Presiden Prabowo Sorot Baliho Semrawut di Sejumlah Kota, Wako Pekanbaru: Kami Sudah Lebih Dulu Menertibkan
SULUHRIAU, Pekanbaru- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru merespon sosotan Presiden soal baliho semrawut di sejumlah kota besar di Indonesia yang disampaikan saat saat memberikan arahan dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Bogor, Jawa Barat, pada Senin, (2/2/2026).
Pernyataan sekaligus srahan presiden tersebut direspons Walikota Pekanbaru Agung Nugroho. Dikatakannya, Pemko Pekanbaru lebih dulu melakukan penertiban baliho baik iklan dan lainnya dengan pemotongan tiang baliho atau billboard yang melanggar ketentuan.
Agung Nugroho menyampaikan sepanjang tahun 2025 sebanyak 198 tiang billboard telah dipotong, serta sekitar 300 baliho telah ditertibkan karena dinilai melanggar aturan dan mengganggu keindahan kota.
“Penertiban ini bukan sekadar penegakan aturan. Billboard dan baliho yang semrawut adalah sampah visual yang mengganggu estetika kota. Karena itu kami tertibkan agar Pekanbaru menjadi lebih rapi, nyaman, dan enak dipandang,” ujar Agung Nugroho.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut juga bertujuan untuk menghilangkan sampah visual, menambah ruang terbuka hijau, serta menata ulang wajah kota agar lebih manusiawi dan berkelanjutan.
Menurut Agung, langkah cepat yang dilakukan Pemko Pekanbaru mencerminkan komitmen daerah untuk menjadi kota yang responsif terhadap kebijakan pemerintah pusat dan instruksi Presiden.
“Kami ingin Pekanbaru menjadi kota yang sigap dan sejalan dengan arah kebijakan nasional. Arahan Presiden kami terjemahkan menjadi kerja nyata di lapangan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Agung menyampaikan penertiban billboard dan baliho tersebut mendapat dukungan penuh dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pekanbaru, sehingga pelaksanaannya berjalan tertib, aman, dan kondusif.
“Dengan dukungan Forkopimda, penertiban dapat berjalan lancar dan terkoordinasi. Ini menunjukkan kuatnya sinergi pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan seluruh unsur terkait dalam menata kota,” ungkapnya.
Agung menambahkan, penertiban akan terus dilanjutkan karena masih terdapat reklame yang mengganggu keindahan dan ketertiban kota.
“Kami konsisten menata kota agar Pekanbaru tertib secara aturan, indah secara visual, hijau, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.
Seperti diberitakan, Presiden RI Prabowo Subianto mengaku menaruh perhatian serius pada persoalan kebersihan dan keindahan kota.
Hal itu disampaikannya saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menggagas Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).
Gerakan ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.
Salah satu fokus utama dalam Gerakan ASRI adalah penataan baliho dan spanduk. Prabowo secara terbuka mengaku merasa terganggu dengan maraknya spanduk berukuran besar yang memenuhi ruang publik dan merusak estetika kota.
Ia menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke sejumlah daerah, spanduk-spanduk iklan dinilai terlalu mencolok dan tidak tertata. (sr5, src)
Komentar Anda :