jadi pendukung agar prosesnya berkelanjutan. (rls)
Komentar Anda :