Kamis, 01 Oktober 2026 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
 
 
☰ Pendidikan
Hanya 56 dari 4.593 Kampus di Indonesia yang Sudah Terakreditasi Unggul
Sabtu, 08 April 2023 - 09:59:36 WIB

SULUHRIAU- Akreditasi sangat penting bagi perguruan tinggi, karena menjadi bukti mutu sekaligus jaminan repurtasi kampus tersebut kepada masyarakat.

Namun sayangnya, masih banyak perguruan tinggi yang belum mencapai akreditasi Unggul, atau dulunya dikenal sebagai akreditasi A.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah Jawa Barat, Prof. Eddy Jusuf. Hanya 56 dari 4.593 perguruan tinggi di Indonesia yang telah memperoleh akreditasi unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Sedangkan di Jawa Barat dan Banten, terdapat 453 perguruan tinggi swasta, namun baru tujuh yang memperoleh akreditasi unggul.

"Ini tentu PR (pekerjaan rumah) besar bagi kita semua untuk mencapai target ke unggul. Untuk menjawab PR ini, orang bijak mengatakan bukan kuat menguasai yang lemah, bukan yang besar menguasai yang kecil. Karena yang besar juga bisa jatuh. Tapi yang kuat adalah dia yang bisa cepat beradaptasi. Jadi kita sebagai kampus, ukuran tak jadi soal, yang penting harus bisa beradaptasi!," ujar Eddy yang juga Pemimpin salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di Bandung, Universitas Pasundan, dalam Executive Forum dan Buka Bersama SEVIMA, Kamis (6/4/2023) malam.

Prof. Eddy Jusuf bersama 80 pimpinan perguruan tinggi se-Bandung Raya yang tergabung dalam Komunitas SEVIMA, dan Direktur Kemitraan SEVIMA Ridho Irawan, mengupas tiga strategi agar mutu perguruan tinggi Indonesia bisa segera meroket. Berikut strateginya:

1. Integrasikan Perguruan Tinggi secara Digital

Sebagai tips pertama, perguruan tinggi menurut Prof. Eddy perlu memiliki sistem akademik berbasis digital yang dapat mengintegrasikan seluruh kebutuhan perguruan tinggi. Sistem digital yang ada menurutnya juga harus mampu membuat laporan yang tepat dan akurat kepada Pemerintah, karena terkait dengan pemantauan mutu dan akreditasi.

Prof. Eddy mengisahkan pengalamannya memimpin Universitas Pasundan. Sudah lama perguruan tingginya memiliki sistem akademik dan fasilitas digital. Namun sayangnya sistem tersebut sempat tidak terhubung antar aplikasi, bahkan antar fakultas di satu perguruan tinggi.

"Sangat sulit untuk mengambil keputusan dan menjamin mutu, tanpa data dan sistem yang terintegrasi. Hingga akhirnya pada tahun 2018 dan 2019, kami mulai sadar untuk mengintegasikan semua, dan di tahun itu pula akreditasi unggul diraih Universitas Pasundan. Dengan SEVIMA Platform, harapan kami bisa merasakan bagaimana manfaat punya sistem IT yang terintegrasi!," ungkap Eddy.

2. Gotong Royong dan Singkirkan Ego

Perguruan tinggi terdiri atas ratusan hingga puluhan ribu orang. Tiap orang pastilah memiliki pemikiran dan sudut pandang yang berbeda. Perbedaan menurut Prof. Eddy, jangan sampai menjadi ego yang dapat menghambat kemajuan perguruan tinggi. Antar insan perlu bergotong royong dan menyingkirkan ego pribadi.

Hal ini juga diungkapkan UstadzTata Sukayat, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bandung sekaligus Ketua Lembaga Dakwah dan Dosen Universitas Pasundan. Mencerdaskan kehidupan bangsa dan menulis, adalah jihadnya para civitas akademika perguruan tinggi.

"Merefleksikan hikmah ramadhan, kita para civitas akademika, para ilmuwan, jihadnya dengan pena. Tidak usah angkat senjata. Jihadnya tentu harus berjilid-jilid dengan buku bahkan dengan jurnal. Ini tidak bisa dilakukan seorang diri, kita semua yang sedang berpuasa adalah peserta didik di Universitas Bulan Ramadhan, dan wajib berkolaborasi!," lanjut Tata Sukayat.

3. Kelola Perguruan Tinggi dan Penerimaan Mahasiswa Baru Berbasis Data

Perguruan tinggi tentu sangat erat dengan proses penerimaan mahasiswa baru. Proses ini sangat vital karena dapat mempengaruhi kemampuan finansial sekaligus mutu perguruan tinggi. Semakin tinggi kualitas dan jumlah mahasiswa baru yang didapat suatu perguruan tinggi, maka semakin baik pula mutu institusi kampus tersebut.

Hal ini diungkapkan Direktur Kemitraan SEVIMA Ridho Irawan. Kampus dengan jumlah mahasiswa yang banyak dan juga pintar, akan menjamin mutu di perguruan tinggi tersebut. Aspek finansial perguruan tinggi juga dapat terjaga, karena perguruan tinggi dapat mengelola dana yang cukup untuk meningkatkan fasilitas kampus sekaligus menggaet talenta-talenta terbaik bangsa sebagai dosen dan staf.

"Kehabisan bensin (dana kampus) akibat pengelolaan perguruan tinggi dan penerimaan mahasiswa baru yang belum maksimal, menjadi keluhan di banyak perguruan tinggi. Jadi pengelolaan perlu berbasis data, dengan analisa dan target yang jitu, agar setiap sen dana yang kampus gunakan dapat impactful (berdampak maksimal) untuk peningkatan mutu!," pungkas Ridho merefleksikan pengalaman kolaborasi SEVIMA dengan lebih dari 800 perguruan tinggi se-Indonesia. (rls)




 
Berita Lainnya :
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    02 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    03 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    04 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    05 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    06 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    07 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    08 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    09 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    10 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    11 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    12 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    13 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    14 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    15 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    16 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    17 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    18 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    19 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    20 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    21 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    22 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat