Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Ekbis
Ini Tiga Tips Memulai Usaha di Era Digital Ala Pendiri SEVIMA
Selasa, 05 Desember 2023 - 13:08:05 WIB
Kuliah tamu pendiri SEVIMA bersamamahasiswa dan mahahasiswa Singapura di ruang utama Rektorat ITS Surabaya.

SULUHRIAU- Wirausaha memegang peranan penting dalam menyokong pertumbuhan ekonomi nasional.

Global Enterpreneurship Index (GEI) menunjukkan bahwa negara maju memiliki jumlah wirausaha rata-rata 14 persen dari jumlah penduduknya. Namun jumlah wirausahawan Indonesia menurut data GEI baru 3,1 persen.

Hal ini diungkapkan Sugianto Halim, Pendiri SEVIMA yang juga alumni ITS, dalam kuliah umumnya di Ruang Sidang Utama Rektorat ITS Surabaya, Selasa (5/12/2023) siang.

Di hadapan Pimpinan ITS Surabaya dan ratusan mahasiswa asal Singapura yang mengikuti kuliah tamu, Halim mengajak perguruan tinggi untuk ikut meningkatkan jumlah wirausahawan dengan cara memulai usaha.

“Terlebih, mahasiswa yang duduk di ruangan ini pada hari ini, punya kemampuan dan potensi untuk jadi founder-founder (wirausahawan, pendiri usaha) di masa depan!,” ungkap Halim.

Lalu, bagaimana kiat sukses untuk memulai usaha, terlebih di era digital seperti ini? Tiga tips dikupas tuntas oleh Sugianto Halim, disadur dari pengalamannya mengelola SEVIMA Platform.

Sistem Akademik Perguruan Tinggi sekaligus Education Technology (Edutech) yang telah digunakan lebih dari 1.000 kampus dan 3 juta mahasiswa se-Indonesia. Berikut tiga tipsnya:

1. Menciptakan usaha yang dapat memecahkan masalah di masyarakat

Halim mengungkapkan bahwa tak sedikit pengusaha yang menggebu-gebu dalam merintis usaha tanpa memperhatikan masalah yang dihadapi masyarakat. Padahal, berbisnis membutuhkan kecocokan antara pembeli dan penjual.

“Sesederhana menjual minuman dingin di tempat yang cuacanya panas, dan menawarkan bakso hangat di pegunungan dan lokasi-lokasi yang dingin. Perlu kecocokan,” ungkap Halim.

Oleh karena itu, tips pertama menurut Halim adalah pentingnya menciptakan bisnis yang sesuai dengan masalah yang dihadapi masyarakat. Atau disebut dengan konsep "Problem-Solution Fit".

Dengan konsep ini, maka pengusaha bisa menyediakan solusi sesuai dengan masalah masyarakat, dan masyarakat mau membeli produk yang ditawarkan karena bermanfaat untuk mengatasi masalah.

Dalam SEVIMA Platform, Halim mencontohkan bagaimana Problem-Solution Fit diterapkan dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi kampus dan mahasiswa.

Salah satunya dalam hal pembayaran uang kuliah, dimana dulunya pembayaran dan pendaftaran mata kuliah (KRS) harus dilakukan dengan cara mengantri di loket atau kasir kampus. SEVIMA Platform membuat proses tersebut bisa dilakukan dari rumah, cukup menggunakan laptop dan HP.

“Ketika aplikasinya terbukti cocok dan disukai masyarakat, usaha akan sukses. Pengalaman SEVIMA, pengguna pertama dari sistem akademik kami adalah STT Ibnu Sina Batam. Padahal SEVIMA di Surabaya, mereka di Batam, dan kita belum pernah bertemu sama sekali. Itulah buah kepercayaan, karena kita sebagai pengusaha dianggap bisa menyelesaikan masalah pembeli,” ungkap Halim.

2. Berkolaborasi dengan Pembeli dan Pengguna Produk

Kecocokan antara pembeli dan penjual juga bisa dibangun jauh sebelum produk tersebut ditawarkan. Pembeli ataupun calon pembeli, menurutnya bisa diajak berdiskusi dan ditanya tentang produk apa yang mereka butuhkan.

Inilah tips kedua dari Halim dalam memulai bisnis di era digital, yaitu pengusaha harus berkolaborasi dengan pembeli dan pengguna produk mereka. Terlebih di era digital ini, berbagai aplikasi online dapat dengan mudah dan murah digunakan untuk berkomunikasi.

“Manfaatkan telepon, formulir survei, grup whatsapp, dan berbagai media online untuk berkolaborasi. Tanya pembeli dan pengguna produk, apa yang mereka butuhkan, lalu lakukan riset dan validasi!,” ungkap Halim.

3. Memanfaatkan Kekuatan Word of Mouth (Mulut ke Mulut)

Halim percaya bahwa investor terbesar suatu bisnis adalah pembelinya. Karena pembeli tidak hanya berperan sebagai sumber pendapatan, namun juga menjadi media promosi yang paling ampuh ketika mereka puas atas produk yang didapatkan.

Kepuasan itu akan menghasilkan strategi pemasaran yang disebut Word of Mouth (mulut ke mulut). Oleh karena itu sebagai tips terakhir, pengusaha di era digital menurut Halim harus memanfaatkan kekuatan mulut ke mulut ini. Caranya dengan menghadirkan pelayanan prima, dan merintis komunitas pengguna.

“Bisnis harus berfokus pada Customer Success, memanfaatkan teknologi, pengetahuan, dan komunitas jejaring untuk bisa memperluas bisnisnya. Karena pembeli yang puas, akan membagikan kepuasannya kepada temannya. Hal ini terjadi di SEVIMA, 20 tahun kami berdiri dan kami besar, berkat dukungan para pelanggan yang puas,” pungkas Halim sebagaimana keterangan tertulis diterima redaksi. (src, rls)




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat