Kecelakaan di Padangbesi Sumbar, Truk Sawit Diduga Rem Blong Hantam 4 Kendaraan, 4 Orang Tewas
SULUHRIAU, Sumbar- Kecelakaan lalu lintas terjadi di kawasan Padangbesi, Lubukkilangan, Kota Padang Sumatera Barat (Sumbar) Minggu, (10/5/2026).
Lakalantas ini melibatkan lima kendaraan. Diduga sebuah truk sawit mengalami rem blong. Akibatnya menghantam mobil lain sehingga terjadi tabrakan beruntun.
Peristiwa ini mengakibat empat orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Peristiwa tragis ini bermula sekitar pukul 07.30 Wib. Sebuah truk bermuatan cangkang kelapa sawit tengah melaju dari arah Indarung menuju Padangbesi. Saat melintasi jalanan menurun yang cukup curam, truk tersebut meluncur diduga mengalami kegagalan fungsi rem.
Informasi yang dihimpun, tabrakan melibatkan dua truk dan tiga unit minibus dengan kondisi kerusakan yang sangat parah.
Selain korban jiwa, sejumlah penumpang lainnya mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat oleh petugas gabungan dan warga sekitar.
"Semua korban telah dievakuasi ke Semen Padang Hospital dan Rumah Sakit Universitas Andalas (Unand)," kata Kasat Lantas Polresta Padang, AKP Riwal Maulidinata.
AKP Riwal mengatakan, anggotanya sudah dikerahkan ke rumah sakit untuk memantau kondisi para korban dan mengumpulkan informasi tambahan dari pihak medis.
Riwal Maulidinata menyatakan, pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab insiden tersebut.
Dugaan sementara, kecelakaan bisa dipicu oleh kegagalan sistem pengereman atau rem blong pada salah satu truk. Ia menyebutkan, proses penyelidikan di tempat kejadian perkara masih berlangsung guna memastikan faktor utama penyebab tabrakan.
Untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut, kepolisian telah mengamankan sopir truk yang terlibat dalam kecelakaan tersebut di Polsek Lubuk Kilangan.
Akibat kecelakaan ini, arus lalu lintas di kawasan Lubukkilangan sempat mengalami kemacetan panjang selama proses olah TKP dan evakuasi bangkai kendaraan oleh pihak kepolisian.
Warga juga ramai mengerumuni lokasi untuk melihat peristiwa tersebut. Kendati demikian, pihak kepolisian sudah ada di lokasi untuk memberlakukan sistem buka tutup.
Insiden ini kembali menyoroti kondisi kerawanan jalur menurun Indarung–Lubukkilangan, terutama bagi kendaraan berat.
Aktivitas transportasi yang padat setiap harinya menuntut pengecekan kelaikan kendaraan secara ketat guna menghindari terulangnya tragedi serupa di masa depan. (ins,kpc)
Editor: Khairul
Komentar Anda :