Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
India akan Mengganti Nama Negaranya Menjadi "Bharat", Mengapa?
Kamis, 07 September 2023 - 21:56:46 WIB
Turis di Taj Mahal, Agra, India (AFP)

SULUHRIAU - Pemerintah India dilaporkan akan mengganti nama negara menjadi Bharat. Pergantian ini akan dilakukan dalam sidang khusus palermen pada 18-22 September 2023 mendatang.

Al Jazeera menyebut alasan pemerintah melakukan itu sebagai bentuk penghapusan kolonialisme. Hal itu pun sebenarnya sudah dilakukan di beberapa nama jalan dan daerah di India.

Perlu diketahui, nama 'Bharat' sendiri sebenarnya bukan sesuatu yang baru karena sudah tercantum di konstitusi. Jadi, pada konstitusi India terdapat dua rujukan penyebut nama negara, yakni India yang digunakan dalam bahasa Inggris dan Bharat yang diperuntukkan dalam bahas Hindi.

Ada juga 'Hindustan' untuk merujuk India dalam bahasa Urdu yang artinya "Tanah umat Hindu". Di keseharian, ketiga nama tersebut dipakai secara resmi oleh masyarakat. Namun, secara global, India menjadi nama yang paling umum digunakan.

Sebagai sebuah kata, 'Bharat' merujuk pada 'Bharata' mitologi kuno India yang kisahnya diceritakan dalam Mahabharata dari abad ke-3 Sebelum Masehi.

Jika melihat cerita kuno itu, maka diketahui ada seseorang bernama Bharata yang sukses menaklukan seluruh anak benua India dan memerintah negeri itu secara damai dan harmonis. Oleh karena itu, tanah yang dikuasai Bharata disebut Bharatavarsa.

Menurut analisis Dwijendra Narayan dalam Rethinking Hindu Identity (2014), disebutnya Bharata sebagai penguasa negeri anak benua India mengindikasikan bahwa sudah ada konsep geografis yang terintegrasi.

Maksudnya, orang-orang yang hidup di masa ribuan tahun itu sudah mengenal wilayah kini disebut sebagai India itu.

Meski begitu, sejarawan Dilip K. Chakrabarti menuliskan catatan awal dari Bharatavarsa baru tertulis dalam prasasti Hathigumpha milik Raja Kharavela (Abad 1 Sebelum Masehi). Menariknya di prasasti itu tertulis Bharatavarsa hanya berlaku di India utara, yakni bagian dari Sungai Gangga

Terlepas dari itu, menurut Dilip, tercantumnya Bharatavarsa menunjukkan kesadaran entitas geografis ihwal tanah tersebut yang jadi awal mula terbentuknya pemikiran India. Masalahnya jika mengacu pada konsep negara-bangsa di masa kini, sejauh mana lokasi Bharatavarsa?

Dilip menjelaskan bahwa ruang geografis Bharatavarsa membentuk luas hingga Afghanistan dan Pakistan di Timur, serta beberapa negara tetangga India di Barat, yakni Bangladeh, Bhutan, dan sebagainya. Bahkan, Al Jazeera menyebut ruang geografis ini mencakup juga sampai Indonesia, meski ini harus dipertanyakan lagi kebenarannya.

Sumber: CNBCIndonesia.com
Editor: Khairul




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat