Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
Stok Rudal Menipis di Hari Kelima Perangi Iran, AS Mulai Kewalahan?
Rabu, 04 Maret 2026 - 15:03:42 WIB

SULUHRIAU- Amerika Serikat (AS) disebut mulai mengalami kekurangan persediaan rudal penting, termasuk rudal serang darat Tomahawk dan rudal pencegat SM-3, di hari kelima berperang melawan Iran, Rabu (4/3/2026).


Menurut laporan CNN, seorang pejabat senior AS membocorkan bahwa Washington memperkirakan serangan ke Iran akan meningkat dalam 24 jam ke depan. 


Namun, di saat bersamaan pejabat itu juga mengatakan persediaan rudal dan pencegat AS semakin menipis.


Pakar Prediksi Iran Diuntungkan jika Perang Lawan AS Berlangsung Lama
Dilansir The Middle East Monitor (MEMO), serangan gabungan AS-Israel fase pertama ke Iran pada 28 Februari lalu memang berhasil melemahkan pertahanan Iran.


Fase berikutnya diperkirakan akan menargetkan fasilitas produksi rudal, pesawat tanpa awak, serta kemampuan angkatan laut Iran.


Operasi militer AS ke Iran ini berlangsung kala Pentagon memang sudah menghadapi kekurangan rudal Patriot, karena sebagian besar persediaan telah digunakan untuk mendukung pertahanan udara Ukraina selama empat tahun perang dengan Rusia.


Bocoran pejabat AS ini mengindikasikan jika serangan terhadap Iran berlanjut lebih dari 10 hari, persediaan sejumlah rudal penting milik AS bisa benar-benar mulai menipis.


Dikutip Al Jazeera, Pentagon juga disebut telah memperingatkan Presiden Donald Trump bahwa operasi militer ke Iran yang berkepanjangan akan membawa risiko serius, termasuk tingginya biaya untuk mengisi kembali stok amunisi Washington yang kian menipis.


Sejumlah analis kepada Al Jazeera menyatakan beberapa jenis senjata stok AS mungkin telah menipis jauh sebelum itu, khususnya rudal pencegat (interceptor) yang krusial.


Jika perang dengan Iran berlanjut, kekurangan paling mungkin dialami AS adalah pada amunisi presisi berteknologi tinggi dan sistem pencegat seperti THAAD.


Hal ini mencakup Joint Direct Attack Munitions (JDAM), yakni perangkat pemandu yang menggunakan Global Positioning System (GPS) untuk mengubah bom tanpa pemandu menjadi bom berpemandu presisi, sehingga menjadikan bom "biasa" sebagai bom "cerdas".


Satu baterai THAAD umumnya terdiri dari 95 personel, enam peluncur yang dipasang di truk, 48 rudal pencegat (masing-masing delapan per peluncur), satu sistem radar, serta komponen kendali tembakan dan komunikasi. Hingga pertengahan 2025, terdapat sembilan baterai THAAD aktif di seluruh dunia, menurut Lockheed Martin.


Pada 2024 kalu, koresponden Al Jazeera Mike Hanna melaporkan dari Washington, DC, bahwa satu baterai THAAD menelan biaya antara 1 miliar hingga 1,8 miliar dolar AS.


Rudal pencegat dan amunisi memerlukan waktu berbulan-bulan untuk dirakit, diintegrasikan, dan diuji. Setelah itu, masih dibutuhkan waktu tambahan untuk pengiriman melalui laut dan udara, serta untuk pemasangan dan penempatan operasional.


Para ahli menyebut sistem pertahanan rudal canggih pada dasarnya dirancang untuk menghadapi serangan terbatas dengan intensitas tinggi dari negara seperti Rusia, China, atau Korea Utara, bukan untuk menghadapi rentetan serangan besar dan berkepanjangan dengan rudal yang relatif murah.


Seiring waktu, stok terbatas rudal pencegat canggih akan terkuras dengan biaya sangat tinggi, karena setiap intersepsi bisa menelan ratusan ribu hingga jutaan dolar AS untuk menjatuhkan rudal yang mungkin hanya memerlukan biaya beberapa ribu dolar untuk diproduksi.


Peneliti senior di lembaga pemikir AS Stimson Center, Christopher Preble, mengatakan kepada Al Jazeera meski AS mampu menanggung biaya finansial perang berkat anggaran pertahanan bernilai triliunan dolar, kendala utama terletak pada persediaan rudal pencegat seperti Patriot dan SM-6.


Preble memperingatkan bahwa AS tidak dapat mengandalkan intersepsi rudal selamanya dalam menangkis serangan balasan Iran dan milisi sekutunya.


"Masuk akal untuk berspekulasi bahwa laju operasi saat ini, dalam hal jumlah intersepsi, tidak dapat berlanjut tanpa batas, dan mungkin tidak bisa bertahan lebih dari beberapa pekan," ujarnya.


Produksi pengganti juga tidak bisa dilakukan secara instan. "Rudal Patriot atau SM-6 ... adalah perangkat yang sangat kompleks," tambahnya.


Trump ngotot


Namun, Trump kekeh bahwa AS memiliki persediaan yang cukup untuk melanjutkan kampanye militer di Iran.


"Persediaan amunisi Amerika Serikat, pada tingkat menengah dan atas-menengah, tidak pernah lebih tinggi atau lebih baik-sebagaimana disampaikan kepada saya hari ini, kami memiliki pasokan senjata ini yang nyaris tak terbatas. 


Perang dapat berlangsung 'selamanya', dan sangat berhasil, hanya dengan menggunakan persediaan ini," tulis Trump di platform Truth Social pada Selasa.


Meski Trump pada Senin mengatakan bahwa rencana perang terhadap Iran awalnya "diproyeksikan empat hingga lima pekan" namun bisa berlangsung lebih lama. (bac, cnn, src)


 




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat