DPRD Riau Minta Maat Atas Kericuhan di Gedung Dewan, Dugaan Pengeroyokan ke Polisi, Soal Etik ke BK
SULUHRIAU, Pekanbaru- Lembaga legislatif itu menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, memastikan dugaan tindak kekerasan diproses secara hukum, serta menyerahkan persoalan etik yang melibatkan anggota dewan kepada Badan Kehormatan (BK).
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua DPRD Riau Kaderismanto dalam konferensi pers yang turut dihadiri Ketua Badan Kehormatan Imustiar, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Makmun Sholihin, Ketua Fraksi Gerindra Ginda Burnama, Ketua Fraksi Demokrat Dodi Saputra, Ketua Fraksi PAN-PPP Diski, serta anggota Komisi I Andi Darma Taufik, Jumat (17/7/2026).
Mengawali keterangannya, Kaderismanto menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Riau atas insiden yang dinilai mencederai citra lembaga legislatif.
"Kami atas nama pimpinan, seluruh anggota DPRD Riau, beserta jajaran menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Riau atas keributan yang terjadi di lingkungan DPRD," ujarnya.
Ia menjelaskan, kericuhan terjadi setelah rapat Banggar selesai dilaksanakan. Menurutnya, insiden tersebut tidak berkaitan dengan substansi pembahasan rapat yang saat itu membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025, bukan pembahasan APBD Tahun Anggaran 2027.
Kaderismanto memaparkan, rapat dimulai sekitar pukul 10.00 WIB, sempat dihentikan untuk istirahat siang, lalu dilanjutkan kembali pada pukul 13.30 WIB. Setelah agenda rapat berakhir, barulah terjadi keributan di lingkungan gedung dewan.
Berdasarkan hasil rapat pimpinan DPRD bersama pimpinan fraksi, disepakati tiga langkah sebagai tindak lanjut atas insiden tersebut.
Keputusan pertama adalah menyerahkan dugaan tindak kekerasan terhadap petugas pengamanan internal DPRD kepada aparat penegak hukum.
Menurut Kaderismanto, salah seorang petugas keamanan mengalami luka di bagian kepala saat berupaya melerai keributan dan harus menjalani perawatan medis.
"Kasus dugaan pengeroyokan terhadap petugas keamanan DPRD akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kami mendukung penegakan hukum terhadap siapa pun yang melakukan tindakan kekerasan di lingkungan DPRD," tegasnya.
Ia menambahkan, DPRD terbuka bagi siapa pun yang datang untuk menyampaikan aspirasi ataupun kepentingan lainnya. Namun, tindakan yang mengganggu ketertiban hingga menimbulkan korban tidak dapat dibenarkan.
Keputusan kedua menyangkut dugaan pelanggaran etik yang melibatkan dua anggota DPRD dari Fraksi Golkar, yakni Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan dan Ketua Komisi V Indra Gunawan Eet.
Persoalan tersebut, kata Kaderismanto, akan diproses sesuai mekanisme yang diatur dalam tata tertib DPRD dan kode etik melalui Badan Kehormatan.
"Persoalan yang berkaitan dengan anggota DPRD akan diselesaikan melalui mekanisme internal sesuai tata tertib dan ketentuan yang berlaku. Badan Kehormatan akan menjalankan tugasnya secara objektif," ujarnya.
Selain itu, DPRD Riau juga berinisiatif memfasilitasi proses perdamaian antara kedua anggota dewan tersebut sebagai upaya menjaga soliditas lembaga.
"Kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara baik. DPRD akan memfasilitasi komunikasi agar kedua belah pihak dapat berdamai dan menjaga marwah lembaga," katanya.
Sementara itu, Ketua Badan Kehormatan DPRD Riau Imustiar memastikan pihaknya segera menindaklanjuti persoalan tersebut sesuai prosedur yang berlaku.
Ia mengatakan BK terlebih dahulu akan menggelar rapat internal untuk menentukan langkah penanganan terhadap dugaan pelanggaran kode etik.
"Seluruh proses akan mengacu pada tata tertib DPRD, kode etik, dan tata beracara Badan Kehormatan. Setelah rapat internal dilaksanakan, kami akan menjalankan tahapan sesuai mekanisme yang berlaku," kata Imustiar.
Menurutnya, keputusan BK nantinya akan didasarkan pada hasil pemeriksaan serta fakta-fakta yang diperoleh selama proses berlangsung.
Di sisi lain, dugaan tindak pidana yang terjadi dalam insiden tersebut tetap menjadi kewenangan aparat kepolisian. Sebelumnya, Polda Riau menyatakan masih mengumpulkan barang bukti, rekaman CCTV, serta keterangan saksi untuk mengungkap secara utuh kronologi kericuhan yang terjadi di Gedung DPRD Riau.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Parisman Ihwan maupun Indra Gunawan Eet terkait peristiwa tersebut. (src)
Komentar Anda :