Pemotor Tanpa Plat Serang Polisi Pakai Sajam Saat Operasi Patuh
Senin, 14 Juli 2025 - 15:59:19 WIB
 |
| Tangkapan layar video pemotor serang polisi saat razia. |
SULUHRIAU- Suasana mendadak mencekam saat seorang pengendara motor tanpa pelat nomor nekat menerobos razia polisi, Senin (14/7/2025) pagi.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, tepat saat Satuan Lalu Lintas Polres Bengkulu Tengah menggelar Operasi Patuh Nala 2025, operasi serentak yang bertujuan meningkatkan ketertiban dan keselamatan lalu lintas.
Menurut informasi dari pihak kepolisian, pengendara tersebut tiba-tiba melaju kencang melewati barikade razia.
Saat dihentikan, ia justru mengeluarkan senjata tajam dari pinggang dan mencoba menyerang petugas yang berjaga.
"Pengendara motor tanpa plat nomor itu sudah diamankan Satreskrim Polres Bengkulu Tengah," ujar Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Andy Pramudya Wardhana, Senin siang.
"Saat ini, pelaku masih dalam pendalaman dan pengembangan oleh petugas," tambahnya.
Aksi agresif pelaku sempat memicu tembakan peringatan ke udara oleh anggota polisi. Setelah itu, pelaku melarikan diri ke area perkebunan warga di sekitar lokasi.
Namun berkat pengepungan cepat, polisi berhasil menangkap pelaku dan langsung membawanya ke kantor Satreskrim Polres Bengkulu Tengah untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Operasi Patuh Nala Digelar Serentak
Operasi Patuh Nala 2025 resmi dimulai serentak di seluruh wilayah Indonesia sejak Senin (14/7/2025). Operasi ini akan berlangsung selama dua pekan, hingga 27 Juli 2025.
Tujuannya tak hanya menindak pelanggaran lalu lintas, tapi juga membangun budaya tertib berkendara di jalan raya.
"Operasi ini bagian dari pencanangan Hari Keselamatan Lalu Lintas oleh lima pilar keselamatan nasional," jelas Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Aries Syahbudin.
Adapun sasaran operasi patuh ini yakni, tidak memakai helm, mengemudi sambil menggunakan ponsel, pengendara di bawah umur, Kendaraan ODOL (Over Dimension Over Load)
Polisi menggunakan tiga pendekatan selama Operasi Patuh, yaitu preemtif (edukasi), preventif (pengawasan), dan represif (penindakan).
Kegiatan preventif dilakukan dengan sosialisasi ke komunitas kendaraan, bahkan lewat kegiatan informal seperti ngopi bareng sopir untuk membahas pentingnya keselamatan berkendara. (tribunews.com)
Komentar Anda :