Kamis, 01 Oktober 2026 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
 
 
☰ Ekbis
KOLOM
Sektor Perbankan Indonesia yang Tidak Kompetitif
Kamis, 10 Agustus 2023 - 10:38:19 WIB
Yendra Emirsyah Kivatra

MAYARITAS rakyat Indonesia sangat bergantung pada layanan perbankan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Untuk menyimpan uang yang dimiliki, rakyat akan membuka rekening tabungan di bank.


Sementara untuk memenuhi berbagai kebutuhan, rakyat juga akan pergi ke bank untuk mendapatkan dana pinjaman dalam bentuk kredit. Kredit yang diajukan bisa berupa kredit tanpa agunan, kredit kendaraan bermotor, maupun kredit pemilikan rumah.  

Berdasarkan data The World Bank per Agustus 2023, bunga pinjaman bank di Indonesia merupakan yang 
tertinggi dibandingkan dengan tiga negara Asean lainnya, yakni Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Sejak 2012 sampai saat ini, sektor perbankan Indonesia selalu menjadi yang paling 'mahal' dalam mematok tingkat bunga pinjaman kepada rakyat. Fenomena ini memuncak pada 2015 ketika bunga pinjaman di Indonesia mencapai nilai 12,7%.

Angka
tersebut merupakan tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Walaupun semenjak 2015 trennya terus menurun, sampai sekarang Indonesia tetap menjadi negara dengan nilai terburuk bila dibandingkan dengan negara tetangganya.

Pada 2022 saja bunga pinjaman di Indonesia masih bertengger di 8,5%, ini terbilang jauh selisihnya dengan Singapura yang mematok di 5,3%, Malaysia 4,1% dan Thailand 3,1%.  

Di negara tetangga, hal menarik yang muncul adalah bahwa Singapura dapat menjaga bunga pinjaman yang 
stagnan.

Sejak 2014 sampai 2021, angkanya tidak pernah berubah dan stabil di 5,3%. Sementara bunga  
pinjaman di Malaysia cenderung fluktuatif, seperti pada 2018 terjadi kenaikan sampai 4,9% dari yang asalnya 4,5% di 2016, lalu kembali turun ke 3,4% di 2021.

Berbeda pula dengan Thailand yang selalu berhasil menurunkan tingkat bunga pinjaman dari yang asalnya 5,2% di 2012 hingga ke titik terendah 3,1% di 2022.

Walaupun perbankan Indonesia mematok bunga pinjaman yang tinggi, di sisi lain bunga simpanan di Indonesia juga adalah yang tertinggi dibandingkan dengan negara tetangganya.

Pada 2022, bank di Indonesia memberikan bunga simpanan sebesar 3,2%, sementara Malaysia, Thailand, dan Singapura berturut-turut hanya memberikan bunga yang rendah di 1,9%, 0,5%, dan 0,1%.

Bunga yang rendah tersebut diasumsikan
karena regulator negara tetangga lebih mendorong  rakyatnya untuk menyimpan uang dalam bentuk investasi diinstrumen pasar modal, seperti saham, reksa dana, obligasi, dan derivatif.

Jika bunga simpanan dan bunga pinjaman diteliti lebih lanjut, dapat ditarik nilai spread, yaitu selisih antara bunga simpanan dan bunga pinjaman. Nilai ini mencerminkan efisiensi sektor perbankan dalam mengelola dana yang dihimpun dari masyarakat dan dana yang disalurkan kepada masyarakat. Pada 2022, Indonesia, Singapura, Thailand, dan Malaysia berurutan memiliki nilai spread sebesar 5,3%, 5,1%, 2,6%, dan 2,1%.

Berdasarkan hasil perhitungan, dapat disimpulkan bahwa saat ini sektor perbankan Indonesia belum bisa mengelola dana dari masyarakat secara efisien, terbukti dengan nilai spread tinggi di 5,3%. Ini bertolak belakang dengan Malaysia yang bisa menekan nilainya di kisaran 1,4% sampai 2,1%, yang artinya mereka sudah berhasil menjaga disparitas di tingkat minimum dan mencapai efisiensi selama 10 tahun terakhir.  

Oleh karena itu, fungsi financial intermediary bank di Indonesia perlu ditingkatkan agar paling tidak bisa setara dengan negara tetangganya di ASEAN.

Diharapkan pemerintah dapat memformulasi kebijakan yang mendukung kenaikan daya saing, seperti meningkatkan keterbukaan informasi dalam konteks data perkreditan
dan layanan keuangan.

Sementara untuk pelaku usaha perbankan, perlu menambah fokus pada pendapatan non-bunga, seperti investment banking, wealth management dan premium banking.

Seluruh elemen di lingkungan sektor perbankan perlu bersinergi dan berperan aktif, karena apabila fenomena ini terus dibiarkan, rakyat Indonesia akan sulit meraih kemakmuran finansial. (***)

Penulis adalah Yendra Emirsyah Kivatra
Strategic Analyst, LM FEB Universitas Indonesia.




 
Berita Lainnya :
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    02 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    03 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    04 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    05 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    06 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    07 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    08 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    09 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    10 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    11 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    12 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    13 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    14 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    15 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    16 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    17 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    18 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    19 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    20 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    21 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    22 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat