Jumat, 02 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Sosial Budaya
Opini
.Embarkasi Riau Kembali ke Batam “Rujuk Setelah Talak"
Minggu, 18 Februari 2024 - 11:22:01 WIB
H Abdul Wahid

”ADA DUA syarat untuk embarkasi penuh. Bandara yang dapat dipakai untuk pendaratan pesawat berbadan besar dan memiliki asrama haji standar. Kalau Riau memiliki lahan minimal 10 hektar, dana pembangunan asrama dapat diajukan bantuan kepada Kementerian Agama. Kalau bandara dan asrama sudah tersedia, tidak ada alasan bagi kami untuk tidak memberikan (status) embarkasi penuh,” ujar Nizar, Dirjen PHU Kemenag RI. Saat Penyerahan SK EHA Riau.(Kompas.com, 24 April 2019 16:28 WIB)

Perjuangan tiga Gubernur Riau mulai dari Andi Rachman, Plt. Gubernur Wan Syamsir Yus dan Syamsuar dalam mewujudkan Embarkasi Haji Antara Riau bukanlah perkara mudah sejak tahun 2016 baru diberikan izin oleh Kementerian Agama RI pada tahun 2019.

Tiga orang Kepala Kanwil Kemenag Riau juga terlibat, Tarmizi Tohor, Ahmad Supardi dan Mahyudin. Dicanangkan tahun 2017 sudah dapat izin EHA namun karena belum dapat memenuhi syarat tertunda hingga beberapa kali.

Berawal dan berakhir di Rakor
Embarkasi Haji Antara (EHA) di Riau telah terwujud berdasarkan Keputusan Menteri Agama nomor 167 Tahun 2019, tentang penetapan Embarkasi Haji Antara (EHA) di Riau.

Hal ini ditandainya dengan penyerahan SK penetapan pada acara Rakornis pelaksanaan Embarkasi Haji Antara Provinsi Riau Tahun 2019 kepada Gubernur Riau Syamsuar, M.Si, oleh  Dirjen penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Nizar. M.Ag.

Penyerahan Surat Keputusan Menteri Agama tentang penetapan Bandara Embarkasi Haji Antara tahun 1440 H/2019 M sekaligus Rapat Koordinasi Teknis Embarkasi Haji Antara yang diadakan di Gedung Daerah Riau Pekanbaru pada hari Rabu, (24/4/2024)


Hanya selang lima tahun kemudian, berdasarkan hasil Rakor disepakati  bersama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Riau dan Kantor Kemenag Kabupaten Kota serta Pemerintah Kabupaten Kota se-Riau, Senin (20/11/2023) di Kantor Gubernur Riau.

Disepakati tahun 2024, jemaah haji  Provinsi Riau tidak lagi berangkat dari Embarkasi Haji Antara (EHA) Riau, tetapi akan kembali berangkat melalui Embarkasi Haji Batam Propinsi Kepri.

Dasar pertimbangannya karena terdapat tiga daerah yakni Bengkalis, Indragiri Hilir (Inhil) dan Kepulauan Meranti yang keberatan jika keberangkatan calon jemaahnya melalui EHA.

Tiga daerah itu mengirim surat ke Gubernur Riau agar keberangkatan calon jemaah haji. keberangkatan calon jemaahnya tidak lagi melalui embarkasi antara, tapi langsung ke Batam.

"Jadi ketiga daerah itu mereka beralasan jika calon jemaah haji langsung ke Batam lebih dekat, dibandingkan harus ke Pekanbaru melalui EHA Riau baru ke Batam," tambah SF Hariyanto. (RRI.co.id.20 Nov 24)

Tak Seperti Membalik Telapak Tangan

EHA Riau pertama kali dioperasikan pada musim haji tahun 2019 M/1440 H dengan memberangkatkan 5.320 Jemaah Haji, pada tahun 2020-2021 tidak ada keberangkatan Jemaah haji akibat musibah pandemi Covid-19.

Pada tahun 2022 kembali Jemaah dapat diberangkatkan separoh kuota biasaya, yaitu sejumlah 2.304 jemaah, karena masih ada pembatasan pandemi Covid-19.

