Isu Wahabi-Salafi Jadi Pertanyaan di Debat Paslon Pilwako dari Pasangan Idaman
Sabtu, 09 November 2024 - 21:11:43 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Pada kesempatan sesi ke 4 tanya jawab dalam debat kandidat Pilkada Kota Pekanbaru, yang diselenggarakan KPU Kota Pekanbaru, Jumat (8/9/2024) malam, calon wakil walikota nomor urut 3 Kharisman Risanda mendapat kesempatan bertanya ke paslon no 4 Edy Natar-Destrayani Bibra.
Dalam kesempatan, politisi PDIP itu menyinggung soal aliran Salafi-Wahabi. Kharisman Risanda memberikan pertanyaan kepada pasangan nomor urut 4, Edy Natar Nasution-Destrayani Bibra tentang aliran Islam Salafi-Wahabi.
"Saya melihat di Pekanbaru ini, bagaimana caranya bapak menangani maraknya Islam Salafi-Wahabi yang masuk di Pekanbaru," tanya Kharisman.
Pertanyaan tersebut dijawab Edy Natar bahwa tidak ada yang dilanggar oleh kelompok Salafi-Wahabi. Hal ini dikuatkan oleh Destrayani Bibra bahwa sepanjang masih ahlul sunnah waljamaah maka tidak ada persoalan yang dilanggar.
"Berarti pasangan calon nomor urut 4 menyetujui adanya aliran inteloran ajaran Salafi di Pekanbaru. Begitu pak?," tanya calon walikota Ida Yulita lagi.
"Berarti dari jawaban bapak tadi bapak berkonsep agamis tapi bukan konsep agamis yang diatur Pancasila, karena banyak menyetujui aliran intoleran di Kota Pekanbaru," kata Ida lagi,
Menjawab pertanyaan Ida tersebut Edy Natar yang juga mantan Gubernur Riau itu mempertanyakan apa maksud aliran intoleran tersebut. "Karena selama ini MUI tidak pernah menganggap (aliran Salafi, red) sesuatu yang dilarang. Artinya intoleran itu menurut penilaian buk Ida. Apa betul Salafi itu intoleran?" kata Edy Natar lagi.
Selain itu, calon Walikota Kahrisman Risanda juga melontarkan pertanyaan kepada pasangan nomor urut 5, Agung Nugroho tentang suami yang menelantarkan istri dan anaknya.
Mendapat pertanyaan tersebut Agung Nugroho menjawab bahwa kalau ada kasus seperti itu silahkan dilaporkan ke penegak hukum. "Silahkan lapor ke hukum kalau itu benar. Kalau masih ada janda terlantar maka kita buatkan panti jompo atau panti janda," jawab Agung.
Pada debat hingga sesi ketiga debat dan pertengahan sesi keempat, calon walikota Pekanbaru nomor urut 3 Ida Yulita Susanti mendominasi saat menyampaikan visi dan misi serta program yang mereka tawarkan. Sementara sang calon wakil walikota
Seperti diberitakan, KPU Kota Pekanbaru menggelar debat calon walikota dan wakil walikota Pekanbaru, Jumat (8/11/2024) malam di SKA Co Ex. Kelima pasangan calon saling menyampaikan visi dan misi, dan program jika terpilih pada Pilkada 2024 mendatang.
Acara debat yang dimulai Jumat (8/11/2024) pukul 20.00 WIB dan berakhir menjelang pukul 00.30 WIB, Sabtu (9/11/2024). (src)
Komentar Anda :