Banjir Kembali Rendam Jalintim di KM 83 Pelalawan, Lalu Lintas Terganggu Lagi
Selasa, 11 Maret 2025 - 23:18:46 WIB
SULUHRIAU, Pelalawan– Banjir yang melanda Kabupaten Pelalawan sejak beberapa hari terakhir semakin memburuk.
Di Jalan Lintas Timur Kilometer 83 Desa Kemang, ketinggian air Selasa (11/3/2025) terus bertambah, tercatat mencapai 51 cm, meningkat 8 cm dari hari sebelumnya. Akibatnya jalan lintas itu terganggu lagi.
Kendati pintu Waduk PLTA Koto Panjang sudah ditutup total, dampak banjir masih dirasakan di berbagai titik.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan M.Si, mengatakan, level air Sungai Kampar di Ponton Langgam kini berada pada angka 3,79 meter, turun sedikit 5 cm dari hari sebelumnya.
Meskipun ada penurunan di hulu sungai, namun genangan air di kawasan sekitar masih terus meningkat, mempengaruhi kehidupan warga setempat.
Di KM 83, Desa Kemang yang menghubungkan berbagai daerah kini tergenang hingga 51 cm. Akibatnya, kendaraan roda dua tidak bisa melewati jalur ini dan kendaraan roda empat mesti hati-hat lewat jalan ini.
Banjir juga mempengaruhi akses jalan di beberapa titik lainnya. Seperti Jalan Pemda menuju Kelurahan Pelalawan, yang kini tergenang hingga 0,99 meter, terpaksa ditutup total.
Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa lagi melintas, memaksa warga mencari jalur alternatif. Begitu juga dengan akses menuju Kelurahan Langgam, yang kini terendam 0,88 meter.
Upaya untuk mengurangi debit air yang mengalir ke Sungai Kampar juga dilakukan dengan menutup total pintu pelimpahan Waduk PLTA Koto Panjang sejak Senin (10/3/2025) pukul 15.00 WIB. Elevasi waduk saat ini berada di angka 82,07 mdpl, turun 0,22 mdpl dari hari sebelumnya. Penutupan pintu waduk bertujuan untuk menahan laju air dan mengurangi dampak banjir di kawasan sekitarnya.
Dampak banjir ini, warga setempat terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Dua titik pengungsian yang telah dibuka, sebanyak 42 Kepala Keluarga (KK) sudah mendapatkan tempat perlindungan sementara. Titik pertama berada di KM 8 Koridor RAPP, menampung 30 KK dari Pangkalan Kerinci Barat KM 8. Titik pengungsian kedua terletak di KM 9 Koridor RAPP, yang menampung 12 KK dari Desa Rantau Baru. (src)
Komentar Anda :