Musim haji tahun 2023 M/1444 H seiring dengan berlalunya Pandemi Covid-19 jemaah haji Riau kembali dapat berangkat penuh sesuai kuota sejumlah 5.043 jemaah.

Musim haji tahun 2024 M/1445 H ini Propinsi Riau mendapatkan kuota haji sebesar 5.440 jemaah. Namun kesepakatan sudah diambil, EHA Riau sebuah cerita masa lalu, Riau pernah punya EHA.

Setelah keberangkatan Jemaah Haji Riau kembali ke Embarkasi Batam, tentu menjadi catatan khusus di Kementerian Agama RI, Riau gagal melunasi hutang syarat yang disampaikan oleh Dirjen PHU  saat penyerahan SK EHA tahun 2019.

Akibatnya tiga daerah Bengkalis, Indragiri Hilir dan Kepulauan Meranti tidak sabar lagi menunggu terwujudnya Embarkasi Penuh Riau, karena setelah lima tahun berlalu tidak ada gerak dan langka untuk memenuhi syarat itu (Bandara yang dapat dipakai untuk pendaratan pesawat berbadan besar dan memiliki asrama haji standar dengan penyedian lahan minimal 10 hektare).

Dengan kesepakatan kembali ke Emabarkasi Batam, tentu perjuangan itu kembali ketitik Nol, dan tidak akan semudah membalik telapak tangan untuk mengembalikan keberangkatan jemaah haji Riau di EHA  atau Embarkasi Penuh Riau. Karena EHA sudah mendapat catatan gagal, sepertinya tidak mudah akan diberikan lagi.

Untuk mewujudkan embarkasi penuh perlu komitmen kuat pemimpin di Riau mulai dari Gubernur, Bupati dan Walikota serta Kakanwil Kemenag beserta Kakan Kemenag se Riau, begitu juga dengan semua stakeholder yang terkait, itupun butuh 10 tahun bahkan mungkin sampai  20 tahun atau lebih lagi untuk memenuhi dua syarat wajib yaitu Bandara yang dapat dipakai untuk pendaratan pesawat berbadan besar dan memiliki asrama haji standar dengan penyedian lahan minimal 10 hektar.

Biaya Domestik Akan Berbeda

Dengan kembalinya keberangkatan Jemaah haji Riau ke Embarkasi Batam, maka biaya domestik yang selama ini ditanggung oleh Pemprov Riau akan kembali kepada pemerintah kabupaten dan kota, berdasarkan pengalaman pemberangkatan haji tahun 2018 tahun terakhir di Embarkasi Batam, Sebanyak 1.074 jamaah haji (JCH) asal Kota Pekanbaru Provinsi Riau yang akan berangkat pada tahun itu harus menambah biaya domestik secara pribadi. Dengan Total biaya yang harus dibayarkan adalah sebesar Rp3.250.000 per orang.
    
Begitu juga dengan Jemaah haji daerah lain di Riau bakal mendapatkan jumlah biaya domestik yang berbeda-beda sesuai dengan moda tranportasi yang akan mengantarkan mereka ke Embarkasi Batam. Untuk daerah dengan jumlah jemaahnya banyak seperti Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar menggunakan moda transportasi pesawat udara, maka biaya domestik dipastikan akan lebih besar dibandingkan daerah lain.

Namun dibalik itu akan ada pula Jemaah haji di daerah tertentu dengan jumlah yang sedikit dan pemerintah daerah punya alokasi dana APBD yang besar, maka semua biaya yang timbul akan ditanggung oleh pemerintah daerahnya.

Harapan tentunya semua Jemaah haji yang dipanggil untuk berangkat tahun ini bisa berangkat, dan pemerintah daerah dapat membantu maksimal semua biaya yang ditimbulkan akibat perpindahan embarkasi ke Batam ini. Jangan sampai karena ada biaya domestik ini jv  emaah gagal berangkat.

Semoga pemimpin Riau kedepan punya komitmen dan azam untuk mewujudkan Embarkasi Penuh Riau, tidak lagi seperti yang terjadi tahun ini. Ibaratnya “Rujuk Setelah Talak” setelah memutuskan berpisah dari Embarkasi Batam ternyata kembali lagi. (*)

______________
Penulis adalah Pemerhati Sosial, Politik dan Agama.  



 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat