Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Internasional
Warga Israel Demo Setop Perang, Netanyahu Didesak Mundur
Senin, 23 Oktober 2023 - 11:00:49 WIB
Reuters

SULUHRIAU- Tekanan meningkat terhadap pemerintah Israel dari dalam negeri. Pemerintah diminta menyetop perang melalui gencatan senjata dan mengupayakan pembebasan sandera.

Diketahui 200 orang telah ditahan Hamas di Gaza. Ini seiring serangan mendadak 7 Oktober yang dibalas Israel dengan serangan udara.

Keluarga yang putus asa memohon kepada para pejabat untuk membantu membebaskan orang-orang yang mereka cintai. Mengutip Al-Jazeera ratusan orang berdiri di Tel Aviv akhir pekan lalu.

"Semua negara di mana kalian, kalian harus paham ini neraka," kata seorang pendemo yang juga ibu dari salah seorang sandıra, Shelly Shem Tov, dikutip Senin (23/10/2023).

Kemarahan ke pemerintah telah muncul terkait bagaimana PM Benjamin Netanyahu mengatasi situasi yang terjadi. Beberapa membawa spanduk berbunyi "Netanyahu dan Gantz (merujuk Menhan Israel) tidak peduli" dan "Gencatan Senjata, Bawa Mereka (sandera) Kembali".

"Tidak ada tanda mereka hidup, tidak ada sinyal. Ini sudah dua minggu," kata warga lain Dan Mor.

Hal sama juga dimuat The Guardian. Dimuat bagaimana demo terjadi di Israel menuntut pembebasan sandera.

"Jangan lupakan kami," seru seorang wanita kepada kerumunan. "Bawa mereka pulang".

Tekanan di luar Israel pun terjadi. Pasalnya banyak dari para sandera adalah warga negara atau warga negara ganda dari negara-negara di seluruh dunia, termasuk sekutu terdekat Israel.

Setidaknya, beberapa dari 10 warga AS yang masih belum ditemukan setelah serangan 7 Oktober Hamas. Ada juga 17 warga Thailand di antara para sandera, dan delapan warga Jerman.

Sebanyak tujuh warga negara Inggris dan tujuh warga negara Perancis juga hilang. Beberapa di antaranya diyakini juga disandera.

Sejauh ini, dua warga AS, Judith Raanan dan putrinya Natalie, yang dibebaskan Hamas. Itu pun bukan atas permitían Israel tetapi mediasi pejabat Qatar.

Uri Raanan, suami dan ayah sandera yang dibebaskan memberi pernyataan pers. Ia menyebut, putrinya dalam keadaan baik, dia senang dan berharap kembali ke rumah.

Kolumnis Haaretz, Akiva Eldar mengatakan pemerintah Israel memang tak melakukan negosiasi. Qatar justru yang memfasilitasi pembebasan sandera dilakukan.

"Di Israel, mereka percaya ini bagian dari strategi psikologis perrong, di mana hamas ingin mengulur waktu ... untuk menyetop Israel dari invasi darat di Gaza," katanya.

Sebelumnya juru bicara sayap militer Hamas, brigade Al Qassam, Abu Obeida, mengatakan kelompok tersebut menawarkan untuk membebaskan sandera, dua warga Israel. Ini untuk alasan kemanusiaan.

Netanyahu Didesak Mundur

Sementara itu, mantan pejabat militer, politik dan intelijen Israel telah menyatakan keraguannya terhadap kepemimpinan Netanyahu. Eks PM Ehud Barak menggambarkan serangan Hamas sebagai "pukulan paling parah yang dialami Israel sejak berdirinya negara tersebut hingga saat ini".

"Saya tidak percaya masyarakat mempercayai Netanyahu untuk memimpin ketika dia berada di bawah beban peristiwa dahsyat yang baru saja terjadi pada masa jabatannya," katanya kepada Observer.

"Jelas ini adalah kelalaian dan kegagalan di beberapa tingkatan. Kegagalan intelijen kami mengikuti persiapan yang dilakukan selama setahun terakhir, mungkin lebih lama lagi," tambahnya.

"Tidak mudah untuk langsung memutuskan apa yang sebenarnya terjadi, tetapi yang pasti, masyarakat kehilangan kepercayaan, baik terhadap tentara maupun kepemimpinan politik," jelasnya.

Seorang mantan kepala staf Angkatan Pertahanan Israel mengatakan bahwa Netanyahu harus "mengundurkan diri sekarang". Sementara seorang mantan pejabat intelijen menggambarkan pemerintah sebagai "disfungsional".

Netanyahu sebenarnya sudah menjabat selama lebih dari 16 tahun. Awal tahun ini, di Israel sendiri, ia menuai kritik dari sebagian besar masyarakat Israel, karena berupaya merombak sistem peradilan negeri itu.

Ia juga masih terlibat dalam persidangan korupsi atas berbagai tuduhan. Multi dari penipuan, pelanggaran kepercayaan publik dan menerima suap, yang semuanya ia bantah.

Sumber: CNBCIndonesia.com
Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat