Oknum TNI Serang Mapolres Tarakan, 6 Polisi Petugas SPKT Alami Luka-luka
Selasa, 25 Februari 2025 - 18:13:16 WIB
 |
| Tangkapan layar video |
SULUHRIAU- Sebanyak enam anggota polisi luka akibat penyerangan sekelompok oknum TNI di Mapolres Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara).
Keenam korban kini berada di rumah sakit menjalani perawatan intensif.
"Saat ini dari data yang kita peroleh ada 6 (anggota polisi luka), tapi semua dalam proses pengobatan," kata Kapolda Kaltara Irjen Hary Sudwijanto dilansir dari detikSulsel, Selasa, (25/2/2025).
Hary tidak merinci luka yang dialami personelnya. Namun dia mengaku keenam korban merupakan personel piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tarakan. "(Keenam polisi yang luka) Semua petugas SPKT," beber Hary.
Harry belum menjelaskan lebih jauh terkait kronologi insiden itu. Dia menegaskan Polda Kaltara bersama Kodam VI/Mulawarman bersama-sama mengusut kasus ini.
"(Kronologi dugaan penyerangan) Nanti kita akan luruskan sesuai dengan fakta," tegasnya.
Sebelumnnya, Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) VI/Mulawarman Mayor Jenderal TNI Rudy Rachmat Nugraha menyatakan pihaknya telah memeriksa sejumlah prajurit yang diduga terlibat.
"Memang benar semalam kami mendapat informasi bahwa di Tarakan terjadi insiden antara oknum anggota TNI dengan Polri, namun itu masih dugaan dan kita masih diperiksa," ujar Pangdam seperti disampaikan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) VI/Mulawarman Kolonel (Kav) Kristiyanto dalam keterangan yang diterima di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kaltara, dilansir dari Antara, Selasa (25/2/2025).
Ia menyatakan Pangdam telah berkoordinasi dengan Kepala Kepolisian Daerah Kaltara Inspektur Jenderal Hary Sudwijanto serta Komandan Korem 091/Maharajalila Brigadir Jenderal TNI Adek Chandra Kurniawan, yang membawahi wilayah Tarakan, untuk menyelesaikan kasus itu.
Saat ini sejumlah prajurit TNI yang diduga terlibat dalam penyerangan telah dipanggil dan diperiksa Subdenpom di Tarakan, Kaltara.
Mengenai motif insiden penyerangan tersebut, Kapendam belum menjabarkan secara detail karena masih dalam penyelidikan.
"Belum (motifnya), belum tahu karena ini kan masih penyelidikan. Yang jelas, itu kemungkinan ada kaitannya dengan kesalahpahaman yang dulu-dulu," ujarnya.
Saat ini, pihak Kodam IV/Mulawarman dan Kodim Tarakan sedang melakukan koordinasi dengan pihak Polres Tarakan dan Polda Kaltara guna menyelesaikan persoalan ini.
Sejumlah polisi dan personel TNI juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan bukti-bukti untuk mengungkap pelaku dan motif penyerangan tersebut.
Insiden ini terekam video warga dan kemudian tersebar di berbagai media sosial, termasuk grup WhatsApp. Video tersebut memperlihatkan detik-detik mencekam saat sekelompok orang menyerang markas polisi dan melakukan perusakan.
Pada video tersebar di medsos menyebut, insiden pada Senin malam (24/2/2025) sekitar pukul 23.00 Wita saat Markas Polres Tarakan diserang sekelompok orang diduga oknum anggota TNI.
Akibat penyerangan itu, lima personel kepolisian dilaporkan mengalami luka-luka dan sejumlah fasilitas kantor Polres Tarakan rusak. (***)
Editor: Khairul
Komentar Anda :