Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Pendidikan
Pakar SEVIMA Bagikan Tiga Tips Permudah Pembelajaran di Kampus dengan AI
Jumat, 21 Maret 2025 - 13:57:45 WIB
Wahyudi Agustiono PhD, Pakar SEVIMA, menjelaskan AI di Webinar SEVIMA, Jum’at (21/03) pagi. (Foto Sevima)

SULUHRIAU- Dengan kemajuan teknologi saat ini Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan bisa membantu manusia di segala lini, tak terkecuali di dunia pendidikan.

Namun AI tidak akan menggantikan manusia, tapi manusia yang tidak mau menggunakan dan beradaptasi dengan AI maka akan dikalahkan oleh manusia yang memanfaatkan AI.

Demikian diungkapkan Pakar SEVIMA sekaligus Vice President Association for Information Systems Indonesia Chapter (AISINDO) Wahyudi Agustiono, M.Sc., Ph.D, dalam menjelaskan bagaimana AI bisa membantu manusia.

Menurut Wahyudi, AI bisa meringankan tugas dosen dalam mengajar. Begitupula bagi mahasiswa ketika belajar. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga telah mengeluarkan Panduan Penggunaan generative AI pada Pembelajaran di Perguruan Tinggi.

"Apakah legal menggunakan AI dalam akademik? Kemdiktisaintek sudah memberi panduan menggunakan Generative AI, jadi penggunaan AI dalam akademik dibolehkan dan legal," kata Wahyudi yang juga Dosen Universitas Trunojoyo Madura, saat Webinar Nasional SEVIMA: Best Practice Pembelajaran Online, Penyusunan Kurikulum, dan Bahan Ajar dengan Artificial Intelligence (Gen-AI), Jum’at (21/3/2025), yang dihadiri ribuan peserta.

Pakar SEVIMA ini juga menjelaskan bahwa tidak semua pekerjaan dosen bisa dilakukan oleh AI, karena AI hanya kecerdasan secara kognitif. Ia menyebut yang tidak bisa digantikan oleh AI yakni kemampuan berempati, pemahaman konteks, dan pembentukan hubungan mendalam.

Untuk memfasilitasi AI bagi dunia pendidikan, Wahyudi bersama Dr. Alim Sumarno, M.Pd selaku Direktur Inovasi Pembelajaran Digital Universitas Negeri Surabaya yang juga Pakar SEVIMA, berbagi tiga tips memanfaatkan AI di Webinar SEVIMA. Berikut tipsnya:

1. Susun RPS dan Bahan Ajar dengan Gen-AI

Dosen bisa memanfaatkan Gen-AI untuk menyusun kurikulum dan bahan ajar, sehingga bisa menghemat tenaga dan waktu. Namun, bukan berarti dosen hanya menyerahkan AI begitu saja tanpa panduan yang tepat.

Dalam menyusun dokumen perencanaan perkuliahan, atau biasa disebut Rencana Pembelajaran Semester (RPS), dosen harus bisa memandu AI dengan menginput kurikulum, capaian pembelajaran lulusan, serta taksonomi bloom (kemampuan intelektual yang diingankan dosen untuk dikuasai mahasiswa).

"Jadi, dosen mengarahkan AI untuk bahan yang dibuat mau dibawa kemana," kata Wahyudi.

2. Buat Perintah yang Jelas & Edit Setiap Hasil

Senada, Alim Sumarno menjelaskan bahwa dalam memanfaatkan Gen-AI, perintah yang disampaikan harus jelas agar lebih terarah dan fokus. Masukan jenjang pendidikan saat membuat perintah membuat RPS, apakah S1, S2, atau S3. Karena akan berpengaruh pada keterampilan atau kemampuan kognitif yang akan dicapai oleh mata kuliah yang dituju.

Alim juga menambahkan  bahwa dosen harus memastikan akurasi fakta. Sumber data harus valid, dosen tidak boleh percaya begitu saja apa yang dibuat oleh AI, sebagai penulis buku harus kritis setiap apa yang ditulis AI.

Kemudian menyesuaikan dengan konteks dan gaya bahasa. Bahasa AI biasanya kaku, hal itu tergantung model AI yang digunakan.

"Sehingga, dosen juga harus memperbaiki struktur dan koherensi agar lebih logis, runtut, dan nyaman dibaca. Serta menghilangkan bias dan kesalahan interpretasi agar lebih objektif. Dosen dan mahasiswa juga bisa memerintahkan misalnya, tulis dengan bahasa manusia," ujarnya.

3. Manfaatkan SEVIMA AI

Sebagai Education Technology, Wahyudi juga menjelaskan bahwa SEVIMA baru saja meluncurkan SEVIMA AI. AI ini dibuatkan khusus dengan kustomisasi spesifik untuk Perguruan Tinggi di Indonesia, terintegrasi dengan berbagai data akademik yang telah ada di Sevima Platform, dan memiliki pengurangan bias (Bias Reduction) karena didukung custom training seperti data tambahan sistem informasi akademik.

Pengguna SEVIMA AI juga mendapatkan jawaban secara langsung dan instan atas berbagai kebutuhan dalam aplikasi maupun regulasi pendidikan tinggi, karena data-data seperti Kurikulum dan Capaian Pembelajaran bisa dihubungkan secara otomatis dari data yang ada di sistem akademik.

"Ada setidaknya 9 fitur SEVIMA AI, dengan harapan para anggota Komunitas SEVIMA, pengguna Sistem Akademik Terintegrasi SEVIMA Platform, bisa mendapatkan jawaban secara langsung dan instan atas berbagai kebutuhan dalam aplikasi maupun regulasi pendidikan tinggi. AI dapat diakses melalui Website: sevima.ai," pungkas Wahyudi. (rls, sr4)




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat