Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Peristiwa
Tekan Itensitas Karhutla di Riau, Pesawat Caravan Diintensifkan untuk Operasi Hujan Buatan
Kamis, 24 Juli 2025 - 18:08:22 WIB
Ilustrasi

SULUHRIAU, Pekanbaru- Pemerintah terus mengintensifkan upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Provinsi Riau.

Satu di antara strategi utama yang dilakukan adalah operasi modifikasi cuaca (OMC) yang ditujukan untuk mempercepat turunnya hujan buatan di daerah rawan kebakaran.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan bahwa OMC bukan hanya program pendukung, melainkan menjadi garda depan dalam strategi pengendalian karhutla. 

Hal tersebut disampaikannya saat menggelar apel kesiapsiagaan penanganan karhutla Provinsi Riau di Kota Pekanbaru, Kamis (24/07/2025).

“Upaya penanganan melalui operasi modifikasi cuaca telah terus dilangsungkan dengan menambah jam terbang. Mulai dari jam 6 pagi sampai jam 9 atau 10 malam,” katanya.

Menteri Hanif menjelaskan bahwa pesawat tipe Caravan, telah diterbangkan untuk melakukan modifikasi cuaca guna membuat awan hujan. Dengan begitu, dukungan teknologi dan sinergi bersama dapat menekan bencana karhutla.

“Pesawat caravan itu telah meluncur di langit-langit biru kita, untuk mengikat awan dalam melakukan operasi modifikasi cuaca. Harapannya demikian supaya hujan bisa turun,” jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa OMC bukan satu-satunya solusi. Terdapat kendala di beberapa daerah, khususnya kawasan mineral yang sulit dijangkau dan cenderung cepat terbakar. Oleh karena itu, strategi darat dan udara harus berjalan beriringan.

"Masih perlu dibarengi dengan water bombing, terutama untuk daerah-daerah seperti Rokan Hulu yang sulit dijangkau. Di Rokan Hilir juga kita butuh intervensi langsung di lapangan dengan pengerahan pasukan darat,” ungkapnya.

Diterangkan, dalam menghadapi karhutla, ia mendorong keterlibatan lebih luas dari dunia usaha. Menteri Hanif menambahkan bahwa seluruh pihak harus dapat bertungkus lumus mengatasinya.

“Sebagai upaya kita bersama di dalam rangka penanggulangan karhutla, kita menggandeng dunia usaha untuk melakukan pemadaman,” terangnya.

Dijelaskan juga, upaya ini dinilai sebagai bentuk konkret sinergi antara pusat dan daerah, serta sektor dunia usaha. Pemerintah ingin memastikan bahwa penanganan karhutla menjadi gerakan bersama, tak hanya tugas kementerian atau satu instansi tertentu.

“Dengan begitu, sinergi ini dimaknai sebagai suatu inisiatif buat kita semua bahwa kebakaran hutan dan lahan tidak hanya tanggung jawab pemerintah saja, ini tanggung jawab kita semua. Mari kita kerahkan semua tenaga kita untuk melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Riau." pungkasnya. (mcr)




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat