Jumat, 02 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Sosial Budaya
Kisah Pria Asal Riau yang Jadi Pengisi Kajian di Masjid Nabawi, Madinah
Sabtu, 10 Juni 2023 - 21:01:11 WIB

SULUHRIAU- Ariful Bahri, pria asal Riau, menjadi salah satu yang beruntung bisa menjadi pengisi kajian keislaman di Masjid Nabawi, Madinah.

Lulusan S1 sampai S3 jurusan Syari'ah Universitas Islam Madinah (UIM) ini mengisi kajian di pintu (gate) 19, tidak jauh dari pintu utama masjid Nabawi.

Di saat musim haji, seperti sekarang ini, Ariful Bahri fokus mengkaji seputar manasik haji dan hal lain yang ingin diketahui jamaah, yang mayoritas adalah Warga Negara Indonesia (WNI).

Selain Indonesia, kajiannya juga dihadiri jamaah dari sejumlah negara lain, seperti Malaysia, Filipina, dan dari Negara Brunei Darussalam.

Penyajian materi yang disampaikan dalam Bahasa Indonesia, menjadikan peserta mudah mencerna dan memahami materi yang disampaikan oleh Ariful.

Di luar musim haji, kajiannya fokus dua hal, yaitu keutamaan Kota Madinah dan sejarahnya, sedangkan saat musim haji, seperti sekarang ini, fokus kajiannya pada soal seputar manasik haji.

Setiap hari, Ariful mengisi kajian keislaman tanpa ada libur dengan jarak tempuh dari rumahnya ke Masjid Nabawi sekitar tujuh kilometer. Jarak itu bukan menjadi penghalang bagi dia untuk berbagi ilmu dengan para tamu Allah.

Karena itu, pada intinya, kalau tidak sakit atau tidak sedang pergi ke Kota ke Mekah, dia dapat dipastikan mengisi kajian di masjid bersejarah tersebut. Bahkan saat kondisi tubuh demam, dia tetap memaksakan diri pergi ke Masjid Nabawi, sehingga tidak pernah ada libur, termasuk saat Lebaran atau Idul Fitri dan Idul Adha.

Ditanya soal kisah bisa menjadi salah satu pengisi kajian di Masjid Nabawi, Ariful bercerita bahwa hal itu berawal saat ia kuliah S2 di Universitas Islam Madinah (UIM).

Di tahun 2019, kampus UIM bekerja sama dengan pengelola Masjid Nabawi yang meminta pihak kampus mengirim mahasiswanya yang secara keilmuan mumpuni, memberikan kajian di masjid yang didirikan Rasulullah Muhammad SAW itu.

Ariful mengaku tidak tahu bagaimana proses seleksinya, karena tiba-tiba dirinya diterima untuk mengisi kajian di Nabawi. Padahal ia tidak pernah diminta berkas apapun dan tidak ada proses seleksi lainnya di kampus.

Karena itu, pria yang mulai belajar di UIM sejak 2007 ini menganggap kesempatan dirinya mengisi kajian di Masjid Nabawi sebagai karunia besar dari Allah.

Ariful saat itu mendapatkan informasi melalui WhatsApp bahwa namanya tercatat sebagai mahasiswa UIM yang lolos mengisi kajian di Masjid Nabawi.

Ia kemudian diminta menghubungi salah seorang Syekh di Masjid Nabawi yang mengurusi bagian dakwah.

Waktu itu (saat pengumuman) dia sedang liburan di Indonesia. Maka, setelah Idul Adha langsung menemui syekh dimaksud. Ia kemudian diwawancarai oleh syekh itu terkait Bahasa Arab, hafalan Al-Qur'an, dan sebagainya.

Saat kajian di Masjid Nabawi pada Senin (6/6/2023) yang digelar setiap setelah Shalat Maghrib itu dihadiri ratusan peserta yang mayoritas merupakan jamaah haji asal Indonesia.

Ariful mengaku selalu senang dengan respons positif jamaah karena antusias mengikuti kajiannya dan tidak hanya duduk menunggu waktu Shalat Isya.

Selain mengaji Al-Qur'an, supaya tidak duduk-duduk begitu saja, jamaah haji itu mengikuti kajian.

Pada kesempatan tersebut, Ariful berpesan kepada jamaah Indonesia, khususnya yang mengikuti kajiannya, agar mereka manfaatkan waktu di Madinah dengan sebaik-baiknya.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh jamaah Indonesia, selain menjalankan Arbain atau shalat fardu dalam 40 waktu. Kegiatan juga bisa diisi dengan belajar agama, seperti mengikuti kajian agama yang ia berikan.

Dengan mengikuti kajian itu, ada banyak manfaatnya bagi siapapun, agar kita menambah cinta sama Nabi Muhammad SAW.

Mengenai metode dan cara pandang yang digunakan saat mengisi kajian, pria lulusan pesantren di Riau itu mengaku, empat mazhab empat dalam Islam tidak jauh berbeda, tergantung bagaimana dirinya menyampaikan kepada para jamaah.

Ia bersyukur orang Indonesia adalah orang yang dengan mudah mau mendengarkan. Bagi dia, mazhab itu sesungguhnya tidak jauh berbeda, yang beda itu hanya cara menyampaikan kepada mereka.

Ditanya soal sukanya menjadi pengisi kajian di Masjid Nabawi, Ariful bersyukur, karena, setiap hari bisa shalat di Masjid Nabawi dan bisa mengisi kajian di Masjid kebanggaan umat Islam.

Ia begitu bangga dan bahagia bisa shalat di Masjid Nabawi, sekaligus bisa mengajar mengaji.

Dengan dirinya menjadi pengisi materi di Masjid Nabawi, dia tentu akan membuat bangga, terutama jamaah asal Indonesia.

"Insya Allah orang Indonesia juga bangga. Ternyata ada ya orang Indonesia yang ngajar mengisi kajian di sini," katanya.

Benar adanya. Sebut saja Eef, jamaah haji yang menjadi salah satu peserta kajian tersebut, mengaku bangga ada ustadz dari Indonesia yang berbagi ilmu keislaman di Madinah.

Eef yang datang bersama temannya ini mengaku benar-benar mencari momen tersebut, apalagi kajiannya hanya berlangsung sekitar satu jam, mulai selepas Shalat Maghrib sampai Shalat Isya.

Kajian yang dia ikuti kala itu membahas soal adab dan amalan dalam manasik haji, misalnya kalau masuk Masjid Nabawi harus membaca doa, begitu juga kalau masuk Raudhah juga harus dengan berdoa.

Dalam kajian tersebut, jamaah diajarkan mengenai inti manasik agar lebih fokus beribadah di Tanah Suci, tidak ada tujuan lainnya.

Dalam kajian itu juga tidak menyinggung masalah akidah, keyakinan atau mazhab tertentu. Penyampaiannya gampang dipahami. Meskipun jamaahnya orang tua, tapi bisa menyesuaikan bahasannya. (Ant)




 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat