Teror Bom, Pesawat Saudi Airlines Bawa 442 Jemaah Haji Mendarat Darurat di Bandara Kualanamu
Selasa, 17 Juni 2025 - 20:57:58 WIB
 |
| Pesawat penumpang milik Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SI-576 (MetroDaily) |
SULUHRIAU- Suasana tegang melanda Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (17/6/2025).
Sebuah pesawat komersial milik maskapai Saudi Airlines terpaksa melakukan pendaratan darurat setelah pilot menerima informasi ancaman bom dalam pesawat.
Pesawat dengan nomor penerbangan SI 576 itu diketahui tengah mengudara dari Jeddah menuju Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta diketahui membawa 442 jemaah haji asal Jakarta.
Mendapat ancaman bom membuat sang pilot mengambil keputusan cepat dengan mengalihkan pendaratan ke Bandara Kualanamu. "Kami menerima informasi bahwa pilot pesawat mendapatkan ancaman bom setelah pesawat take off. Akibatnya, pilot memutuskan untuk mendarat darurat di Kualanamu," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Utara, Kombes Poliai Ferry Walintukan, Selasa.
Pesawat tersebut mendarat dengan selamat sekitar pukul 10.55 Wib. Tanpa menunggu lama, tim Penjinak Bom (Jibom) Polda Sumut langsung diterjunkan ke lokasi guna melakukan penyisiran dan pemeriksaan ketat terhadap badan pesawat serta seluruh barang bawaan penumpang.
Seluruh penumpang pun langsung dievakuasi ke ruang tunggu internasional KNIA guna memastikan keselamatan mereka.
"Pilot mendapatkan teror bom. Itu pesawat rute Jeddah-Jakarta. Jadi pilotnya yang dapat informasi ada ancaman bom," ujarnya.
"Mayoritas penumpang dalam pesawat Boeing 5276 tersebut adalah jemaah haji," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Utara, Komisaris Besar Polisi Ferry Walintukan.
Itu jemaah haji yang mau pulang ke Indonesia. Jumlahnya ada 442 orang. Rata-rata memang jemaah haji,” ujar Ferry kepada wartawan.
Lebih lanjut, Ferry menjelaskan bahwa informasi mengenai adanya ancaman bom bukan berasal dari penumpang, melainkan dikirimkan langsung kepada co-pilot saat pesawat sudah mengudara. "Yang kami dapatkan, informasi itu dikirim ke co-pilot. Enggak tahu dari mana, tapi co-pilot menyampaikan bahwa ada ancaman bom. Makanya mereka mendarat darurat," kata dia.
Namun, hingga kini polisi masih mendalami asal-muasal ancaman tersebut. Meski sempat menciptakan kepanikan, seluruh jemaah haji dilaporkan dalam keadaan selamat.
Mereka langsung dievakuasi ke ruang tunggu internasional KNIA untuk menunggu proses pemeriksaan selesai. (src, viva)
Komentar Anda :