Simbol Kepercayaan Adat Terhadap Pemimpin: Wako Agung Sandang Gelar Datuk Bandar Setia Amanah
Jumat, 20 Juni 2025 - 16:25:43 WIB
 |
| Wako Pekanbabru Agung Nugroho dan Wawako Makarius Anwar saat di LAMR Pekanbaru menerima gelar adat. (Foto: suluriau.com/Wahid)
|
SULUHRIAU, Pekanbaru- Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, resmi menyandang gelar adat Datuk Bandar Setia Amanah dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Pekanbaru.
Prosesi penabalan gelar adat ini dilaksanakan di Gedung LAMR Pekanbaru, Jumat (20/6/2025).
Hadir pada kesempatan itu, Forkopimda, tokoh adat, para datuk, serta tokoh masyarakat dan undangan lainnya.
Selain Walikota Agung, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar juga disandangkan gelar Datuk Muda Bandar Setia Amanah. Penabalan ini menjadi simbol kepercayaan adat kepada dua pemimpin Kota Pekanbaru.
Atas menerima galar ini, Dalam Wali Kota Agung mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia menyebut gelar tersebut bukan sekadar simbol, melainkan amanah besar yang harus dijaga dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Gelar ini adalah amanah yang sangat berat bagi kami. Terlebih secara usia, kami masih tergolong muda dan belum banyak makan asam garam kehidupan,” ujar Agung dengan rendah hati.
Ia menegaskan bahwa nilai-nilai budaya Melayu akan menjadi fondasi utama dalam arah pembangunan kota. Pemerintahannya berkomitmen untuk menjadikan Pekanbaru sebagai kota berbudaya, maju, dan sejahtera dengan jati diri Melayu yang kuat.
“Kemajuan yang kita bangun tidak boleh tercabut dari akar. Maka nilai-nilai Melayu yang berakar kuat dari ajaran Islam akan menjadi semangat utama pembangunan Kota Pekanbaru,” tegasnya.
“Kami ingin membangun karakter generasi muda melalui penguatan nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan sejak dini,” ucapnya.
Selain itu, Pemko Pekanbaru secara rutin menggelar Festival Budaya Melayu di Rumah Singgah Tuan Kadi setiap pekan, sebagai upaya pelestarian budaya lokal dan pewarisan nilai kepada generasi muda. Bahkan, integrasi pendidikan budaya Melayu ke dalam kurikulum sekolah tengah disiapkan sebagai bagian dari langkah jangka panjang.
Di tengah perkembangan pesat dan gelombang urbanisasi yang terus meningkat, Agung menyoroti pentingnya menjaga keberagaman sebagai kekuatan bersama. Menurutnya, perbedaan etnis dan budaya di Pekanbaru justru menjadi modal sosial yang harus dirawat.
“Meski berbeda-beda, kita masih bisa menjaga persatuan dan kesatuan. Ini modal utama untuk menyelesaikan berbagai persoalan kota,” jelasnya.
Agung pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan, seraya membuka ruang seluas-luasnya untuk kolaborasi dan masukan publik.
“Mari kita bangun Pekanbaru dengan semangat Melayu yang berkemajuan. Takkan hilang Melayu di bumi, takkan hilang Melayu di Pekanbaru,” tutupnya. (src)
Komentar Anda :