Ketika Kuda Pacu Juara Kejurnas ''Bintang Permata'' Hangus Terbakar dalam Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2
SULUHRIAU – Duka menyelimuti dunia pacuan kuda nasional. Seekor kuda pacu bernama Bintang Permata, yang baru saja mengharumkan nama Sulawesi Selatan dengan menjuarai Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda di Pulau Jawa, dilaporkan ikut menjadi korban dalam kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di perairan Utara Madura.
Peristiwa tersebut tak hanya mengakhiri perjalanan sang juara, tetapi juga menimbulkan kerugian besar bagi pemiliknya yang kehilangan sejumlah ternak bernilai ratusan juta rupiah saat dalam perjalanan pulang menuju Kabupaten Jeneponto.
Pemilik kuda, H Lolong Azis, mengungkapkan bahwa Bintang Permata merupakan satu-satunya kuda pacu yang mewakili Sulawesi Selatan pada ajang Kejuaraan Nasional tahun ini. Kuda tersebut telah berada di Pulau Jawa sejak Februari untuk menjalani persiapan dan mengikuti rangkaian perlombaan.
"Iya, kuda pacu bernama Bintang Permata yang satu-satunya mewakili Sulawesi Selatan untuk lomba ikut terbakar. Kuda kami ke sana itu dari bulan Februari," ujar Lolong Azis, Rabu (5/8/2026).
Selain kehilangan Bintang Permata, Lolong juga mengaku enam ekor kuda potong yang baru dibelinya ikut hangus terbakar di atas kapal. Seluruh ternak tersebut sedianya akan dibawa pulang ke Jeneponto setelah menyelesaikan perjalanan dari Pulau Jawa.
Menurutnya, nilai enam ekor kuda potong tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 juta sehingga total kerugian yang dialami menjadi sangat besar.
"Waktu di Pangandaran saya antar joki. Ini mau pulang ada juga enam kuda potong yang terbakar, harganya kurang lebih Rp100 juta lebih saya beli mau ke Jeneponto," katanya.
Lolong menjelaskan, Bintang Permata selama ini ditangani oleh joki nasional Verdianto, yang akrab disapa Aco. Atlet pacuan kuda tersebut juga berada di atas KM Mutiara Sentosa 2 saat insiden terjadi.
Menurutnya, Verdianto berperan penting dalam membina dan melatih Bintang Permata hingga mampu tampil kompetitif di tingkat nasional.
"Joki kami itu atlet nasional namanya Verdianto alias Aco. Jadi dia diminta membantu melatih kuda tersebut hingga mengikuti berbagai kejuaraan," ujarnya.
Musibah yang menimpa KM Mutiara Sentosa 2 tidak hanya menyisakan duka bagi para penumpang, tetapi juga bagi pelaku usaha peternakan dan olahraga pacuan kuda.
Hilangnya Bintang Permata menjadi pukulan tersendiri karena kuda tersebut baru saja mencatat prestasi di tingkat nasional dan diharapkan terus mengharumkan nama Sulawesi Selatan pada berbagai kompetisi mendatang.
Sementara itu, penyebab kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
Aparat juga masih melakukan pendataan terhadap kerugian yang dialami para penumpang, termasuk hewan ternak yang menjadi korban dalam insiden tersebut.
Dalam insiden ini ada sejumlah penumpang korban jiwa juga kerusakan kendaraan akibat kebakaran KM Mutiara Sentosa tersebut.
Musibah kebakaran melanda Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 rute Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Makassar pada Minggu (2/8/2026) pagi.
Kapal jenis Ro-Ro milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) tersebut terbakar di perairan utara Pulau Sapudi, Sumenep, Madura saat mengangkut 232 penumpang dan 181 unit kendaraan.
Itu berdasarkan gabungan data Laporan Situasi (SITREP) H.1 Kantor SAR Surabaya dan keterangan resmi Laporan Informasi Ditpolairud Polda Jatim.
Kasi Intel Air Polda Jatim Kompol Riyanto merinci total muatan dan jumlah penumpang yang berhasil didata dari insiden kebakaran kapal tersebut:
* Total Penumpang: 232 Jiwa
* Sopir dan Kernet: 219 jiwa
* Penumpang Dewasa: 13 jiwa
* Anak-anak/Bayi: Nihil
* Total Kendaraan: 181 Unit
* Sepeda Motor: 15 unit
* Mobil Kecil: 25 unit
* Truk Sedang: 6 unit
* Truk Besar: 103 unit
* Tronton: 31 unit
* Alat Berat: 1 unit.
Sumber: detik, Ant
Editor: Khairul
Komentar Anda :