Soal OTT KPK di Riau yang Sebut Gubri Abdul Wahid Ikut Kena OTT, Ini Kata UAS dan Plt Kadiskominfo Riau
SULUHRIAU, Pekanbaru- Hingga malam ini kabar operasu tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Riau termasuk menyebut Gubernur Riau Abdul Wahid ikut kena OTT, masih menunggu kabar pasti.
Ustadz Abdul Somad (UAS) melalui video berdurasi sekitar 14 detik yang beredar di flatform media sosial (medsos) menyampaikan bukan Abdul Wahid (gubernur) yang terjaring OTT lembaga anti rasua itu.
"Berita yang betul itu Kadis PUPR dan Ka UPT OTT, Gubernur Riau dimintai keterangan. Itu yang betul," kata Ustazd Abdul Somad dikutip dari vodeonya Senin (3/11/2025).
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau, Teza Darsa, kepada media menegaskan, bahwa pemberitaan yang menyebut Gubernur ikut diamankan tidak benar.
“Kami luruskan, Bapak Gubernur tidak ditangkap. Beliau hanya dimintai keterangan oleh penyidik KPK terkait kegiatan pemeriksaan. Begitu juga dengan Wakil Gubernur, beliau juga hanya dimintai keterangan,” ujar Teza.
Klarifikasi serupa juga disampaikan sumber internal Pemprov yang menyebutkan bahwa pemeriksaan terhadap dua pimpinan daerah itu bersifat kooperatif dan sebagai bentuk tanggung jawab administratif.
Sebelumnya, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, ketika dikonfirmasi, membenarkan soal OTT tersebut. "Sampai saat ini ada sejumlah 10 orang (diamankan)," ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, ketika dikonfirmasi dan keterangan ini dirilis banyak media.
Sementara, Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto mengatakan, dari pejabat yang diamankan tersebut, di antaranya ada Gubernur Riau, Abdul Wahid. "Ya (ada Gubernur Riau, red)," kata Fitroh.
Sejauh ini, KPK belum memberikan informasi detail terkait OTT tersebut. Juga belum diketahui, ke mana para pejabat yang diamankan dibawa oleh KPK.
Sebelumnya, diinformasikan OTT dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB di Dinas PUPR Riau, Jalan SM Amin Pekanbaru. Dari pantauan lapangan pada Senin petang, sekitar enam unit mobil meninggalkan lokasi.
Kepala Dinas PUPR-PKPP, Muhammad Arif Setiawan, ikut dibawa oleh penyidik KPK. Bahkan ia sempat melemparkan senyum kepada wartawan yang telah menunggu di lokasi tersebut. "Tidak ada, aman," kata Arif. (src)
I
Komentar Anda :