Kamis, 01 Oktober 2026 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
 
 
☰ Sosial Budaya
GNI Update: Google Soroti Tantangan dan Peluang Media di Indonesia
Senin, 09 Februari 2026 - 21:23:46 WIB

SULUHRIAU- Google News Initiative (GNI) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem jurnalisme berkualitas di Indonesia, melalui forum GNI Update, yang digelar Minggu (8/2/2026) di Aston Serang, Banten. 


Kegiatan ini menjadi ajang pemaparan perkembangan terbaru sekaligus investasi strategis Google bagi media di Tanah Air. 


Forum dengan tajuk GNI Update: Untuk Ekosistem Berita Berdaya di Indonesia itu dihadiri oleh 
pemangku kepentingan utama dalam ekosistem pers, termasuk pemerintah, Dewan Pers, serta mitra media. 


Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria, melontarkan sebuah pertanyaan untuk memantik diskusi, saat membuka GNI Update. 


“Apakah jurnalisme masih 
relevan di tengah gempuran media sosial dan Kecerdasan Buatan (AI)?” 
Menurut dia, jurnalisme itu penting dan memang harus ada manusia yang melakukannya. 


“Kenapa?” pertanyaan Nezar selanjutnya. 


Keberadaan mesin pencari, media sosial dan AI membuat informasi mudah didapat. Alhasil, banyak konten sintetis yang membanjiri banyak platform media sosial, juga lanskap industri komunikasi. 


Lalu, bagaimana kita bisa membuktikan informasi itu otentik atau sekadar rekayasa 
atau hoaks. 


“Karena konten yang sintetis itu sekarang sudah hampir mirip. Bukan sudah hampir ya, sangat 
mirip dengan aslinya. Kita sulit membedakan,” kata Nezar. 


“Di tengah hal yang demikian, yang maju itu, kita merindukan jurnalisme. Kenapa? Karena jurnalisme punya satu disiplin yang kita sebut dengan disiplin verifikasi. Saya kira ini yang apa ya, ketaatan, disiplin dengan verifikasi. 


Ini yang mungkin pada satu saat Chat GPT bisa melakukannya atau mesin-mesin kecerdasan buatan, generatif AI bisa melakukannya. 


Namun demikian, saya yakin verifikasi yang mendalam dan otentik itu tetap membutuhkan yang namanya manusia,” dia menjelaskan. Oleh karena itu, pers pun harus kreatif dan inovatif. Salah satunya, tidak boleh menurunkan kualitas konten/produk jurnalisme. Pers tidak boleh ikut-ikutan latah membuat judul clickbait misalnya. 


“Tetap dijaga kualitas kontennya. Karena itu adalah core dari jurnalisme,” kata Nezar. 


Ketua Dewan Pers Republik Indonesia, Prof Komaruddin Hidayat, mengungkit soal penyebaran informasi sangat cepat pada zaman ini. Walaupun, kata dia, terkadang “terasa” sama, lantaran sumbernya sama. 


Layanan informasi dari mesin pencari seperti Google, sebagian diambil dari 
karya-karya tulis dan karya jurnalistik. 


Sehingga, lanjut dia, ada berapa wartawan yang bekerja keras melakukan investigative report, 
eksklusif, tapi kemudian begitu masuk ke Google, orang lain dengan mudahnya meng-copy-paste. 


Oleh karena itu, lanjut dia, publisher right menjadi penting. Jika tidak, akan menurunkan semangat jurnalis untuk melakukan investigative report. 


"Karena dia capek-capek kerja, tidak ada insentifnya, dan tidak ada royaltinya, dan ini negatif. Positifnya jangan tanya lah, saya hanya memberi catatan hal-hal yang ke depan perlu kerja sama yang baik, perlu dibicarakan bersama antara Pers dan Google, di samping UKW saya senang sekali, tapi juga ada beberapa agenda kerjasama yang perlu dibicarakan lebih lanjut. 


Salah satunya, kemungkinan bagaimana publisher right itu bisa dibicarakan, sehingga ada win-win 
solution bersama-sama, dan kemudian juga beberapa kerja sama yang lain,” ujar Komarudin 
dalam pidato utama di Forum GNI Update, Minggu (8/2/2026). 


“Sehingga Google tetap berkembang, tapi dunia pers juga berkembang, riset keiluman juga berkembang, kerja sama ini perlu kita cepatkan bersama,” sambung dia. 


Sementara, Head of News Partnerships Southeast Asia, Adeel Farhan, memaparkan visi regional 
GNI di Asia Tenggara. 


Ia menyoroti komitmen jangka panjang Google dalam mendukung inovasi media melalui program-program yang disesuaikan dengan konteks lokal, termasuk Indonesia. 


Sesi dilanjutkan dengan paparan News Partner Manager Southeast Asia, Yos Kusuma, yang mengulas 
berbagai kemitraan strategis GNI di Indonesia. 


Acara juga diisi dengan dua sesi diskusi panel yang menghadirkan alumni Project Sigma Indonesia 
dan Revenue Growth Lab Indonesia. 


Dua program GNI terbaru di Indonesia. Para panelis berbagi pengalaman transformasi digital, khususnya dalam menjangkau audiens Generasi Z serta mengembangkan strategi monetisasi berbasis data dan eksperimen nyata. 


Ada enam panelis dalam dua sesi diskusi tersebut, yakni Kepala Pemasaran Pertumbuhan dan 
CRM di TEMPO, Erwin Daniel; Manajer Digital di Kompas TV, Haris Mahardiansyah; Managing 
Editor di GoodStats, Iip Muhammad Aditiya; Kepala Pengembangan Produk di Indozone, Chrisna 
Samuel; Produser & Host di Liputan6, Ratu Annisaa Suryasumirat (Tentatif); Priskila Ifke Goni dan 
Arif Ahmadsyah dari Anymind, Mitra Pelaksana untuk Proyek Sigma Indonesia dan Revenue Growth Lab Indonesia. 


Project Sigma Indonesia merupakan program intensif 10 minggu yang berfokus pada inovasi 
format dan pemanfaatan data untuk meningkatkan keterlibatan audiens muda. 


Sementara itu, Revenue Growth Lab Indonesia dirancang selama delapan minggu untuk membantu penerbit 
memperkuat keberlanjutan digital melalui optimalisasi periklanan dan pengelolaan pendapatan 
pembaca. 


Melalui GNI Update, Google berharap dapat memperkuat hubungan antara perusahaan teknologi, regulator, dan industri media, sekaligus membuka peluang kolaborasi baru demi terciptanya ekosistem informasi digital yang sehat dan berdaya di Indonesia. (rls)


 




 
Berita Lainnya :
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    02 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    03 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    04 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    05 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    06 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    07 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    08 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    09 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    10 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    11 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    12 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    13 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    14 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    15 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    16 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    17 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    18 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    19 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    20 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    21 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    22 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat