Hujan Deras 3 Jam Rendam Ruas Protokol Pekanbaru, Sudirman hingga Arifin Ahmad Berubah Bak Sungai
PEKANBARU – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Pekanbaru selama sekitar tiga jam pada Senin (20/7/2026) sore memicu genangan di sejumlah ruas jalan utama.
Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Arifin Ahmad, hingga Jalan Diponegoro menjadi titik yang paling terdampak, menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan aktivitas masyarakat terganggu.
Curah hujan yang terus meningkat sejak sore membuat saluran drainase di beberapa kawasan tidak mampu menampung debit air.
Akibatnya, genangan dengan ketinggian bervariasi menutupi badan jalan sehingga banyak kendaraan melaju perlahan, bahkan sejumlah sepeda motor dilaporkan mogok setelah nekat menerobos banjir.
Kondisi tersebut memicu antrean kendaraan cukup panjang, terutama di Jalan Jenderal Sudirman, salah satu urat nadi lalu lintas Kota Pekanbaru. Perlambatan arus juga terjadi di Jalan Diponegoro dan sejumlah ruas penghubung menuju pusat kota.
Merespons situasi itu, Direktorat Lalu Lintas Polda Riau langsung mengerahkan personel ke sejumlah titik rawan banjir untuk mengurai kemacetan sekaligus membantu masyarakat yang mengalami kendala di jalan.
Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, turun langsung memimpin pengamanan arus lalu lintas di kawasan depan Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru bersama personel Satlantas Polresta Pekanbaru.
Sekitar 50 personel gabungan disebar ke sejumlah ruas jalan yang terdampak genangan. Selain mengatur lalu lintas, petugas juga membantu pengendara yang kendaraannya mogok akibat terendam air serta mengarahkan pengguna jalan memilih jalur alternatif yang lebih aman.
"Hujan dengan intensitas sangat tinggi menyebabkan genangan di sejumlah ruas jalan protokol sehingga sempat mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Personel langsung kami kerahkan untuk mempercepat penguraian kemacetan dan membantu masyarakat di lapangan," ujar Jeki.
Kasat Lantas Polresta Pekanbaru Kompol Satrio bersama anggotanya juga terlihat berjibaku di tengah hujan. Mereka membantu mendorong sepeda motor yang mogok, mengatur kendaraan agar tidak terjebak di titik genangan yang lebih dalam, serta memastikan arus lalu lintas tetap bergerak.
Menurut Jeki, keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama selama penanganan kondisi cuaca ekstrem tersebut.
Selain menjaga kelancaran lalu lintas, petugas juga melakukan pengamanan di sejumlah titik yang dinilai berpotensi membahayakan pengendara akibat genangan air dan jarak pandang yang terbatas.
"Kami memastikan masyarakat tetap bisa beraktivitas dengan aman. Kendaraan yang mogok langsung dievakuasi agar tidak menghambat arus lalu lintas maupun membahayakan pengguna jalan lainnya," katanya.
Menjelang malam, genangan di sejumlah ruas jalan mulai berangsur surut. Arus kendaraan yang sebelumnya tersendat perlahan kembali normal setelah hujan mereda dan petugas melakukan pengaturan secara intensif.
Meski demikian, Ditlantas Polda Riau tetap menyiagakan personel di sejumlah titik strategis sebagai langkah antisipasi apabila hujan kembali turun dan memicu genangan baru.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa persoalan drainase perkotaan masih menjadi tantangan di Pekanbaru.
Intensitas hujan yang tinggi dalam waktu singkat masih berpotensi menimbulkan genangan di sejumlah kawasan, terutama pada ruas jalan dengan sistem pembuangan air yang belum optimal.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan saat berkendara di tengah cuaca ekstrem, mengurangi kecepatan ketika melintasi genangan, serta menghindari memaksakan kendaraan menerobos banjir yang dapat membahayakan keselamatan maupun merusak mesin kendaraan. (src)
Komentar Anda :