SULUHRIAU, Pekanbaru- DR H Saidul Amin terpilih menjadi ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Riau periode 2025-2030.
Ia terpilih melalui musyawarah daerah (Musda) ke VIII MUI Riau digelar di Gedung Dharma Wanita, Selasa (23/12/2025).
Melalui musda ini, awalnya ada lima calon yang muncul yakni, Prof DR Ilyas Husti (ketua MUI sebelumnya), Prof DR Munzir Hitami dan Prof Akbarizan, Dr Saidul Amin dan Husni Domo Sutan Sati. Belakangan Prof DR Ilyas Husti mengundurkan diri dari pencalonan.
Dalam pemilihan berlangsung di musda itu, dari anggota formatur terbentuk sebanyak 15 orang, 13 orang memberikan suara untuk DR Saidul Amin dan 2 suara untuk Prof DR Munzir Hitami.
Dengan demikian, DR Saidul Amin yang juga Rektor UMRI ini terpilih menjadi Ketua MUI lima tahun ke depan. Prof DR Ilyas Husti jadi dewan pertimbangan MUI.
Kasi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan, Abdul Wahid yang turut hadir di acara pembukaan musda MUI tersebut, menyampaikan Tahniah kepada Buya Saidul Amin. "Semoga bisa membawa MUI Riau terus lebih baik, berkemajuan, dan berkhitmat bagi umat," harapnya.
Sebelumnya, Musda MUI Riau ke VIII dibuka Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Syahrial Abdi.
Musda MUI Riau ini mengangkat tema “Meneguhkan Peran Ulama Untuk Mewujudkan Riau Maju dan Berkelanjutan Dalam Lingkungan Budaya Melayu Yang Agamis”.
Dalam sambutannya, Syahrial Abdi menyambut baik diselenggarakannya Musda ke-8 MUI Provinsi Riau.
Melalui musda ini, ia berharap dapat menyatukan visi dan persepsi pemerintah dan ulama untuk membangun spiritualitas masyarakat.
“Saya berharap hubungan kerja sama antara pemerintah dan ulama untuk bangun spiritualitas masyarakat kedepannya dapat menyemarakkan kegiatan keagamaan di Riau," kata Syahrial Abdi.
Dalam kesempatan itu, ia menyatakan tema musda yang diusung MUI Riau pada saat ini, sangat relevan dan kontekstual dengan tantangan zaman serta kebutuhan umat.
Sejalan dengan upaya memperkuat peran MUI sebagai penjaga akidah umat, perekat persatuan serta mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kehidupan beragama yang moderat, rukun dan berkeadaban.
“Kami Pemprov Riau tentu menyambut baik dan mendukung penuh Musda ke VIII MUI Riau ini, sebagai agenda lima tahunan MUI dalam memperkuat eksistensinya sebagai sebuah lembaga yang senantiasa mampu melakukan pembinaan, penataan dan pembaharuan terutama dalam pembangunan umat serta mengantisipasi berbagai perkembangan yang semakin kompleks di tengah masyarakat,” pintanya.
Ia berharap momentum Musda ini akan menjadi saat yang tepat bagi pengurus MUI Riau untuk melakukan evaluasi, koordinasi dan rekonsiliasi serta menyusun rumusan rumusan pemikiran yang implementatif dalam menguatkan peran ulama di daerah ini.
“Terutama peran ulama dalam pembangunan moral dan akhlak serta rumusan program yang dapat mempercepat terwujudnya masyarakat Riau yang religius, berkarakter, bermarwah, maju, sejahtera serta hidup dalam kedamaian dan damai dalam kehidupan,” harapnya.
Sementara itu, Ketua MUI Riau Ilyas Husti menyatakan Musda MUI merupakan forum tertinggi tingkat daerah yang memiliki makna strategis bukan hanya sebagai ajang evaluasi dan regenerasi pimpinan terapi juga sebagai wahana muhasabah konsolidasi dan perumusan arah perjuangan ulama dalam menjawab dinamika umat di masa yang akan datang.
Menurut Ilyas, MUI Riau memiliki peran yang sangat penting dalam khadimul ummah, shodiqul hukumah dan himayatul ummah. Peran ini menuntut MUI Riau untuk senantiasa hadir memberikan bimbingan keagamaaan, fatwa tausiyah serta rekomendasi strategis demi terwujudnya masyarakat Riau yang religius bermarwah beradab dan berkeadilan.
“Kita menyadari tantangan unat kedepan akan semakin kompleks, seperti moderasi beragama, penguatan akidah umat, instruksi digital, penyebaran paham menyimpang, degradasi moral generasi muda hingga persoalan sosial keagamaan kontemporer menuntut kehadiran MUI yang lebih responsif, eksklusif dan sportif,” ujar Ilyas.
Oleh karena itu, Musda MUI ke-VIII ini diharapkan mampu melahirkan program kerja yang visual dan realistis serta mampu melahirkan kepemimpinan MUI yang amanah, berintegritas dan kolektif kolegal.
“Kamu berharap ke depannya, MUI Riau dapat memberikan kontribusi lebih luas lagi jangkauan di daerah dan memberikan manfaat positif kepada masyarakat kita,” tandasnya. (sr5, mcr)
Komentar Anda :