Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Ekbis
KOLOM
Sektor Perbankan Indonesia yang Tidak Kompetitif
Kamis, 10 Agustus 2023 - 10:38:19 WIB
Yendra Emirsyah Kivatra

MAYARITAS rakyat Indonesia sangat bergantung pada layanan perbankan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Untuk menyimpan uang yang dimiliki, rakyat akan membuka rekening tabungan di bank.


Sementara untuk memenuhi berbagai kebutuhan, rakyat juga akan pergi ke bank untuk mendapatkan dana pinjaman dalam bentuk kredit. Kredit yang diajukan bisa berupa kredit tanpa agunan, kredit kendaraan bermotor, maupun kredit pemilikan rumah.  

Berdasarkan data The World Bank per Agustus 2023, bunga pinjaman bank di Indonesia merupakan yang 
tertinggi dibandingkan dengan tiga negara Asean lainnya, yakni Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Sejak 2012 sampai saat ini, sektor perbankan Indonesia selalu menjadi yang paling 'mahal' dalam mematok tingkat bunga pinjaman kepada rakyat. Fenomena ini memuncak pada 2015 ketika bunga pinjaman di Indonesia mencapai nilai 12,7%.

Angka
tersebut merupakan tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Walaupun semenjak 2015 trennya terus menurun, sampai sekarang Indonesia tetap menjadi negara dengan nilai terburuk bila dibandingkan dengan negara tetangganya.

Pada 2022 saja bunga pinjaman di Indonesia masih bertengger di 8,5%, ini terbilang jauh selisihnya dengan Singapura yang mematok di 5,3%, Malaysia 4,1% dan Thailand 3,1%.  

Di negara tetangga, hal menarik yang muncul adalah bahwa Singapura dapat menjaga bunga pinjaman yang 
stagnan.

Sejak 2014 sampai 2021, angkanya tidak pernah berubah dan stabil di 5,3%. Sementara bunga  
pinjaman di Malaysia cenderung fluktuatif, seperti pada 2018 terjadi kenaikan sampai 4,9% dari yang asalnya 4,5% di 2016, lalu kembali turun ke 3,4% di 2021.

Berbeda pula dengan Thailand yang selalu berhasil menurunkan tingkat bunga pinjaman dari yang asalnya 5,2% di 2012 hingga ke titik terendah 3,1% di 2022.

Walaupun perbankan Indonesia mematok bunga pinjaman yang tinggi, di sisi lain bunga simpanan di Indonesia juga adalah yang tertinggi dibandingkan dengan negara tetangganya.

Pada 2022, bank di Indonesia memberikan bunga simpanan sebesar 3,2%, sementara Malaysia, Thailand, dan Singapura berturut-turut hanya memberikan bunga yang rendah di 1,9%, 0,5%, dan 0,1%.

Bunga yang rendah tersebut diasumsikan
karena regulator negara tetangga lebih mendorong  rakyatnya untuk menyimpan uang dalam bentuk investasi diinstrumen pasar modal, seperti saham, reksa dana, obligasi, dan derivatif.

Jika bunga simpanan dan bunga pinjaman diteliti lebih lanjut, dapat ditarik nilai spread, yaitu selisih antara bunga simpanan dan bunga pinjaman. Nilai ini mencerminkan efisiensi sektor perbankan dalam mengelola dana yang dihimpun dari masyarakat dan dana yang disalurkan kepada masyarakat. Pada 2022, Indonesia, Singapura, Thailand, dan Malaysia berurutan memiliki nilai spread sebesar 5,3%, 5,1%, 2,6%, dan 2,1%.

Berdasarkan hasil perhitungan, dapat disimpulkan bahwa saat ini sektor perbankan Indonesia belum bisa mengelola dana dari masyarakat secara efisien, terbukti dengan nilai spread tinggi di 5,3%. Ini bertolak belakang dengan Malaysia yang bisa menekan nilainya di kisaran 1,4% sampai 2,1%, yang artinya mereka sudah berhasil menjaga disparitas di tingkat minimum dan mencapai efisiensi selama 10 tahun terakhir.  

Oleh karena itu, fungsi financial intermediary bank di Indonesia perlu ditingkatkan agar paling tidak bisa setara dengan negara tetangganya di ASEAN.

Diharapkan pemerintah dapat memformulasi kebijakan yang mendukung kenaikan daya saing, seperti meningkatkan keterbukaan informasi dalam konteks data perkreditan
dan layanan keuangan.

Sementara untuk pelaku usaha perbankan, perlu menambah fokus pada pendapatan non-bunga, seperti investment banking, wealth management dan premium banking.

Seluruh elemen di lingkungan sektor perbankan perlu bersinergi dan berperan aktif, karena apabila fenomena ini terus dibiarkan, rakyat Indonesia akan sulit meraih kemakmuran finansial. (***)

Penulis adalah Yendra Emirsyah Kivatra
Strategic Analyst, LM FEB Universitas Indonesia.




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat