Dipaksa Kosongkan Lahan Sawit, Amarah Ribuan Warga Meledak dan Bakar Kantor PT SSL di Siak
Rabu, 11 Juni 2025 - 17:26:18 WIB
 |
| Foto kolase: Kondisi kantor PT SSL dibakar massa, di Sial.(11/6/2025 |
SULUHRIAU, Siak- Massa dari Warga Kampung Tumang, Merempan Hilir, dan Lubuk Jering Siak Kabupaten Siak, Riau melampiaskan kemarahannya dengan membakar seluruh fasilitas milik PT Seraya Sumber Lestari (SSL), Rabu, (11/6/2025) siang.
Kemarahan ribuan warga meledak setelah warga dipaksa mengosongkan lahan sawit yang telah lama mereka garap dan merupakan sumber pencahariannya.
Peristiwa mengejutkan bagi warga, bermula ketika pihak perusahaan tersebut mengirimkan surat kepada warga, meminta mereka meninggalkan lahan yang selama ini menjadi sumber penghidupan tersebut.
Warga mengaku sudah beberapa kali memprotes, namun suara mereka tak pernah didengar, mereka merasa tidak mendapat perhatian dan keadilan. Amarah warga akhirnya tak terbendung.
Sekitar sebelum zuhur, ribuan warga
dari Kampung Tumang, Merempan Hilir, dan Lubuk Jering Siak tersebut mendatangi kompleks perusahaan dengan emosi membara. Tak lama berselang, kepulan asap tebal menyelimuti langit Kampung Tumang, berubah menjadi saksi amuk massa yang membara karena merasa ketidakadilan.
“PT SSL menyurati kami agar kami mengosongkan lahan kami. Kami sudah protes tapi tidak didengarkan. Sementara di kampung tetangga kami, perusahaan ini sudah membabat 400 hektare tanaman sawit masyarakat dan mereka ganti dengan akasia,” ungkap salah seorang warga Tumang.
Di tengah kobaran api, belasan rumah karyawan, sejumlah unit mobil dan sejumlah sepeda motor hangus dilalap si jago merah. Serbuk hitam dari kayu terbakar beterbangan di udara, menambah suasana mencekam.
Mobil ambulance lalu-lalang, sementara para karyawan berlarian menyelamatkan diri. Situasi sempat tak terkendali. Namun, kemarahan warga tak mudah diredam karena peristiwa ini bukan sekadar soal lahan, melainkan tentang keberlangsungan hidup. Beberapa personel kepolisian diterjunkan ke lokasi untuk menenangkan massa dan menjaga situasi tetap konsusif.
Tumang dikenal sebagai kampung yang mayoritas penduduknya menggantungkan hidup pada sektor perkebunan kelapa sawit. Pemaksaan pengosongan lahan oleh pihak perusahaan menjadi percikan api yang menyulut kerusuhan ini.
Data yang dikutip dari catatanriau, ada sejumlah kerusakan akibat amukan massa tersebut yakni;
Mobil terbakar
• Mitsubishi Triton BM 8476 QA
• Toyota Hilux BM 8879 KD
• Daihatsu Terios BM 1870 TB
Mobil Rusak
• Mitsubishi Triton BM 8559 QJ
• Daihatsu Terios BM 1508 VC
• Mitsubishi Triton BM 8207 QE
Motor terbakar
• Honda Scoopy
• Honda Beat BM 8351 HA
• 7 unit Honda Verza
Bangunan yang terbakar
• Klinik
• 2 rumah assisten kepala (Askep)
• 5 kamar mess lajang
• 10 kamar mess papan
• Kantor utama PT SSL
• Kantor ruang meeting
• Kantor pemadam kebakaran
• Kantor PT Panca Eka
• Kantor TUK
Bupati Siak Langsung Turun ke Lokasi
Mendapati informasi tersebut, Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifl, langsung turun ke lokasi. Ia datang bersama Dandim 0322/Siak Letkol Arh Riyanto Budi Nugroho, Kapolres Siak AKBP Eka Ariandy Putra, serta anggota DPRD Sujarwo, S.M.
Dengan suara lantang dan tegas Bupati Afni berdiri di tengah kerumunan massa menyampaikan "Saya datang langsung ke sini, karena kami ada bersama masyarakat. Tapi saya mohon, jangan begini caranya. Perjuangan kita tetap harus lewat jalur hukum dan musyawarah," ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pemerintahan saat ini sudah memasukkan perjuangan hak tanah masyarakat sebagai prioritas dalam visi dan misi daerah.
"Tapi jangan ada penumpang gelap, jangan mentang-mentang bupati turun lalu semua mau ambil kesempatan. Kalau Bapak Ibu percaya bahwa saya berpihak pada masyarakat, tolong jangan anarkis. Biarkan kami yang menyelesaikan ini," tegasnya.
Bupati Afni menyatakan bahwa ia telah langsung menghubungi manajemen PT SSL untuk hadir dalam pertemuan resmi yang dijadwalkan pada Kamis, (12/6/2025) pukul 14.00 Wib.
"Saya harap pihak PT SSL hadir. Kalian beraktivitas di tanah masyarakat. Mari kita duduk bersama, jangan sampai menang jadi abu, kalah jadi arang. Kita cari solusi yang adil bagi semua," ujarnya.
Pertemuan tersebut direncanakan akan menjadi momentum penting untuk membuka dialog baru yang lebih terbuka, jujur dan berpihak pada keadilan.
Peristiwa ini menjadi catatan penting bahwa konflik lahan antara masyarakat dan perusahaan di daerah masih menjadi masalah laten yang bisa meledak kapan saja jika tidak ditangani secara adil dan bijak. Perlu lngkah cepat, tegas dan berpihak pada kebenaran agar konflik serupa tidak berulang. (sr5, src)
Komentar Anda :