Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Natuna
Bangkitkan Nafas Budaya Natuna
BPK Wilayah IV Gelar Workshop Tari Mendu, Lang-Lang Buana dan Tari Topeng
Minggu, 10 Agustus 2025 - 12:29:49 WIB

SULUHRIAU, Natuna- Derasnya hujan disertai angin kencang, mengguyur  Kota Ranai, suara gong dan gendang dari Museum Sriserindit terdengar memecah udara. 

Nada-nada itu memanggil kembali ingatan pada masa ketika tari-tarian tradisional bukan hanya pertunjukan, melainkan bagian dari napas kehidupan masyarakat pesisir.

Pada Minggu, 10 Agustus 2025, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IV membuka sebuah lokakarya tiga hari, untuk mempelajari dan mempraktikkan tiga kesenian khas Natuna, yakni Tari Mendu, Lang-Lang Buana, dan Tari Topeng.

Kegiatan ini melibatkan 150 pelajar dari tingkat SLTA hingga perguruan tinggi, termasuk siswa SMAN 1 Bunguran Timur, SMAN 2 Bunguran Timur, SMA 1 Bunguran Timur Laut, MAN Ranai, SMK Pariwisata, hingga mahasiswa STAI Natuna.

Natuna, wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) berada di Ujung Utara Indonesia, menyimpan kekayaan budaya yang sebagian besar belum dikenal luas.

Tari Mendu, sebuah seni teater tradisional yang memadukan tarian, nyanyian, dan dialog, sudah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.

Lang-Lang Buana – Tari tradisi  juga telah masuk WBTB, hanya ditemukan di Natuna, menjadi identitas kuat masyarakatnya.

Berbeda dengan tari topeng tarian ini banyak juga ditemukan di Jawa atau Bali, kesenian ini justru digunakan sebagai media penyembuhan bagi orang sakit. 

Gerakannya terbagi menjadi tiga pola:l, tari tangan, tari kain, dan tari piring, dibawakan oleh lima hingga enam penari diiringi musik dari limpung, gong, dan gendang. 

Uniknya, tari ini hanya ada di Desa Tanjung, Kecamatan Bunguran Timur Laut, dan belum banyak dikenal masyarakat Kepulauan Riau.

“Ketiga tarian ini adalah harta karun hampir punah dimakan zaman,” ujar Andiyansyah, staf perencanaan BPK Wilayah IV, dalam konferensi pers usai pembukaan. “Kewajiban kitalah untuk menjaga dan menghidupkannya kembali.”

Lokakarya ini bukan sekadar pelatihan teknis. Ia menjadi sebuah ajakan, terutama bagi generasi muda, untuk ikut merawat akar budaya mereka sendiri di tengah gempuran tarian modern begitu cepat menyebar melalui media sosial.

Andiyansyah menyebut kegiatan ini sebagai kenduri budaya, perayaan yang menghubungkan kembali masyarakat dengan warisan leluhur mereka. 

Hasil latihan para peserta rencananya akan ditampilkan di Kecamatan Pulau Tiga pada 13–15 Agustus mendatang. Tak menutup kemungkinan, Pulau Tiga kelak akan dijadikan desa budaya.

“Selain melatih, kami juga melakukan investasi kebudayaan. Karena melestarikan budaya bukan hanya soal menghafal gerak tari, tapi menumbuhkan kebanggaan dan rasa memiliki,” tegasnya.

Di era globalisasi, budaya tradisional sering terpinggirkan oleh tren hiburan modern. Namun, bagi daerah seperti Natuna, tarian-tarian ini bukan sekadar pertunjukan seni, ia adalah penanda identitas, penutur sejarah, dan jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan.

Melalui lokakarya ini, BPK Wilayah IV bukan hanya mengajarkan langkah tari, tetapi juga menyemai kesadaran bahwa di setiap gerak tangan dan denting gong, tersimpan kisah dan nilai  tak ternilai harganya.

Ketika Pulau Tiga kelak menyambut para penari muda dengan tarian Mendu, Lang-Lang Buana, dan Tari Topeng, bukan hanya seni dipertontonkan, melainkan jiwa sebuah daerah  kembali hidup di hadapan dunia.

Sementara Kadisdikbud Natuna Hendra Kusuma memberikan apresiasi kepada BPK IV karena memberikan kesempatan kepada para generasi muda untuk melakukan pelatihan pelestarian  budaya lokal.

Perlu saya sampaikan dengan majunya teknologi ada dampak positif dan negatifnya. Karena lewat teknologi budaya asing masuk. Sehingga budaya kita mulai tertinggal.

Ia mengatakan jika Natuna butuh Dinas Kebudayaan. Namun karena efesiensi anggaran maka saya tak berani mengajukan.

"Mari kita lestarikan budaya kita lewat lokakarya hari ini," ucapnya.
Karena adek-adeklah yang menjadi generasi penerus maestro hari ini.

Hadir dalam kegiatan itu Rektor STAI, Umar Natuna, serta para Maestro dan undangan lainnya. (zul)




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat