Kamis, 01 Oktober 2026 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Perubahan Posisi Pejabat | Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian | Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
 
 
☰ Sosial Budaya
10 Satwa Ini Terancam Punah Menurut WWF, Beberapa Ada di Indonesia
Sabtu, 15 Februari 2025 - 16:54:47 WIB
Orangutan Tapanuli (Foto: Mongabay Indonesia)

SULUHRIAU - Daftar satwa yang terancam punah terus meningkat setiap tahunnya. Bertambahnya jumlah spesies yang terancam hilang dari muka bumi ini sebagian besar disebabkan oleh perusakan habitat, perubahan iklim, perburuan liar, serta eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan.

Menurut data dari International Union for Conservation of Nature (IUCN), saat ini ada 46.300 spesies hewan yang masuk dalam kategori terancam punah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 41 persennya merupakan kelompok hewan amfibi. Hiu dan pari menyusul dengan persentase 37 persen, mamalia 26 persen, reptili 21 persen, dan kelompok burung 12 persen.

Beberapa hewan terdaftar dalam kategori sangat terancam punah menurut World Wide Fund for Nature (WWF).

Dikutip dari tempo.co, terdapat 10 hewan yang dalam daftar tersebut. Beberapa di antaranya berasal dari Indonesia.

1. Badak Jawa

Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) merupakan salah satu mamalia besar yang paling terancam punah di dunia. Saat ini populasinya hanya tersisa sekitar 75 ekor yang seluruhnya berada di Taman Nasional Ujung Kulon, Indonesia.

Habitat mereka menyusut akibat perambahan manusia serta minimnya populasi yang tersisa, membuat konservasi badak Jawa menjadi tantangan besar.

Jumlah Badak Jawa tergerus karena perburuan liar dan hilangnya habitat alami mereka. Populasi yang terlalu kecil juga membuat spesies ini rentan terhadap penyakit dan perubahan lingkungan yang drastis.

2. Macan Tutul Amur

Macan tutul Amur (Panthera pardus orientalis) merupakan subspesies langka yang berasal dari wilayah Timur Jauh Rusia dan Tiongkok. Jumlah hewan yang masuk kategori sangat terancam punah sejak 1996 ini diperkirakan hanya sekitar 100 ekor.

Populasi macan tutul Amur berkurang karena perburuan ilega, serta hilangnya habitat akibat deforestasi. Rendahnya tingkat reproduksi di alam liar juga menjadi faktor yang memperburuk kondisi spesies ini.

3. Harimau Pulau Sunda

Harimau Pulau Sunda (Panthera tigris sondaica), atau lebih dikenal sebagai harimau Sumatera, merupakan salah satu subspesies harimau yang tersisa di Indonesia.

Jumlahnya hanya tersisa sekitar 600 ekor. Mereka masih hidup di alam liar, terutama di hutan-hutan Sumatera. Ancaman terbesar bagi Harimau Pulau Sunda adalah perburuan liar untuk perdagangan ilegal serta perusakan habitat akibat pembukaan lahan perkebunan.

4. Gorilla Gunung

Gorilla gunung (Gorilla beringei beringei) merupakan primata besar yang saat ini populasinya hanya tersisa sekitar seribu ekor di alam liar. Mereka menghuni wilayah pegunungan Afrika Tengah, seperti di Uganda, Rwanda, dan Republik Demokratik Kongo.

Faktor utama yang mengancam keberadaan gorilla gunung adalah perburuan liar dan perambahan habitat untuk pertanian. Ada juga konflik bersenjata yang memperburuk kondisi konservasi di habitat spesies ini.

5. Orangutan Tapanuli

Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) adalah spesies orangutan yang ditemukan di Pulau Sumatera, Indonesia. Populasinya sudah menipis ke 800 individu, yang tersebar di hutan ekosistem Batang Toru.

Ancaman utama bagi orangutan Tapanuli adalah deforestasi yang disebabkan oleh ekspansi industri dan perkebunan. Selain itu, pembangunan infrastruktur juga turut mengurangi luas habitat alami mereka, sehingga populasi spesies ini semakin menurun.

6. Lumba-Lumba Tanpa Sirip Yangtze

Lumba-lumba tanpa sirip Yangtze adalah salah satu lumba-lumba air tawar yang masih bertahan hingga saat ini. Populasinya diperkirakan hanya tinggal sekitar seribu ekor di alam liar hingga 2018.

Hewan yang hanya bisa ditemukan di Sungai Yangtze, Cina, tersebut dikenal karena kemampuan navigasinya yang luar biasa menggunakan ekolokasi. Spesies ini menghadapi berbagai ancaman seperti polusi air, pembangunan bendungan, serta peningkatan lalu lintas kapal yang mengganggu habitatnya.

7. Badak Hitam

Badak hitam termasuk dalam spesies yang sangat terancam punah dengan jumlah sekitar 5.630 ekor di alam liar. Selama sedekade terakhir, hampir 10 ribu badak Afrika diburu untuk diambil culanya. Perburuan liar menjadi ancaman utama bagi keberlangsungan spesies ini, karena cula badak masih memiliki nilai tinggi di pasar ilegal.

Upaya konservasi telah dilakukan, termasuk peningkatan patroli anti-perburuan dan perlindungan di taman nasional. Meskipun ada sedikit peningkatan populasi dalam beberapa tahun terakhir, ancaman dari perdagangan ilegal tetap menjadi masalah serius.

8. Gajah Hutan Afrika

Gajah hutan Afrika hidup di hutan-hutan Afrika, namun jumlah pastinya di alam liar masih belum diketahui. Selama 31 tahun terakhir, populasi spesies ini merosot 86 persen akibat perburuan liar dan dampak deforestasi.

Gajah ini sangat rentan terhadap perburuan karena gadingnya yang berharga di pasar ilegal. Selain itu, perubahan iklim dan aktivitas manusia yang terus mempersempit habitatnya semakin memperburuk kondisi spesies ini.

9. Orangutan Sumatera

Orangutan Sumatera merupakan primata langka yang hanya dapat ditemukan di Pulau Sumatera, Indonesia. Saat ini, jumlahnya diperkirakan sekitar 14 ribu ekor di alam liar. Hewan ini dikenal cerdas dan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan hujan tropis.

Sayangnya, deforestasi akibat ekspansi perkebunan kelapa sawit dan perburuan liar menjadi faktor utama yang menyebabkan populasi orangutan Sumatera terus berkurang. Upaya konservasi yang melibatkan rehabilitasi dan perlindungan habitat menjadi langkah utama untuk melindungi spesies ini.

10. Penyu Sisik

Penyu sisik merupakan salah satu spesies penyu yang menghadapi ancaman kepunahan. Saat ini, jumlahnya diperkirakan sekitar 20-23 ribu penyu yang bersarang. Dalam tiga dekade terakhir, populasi penyu sisik mengalami penurunan hingga 80 persen akibat berbagai faktor.

Ancaman utama bagi penyu sisik meliputi penangkapan tidak sengaja menggunakan alat tangkap ikan, degradasi habitat bersarang, kerusakan terumbu karang, serta perdagangan ilegal. Konservasi penyu sisik menjadi krusial dengan adanya perlindungan habitat dan penegakan hukum terhadap perdagangan ilegal. (tpc, rsc)




 
Berita Lainnya :
  • Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Perubahan Posisi Pejabat
  • Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Perubahan Posisi Pejabat
    02 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    03 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    04 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    05 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    06 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    07 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    08 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    09 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    10 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    11 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    12 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    13 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    14 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    15 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    16 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    17 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    18 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    19 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    20 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    21 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    22 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat