Peringati HAN 2026, Zulkifli Syukur: 30 Persen Penduduk Riau adalah Anak, Hak Mereka Wajib Dijamin
SULUHRIAU, Pekanbaru- Pemerintah Provinsi Riau menjadikan perlindungan anak sebagai prioritas pembangunan.
Komitmen itu ditegaskan dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Riau, Minggu (26/7/2026).
Mewakili pemerintah daerah, Asisten I Setdaprov Riau Zulkifli Syukur menyebut pemenuhan hak anak adalah fondasi sekaligus investasi jangka panjang bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
"Hari Anak Nasional bukan hanya seremoni tahunan. Ini momentum untuk meneguhkan kembali komitmen kita bersama dalam memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan haknya," kata Zulkifli saat membacakan sambutan.
Ia menegaskan, kebijakan yang berpihak pada anak harus lahir dari kerja bersama. Pemprov Riau akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar tercipta lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
Zulkifli juga mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak bisa diukur dari infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi saja. Kualitas sumber daya manusia sejak usia dini menjadi tolok ukur utama.
"Masa depan bangsa tidak cukup dibangun dengan gedung dan jalan. Ia dibangun dari generasi anak yang sehat, bahagia, dan punya karakter kuat," ujarnya di hadapan tamu undangan.
Menurutnya, anak yang mendapat perlindungan layak akan tumbuh optimal dan mampu berkontribusi besar bagi daerah dan negara.
Data nasional mencatat jumlah anak di Indonesia saat ini mencapai 79,9 juta jiwa. Angka itu lebih dari seperempat total penduduk. Kondisi serupa terjadi di Riau. Lebih dari 30 persen penduduk provinsi ini masuk kategori usia anak.
Dengan proporsi sebesar itu, Pemprov Riau menekankan pentingnya jaminan hak dasar tanpa diskriminasi. Hak-hak tersebut mencakup hak untuk hidup, tumbuh kembang, perlindungan dari segala bentuk kekerasan, hingga hak untuk menyampaikan pendapat.
Zulkifli berharap peringatan HAN 2026 tidak berhenti di acara seremonial. Ia mendorong pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha bersinergi nyata untuk mewujudkan Riau sebagai daerah yang ramah anak.
"Jika anak kita lindungi hari ini, maka 20 tahun ke depan kita akan menuai generasi emas yang membawa Riau dan Indonesia lebih maju," pungkasnya.
Peringatan HAN tahun ini menjadi penanda bahwa pembangunan di Riau tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga pada manusia. Anak ditempatkan sebagai kunci utama dalam mewujudkan visi Indonesia Layak Anak. (sr5, src)
Komentar Anda :