Kabar Bupati Kuansing Diperiksa KPK Beredar dan Jadi Perbincangan, Publik Menanti Penjelasan Resmi
SULUHRIAU, Kuansing– Kabar mengenai Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, yang disebut menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Mapolres Kuansing, Senin (29/6/2026), beredar dan menjadi perbincangan di tengah masyarakat.
Hingga berita ini dirilis, informasi tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari KPK maupun pihak terkait lainnya.
Informasi yang beredar menyebutkan pemeriksaan itu diduga berkaitan dengan penanganan perkara yang mencakup dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan pemerasan.
Namun, belum ada pernyataan resmi dari lembaga antirasuah yang membenarkan ataupun membantah kabar tersebut.
Di tengah beredarnya informasi itu, situasi di sekitar Rumah Dinas Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuansing turut menjadi perhatian. Pengamanan di lokasi tampak diperketat dengan kehadiran personel TNI dan Polri yang berjaga.
Sejumlah awak media yang datang untuk melakukan peliputan juga dikabarkan tidak diperkenankan memasuki area rumah dinas sehingga aktivitas di dalam lokasi tidak dapat dipantau secara langsung.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apakah peningkatan pengamanan tersebut berkaitan dengan kabar pemeriksaan yang beredar atau merupakan bagian dari pengamanan kegiatan lain.
Upaya konfirmasi wartawan juga telah dilakukan kepada Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. Namun, hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan ataupun pernyataan resmi yang disampaikan.
Kabar tersebut pun dengan cepat menyita perhatian masyarakat Kuansing. Terlebih, daerah itu baru saja menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 Tingkat Provinsi Riau yang dihadiri sejumlah pejabat daerah dan mendapat perhatian publik.
Suluhriau.com masih terus berupaya memperoleh konfirmasi dari KPK dan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi.
Sekretaris Dinas Kominfo Kuansing Hevi Heri Antoni, dimintai konfirmasi melalui chat WA mengaku tidak mengetahui hal ini," kurang jole nyo (kurang jelas). Tidak kapasitas awak menjelaskanya," ungkapnya.
Ditanya mengenai rumah sekda dijaga ketat aparat, Hevi kembali menegaskan dirinya tak mengetahui hal itu. "Tak jelas oleh saya, soal apa dan siapa, salah info nanti jadi fitnah, "ujar Hevi yang perupakan mantan wartawan tersebut.
Berita ini akan diperbarui setelah ada keterangan resmi dari pihak berwenang agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat, berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan. (src)
Komentar Anda :