Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Internasional
Cerita Anak Gaza, Buat Nama di Badan Agar Dikenali Kalau Mati
Rabu, 25 Oktober 2023 - 13:41:07 WIB
Foto: Orang tua di Gaza menuliskan nama anakdi kaki dan tangan anak-anak mereka. (Tangkapan Layar Video Reutes)

SULUHRIAU- Jika Shakespeare masih hidup saat ini, dia mungkin akan memikirkan kembali kalimat terkenalnya "Apalah Arti Sebuah Nama?".

Namun ini ternyata sangat berarti buat keluarga dan anak-anak Gaza, area kantong Palestina yang kini terkepung blokade dan serangan udara Israel.

Ahmed Abu Al-Saba, 35, misalnya. Ia menulis nama anak-anaknya di badan agar data diintifikasi. "Jika pesawat pendudukan Israel mengebom kami," katanya sebagaimana dimuat media Turki, Anadolu.

Al-Saba tak sendiri. Banyak orang tua lain melakukan itu. Ini bukan tanpa kebab. Setidaknya 2.055 anak-anak telah terbunuh oleh serangan Israel sejak Tel Aviv mengumumkan perang ke Hamas, penguasa daerah itu, dua pekan lalu.

"Ada banyak syuhada, terutama anak-anak, yang keluarganya sulit dijangkau," katanya Al-Saba lagi.

"Penjajahan tidak membeda-bedakan dan bom ada di mana-mana," katanya menyebut invasi Israel.

Orang tua di Gaza menuliskan nama anakdi kaki dan tangan anak-anak mereka. Hal ini bertujuan untuk mempermudah identifikasi saat anak meninggal dunia dalam serangan Israel.

Hal sama juga dimuat media AS, CNN International. Diceritakan bagaimana mayat anak-anak tergeletak di rumah sakit Gaza dengan salah satu kaki memperlihatkan tulisan dengan tinta hitam di kulit mereka.

"Kami menerima beberapa kasus di mana orang tua menuliskan nama anak-anak mereka di kaki dan perut," kata kepala unit gawat darurat Rumah Sakit Martir Al-Aqsa, Dr. Abdul Rahman Al Masri.

"Para orang tua khawatir apa pun bisa terjadi dan tidak ada yang bisa mengidentifikasi anak-anak mereka," tambahnya.

"Ini berarti mereka merasa menjadi sasaran kapan saja dan bisa terluka atau menjadi martir," ujar Al Masri.

Seorang warga juga mengatakan bagaimana anak-anak Gaza hilang tanpa tahu rimbanya karena serangan Israel. Beberapa ditemukan dengan kondisi memilukan mulai dari patah bagian tubuh hingga bagian badan yang hilang.

"Ini adalah fenomena baru yang baru saja dimulai di Gaza," kata seorang warga berbicara lirih.

"Banyak anak-anak yang hilang, banyak yang sampai di sini dengan tengkorak patah... dan tidak mungkin untuk mengidentifikasi mereka, hanya melalui tulisan itulah mereka dapat diidentifikasi," tambahnya.

Orang tua di Gaza menuliskan nama anakdi kaki dan tangan anak-anak mereka. Hal ini bertujuan untuk mempermudah identifikasi saat anak meninggal dunia dalam serangan Israel.

Dikutip dari Mail Online, beberapa video juga tersebar luas di media sosial. Terkait bagaimana anak-anak menulis nama mereka dengan spidol hitam di area badan.

Menurut akademisi Palestina Sami Al-Arian di X., keluarga-keluarga melakukan itu memang untuk mengidentifikasi diri. Israel, kata dia, telah membombardir wilayah itu denna senjata Amerika Serikat (AS) yang dipasok Presiden Joe Biden.

"Darah mereka yang tidak bersalah ada di tangan (Presiden AS Joe) Biden dan teman-temannya ... Di dunia mereka, anak-anak Palestina tidak layak untuk hidup, sementara penjahat Israel dilindungi dan dipuji," sindir seorang akademisi Palestina di media sosial X, Sami Al-Arian.

Konflik terbaru di Gaza dimulai sejak 7 Oktober, ketika Hamas memulai Operasi Banjir Al-Aqsa. Ini sebuah serangan mendadak multi-cabang yang mencakup serangkaian peluncuran roket dan infiltrasi ke Israel melalui darat dan laut sertaudara.

Dikatakan bahwa serangan tersebut merupakan pembalasan atas penyerbuan Masjid Al-Aqsa dan meningkatnya kekerasan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina. Militer Israel kemudian melancarkan Operasi Pedang Besi terhadap sasaran Hamas di Jalur Gaza.

Sekitar 1.400 warga Israel telah terbunuh sejak 7 Oktober. Sementara total 5.000 lebih warga Gaza meregang nyawa karena bombardir Israel.

Sumber: Mail Online/CNBC Indonesia.com
Editor: Khairul




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat