Kamis, 01 Oktober 2026 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
 
 
☰ Peristiwa
Anak Gajah ''Laila'' di Sebanga Dinyatakan Mati Akibat Infeksi Virus EEHV
Senin, 15 Desember 2025 - 20:59:20 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru - Tanda tanya pemerhati Konservasi di Provinsi Riau, terkait penyebab Kematian anak Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) bernama "Laila" di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Sebanga, Kabupaten Bengkalis, akhirnya terjawab yakni disebabkan infeksi Elephant Endotheliotropic Herpes Virus (EEHV).


Penyebabnya didapat setelah hasil pemeriksaan laboratorium Medica Satwa Laboratoris di Bogor terhadap sampel jaringan dan organ yang diserahkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, rampung dilakukan.


Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan hasil uji laboratorium menunjukkan Laila positif terinfeksi virus Elephant Endotheliotropic Herpes Virus (EEHV) yang menyerang organ hati (hepar). 


“Berdasarkan pemeriksaan laboratorium, penyebab kematian Laila adalah infeksi virus EEHV,” kata Supartono di Pekanbaru, Senin (15/12/2025).


EEHV, jelas Supartono, merupakan virus herpes yang secara khusus menyerang gajah, terutama anak gajah, dengan tingkat kematian yang tinggi. 


“Penyakit ini dikenal berkembang sangat cepat dan sulit ditangani, serta hanya menular antar gajah,” jelas Supartono.


Ia menegaskan hasil pemeriksaan ini menjadi dasar evaluasi dan langkah pencegahan ke depan guna melindungi gajah-gajah lain di kawasan konservasi, khususnya anak gajah yang rentan terhadap infeksi mematikan tersebut.


Laila, anak gajah betina berusia 1 tahun 6 bulan, merupakan hasil kelahiran alami pada 6 April 2024 dari induk bernama Puja dan pejantan Sarma. Sejak lahir, Laila berada dalam pemantauan ketat tim medis dan mahout di PKG Sebanga.


Supartono menjelaskan, kondisi kesehatan Laila mulai menurun pada 20 November 2025. Saat itu, Laila terlihat kurang aktif meski nafsu makan dan minum masih normal. 


Mengatasi hal tersebut, tim medis BBKSDA Riau segera melakukan pemeriksaan dan memberikan penanganan awal berupa cairan infus, obat-obatan, serta pemantauan intensif setiap dua jam.


“Hasil pemeriksaan awal menunjukkan suhu tubuh masih dalam batas normal. Namun, kondisi terus kami pantau secara ketat,” ujarnya.


Pada malam 21 November 2025 hingga pukul 22.00 WIB, Laila masih terpantau makan, minum, dan menyusu. Namun sekitar pukul 00.30 WIB, Laila terdengar menjerit. Meski sempat berdiri dan kembali menyusu setelah penanganan, kondisi kritis berlanjut hingga dini hari.


“Sekitar pukul 05.30 WIB pada 22 November 2025, Laila dinyatakan mati dalam kondisi terbaring,” kata Supartono.


Untuk memastikan penyebab kematian, tim dokter hewan BBKSDA Riau segera melakukan nekropsi dan mengambil sampel jaringan serta organ vital. Sampel tersebut kemudian dikirim ke laboratorium untuk analisis lanjutan hingga akhirnya diketahui Laila terinfeksi virus EEHV. (mcr)


 




 
Berita Lainnya :
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    02 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    03 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    04 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    05 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    06 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    07 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    08 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    09 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    10 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    11 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    12 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    13 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    14 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    15 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    16 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    17 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    18 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    19 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    20 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    21 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    22 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat