Sabtu, 10 Desember 2022
Langkah Brasil dan Belanda Terhenti di Perempat Final Piala Dunia 2022 | KPK Korek Keterangan Tiga Saksi soal Aliran Suap untuk Eks Kakanwil BPN Riau | Ledakan Tambang Sawahlunto Total 10 Orang Tewas | | Cabuli Balita, Kakek Usia 67 Tahun Dicokok Polsek Siak Hulu | Ketua KI: PHR Wajib Berikan Hak Informasi Masyarakat Riau
 
Sosial Budaya
Penyelenggara Haji 1444/2023 Mendatang Tambah Sejumlah Petugas Perempuan

Sosial Budaya - - Senin, 26/09/2022 - 18:55:16 WIB
Sosialisasi Kebijakan Penyelenggaraan Haji dan Umrah 1444'2023 Senin (26/9/022) (Foto: dok. kemenag)
TERKAIT:
   
 

SULUHRIAU, Pekanbaru- Pihak penyelenggaraan haji tahun 1444/2023 mendatang, akan merekrut sejumlah merekrut petugas haji perempuan.

Ini mengingat pengalaman penyelenggaraan haji tahun 1443/2022. Dimana jemaah haji Indonesia mayorita perempuan.

Hal itu diungkapkan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI Prof Hilman Latif,
dalam sosialisasi Kebijakan Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Tahun 1443 H/2023 M,  Senin (26/9/2022) di Hotel Premier Pekanbaru.

Hadir dalam kesempatan itu,
Hilman Latif didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Riau Dr. H. Mahyudin, MA, dan dihadiri Plt Kakan Kemenag Pekanbaru, H Abdul Wahid. Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Bidang, Kepala Kemenag se- Provinsi Riau, pimpinan Travel Haji dan Umrah beserta undangan lainnya.

Pentingnya merekrut petugas pembimbing haji kalangan perempuan ini, ada beberapa hal-hal secara fikih perempuan tidak bisa dijelaskan dan diberikan contoh secara detil oleh petugas laki-laki kepada jemaah haji perempuan.

Secara umum dari evaluasi pelaksanaan haji 1443/2022, terlaksana dengan lancar dan sukses.

Lalukan Mitigasi

Prof Hilman juga menyampaikan, pihak Dirjen PHU Kemenag RI tengah melakukan Mitigasi Pelaksanaan Haji 1443 H /2022 M.

Dirjen PHU Kemenag RI Prof. Hilman Latif, MA Ph D saat Sosialisasi Kebijakan Penyelenggaraan Haji dan Umrah, juga menyampaikan bahwa saat ini sedang dilakukan mitigasi pelaksanaan haji tahun depan.

Sosialisasi yang diikuti 60 orang peserta dari Kepala Kantor dan Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Kab/Kota Se- Riau, KBIHU dan Travel Haji dan Umrah tersebut, Dirjen Haji mengatakan kebijakan pemerintah tentang pelaksanaan ibadah haji saat ini belum bisa dirumuskan, karena yang dilakukan saat ini adalah mitigasi untuk tahun depan.

“Saat ini sedang dilakukan mitigasi untuk haji tahun depan, mulai pricing sistem nya, kemudian health nya (kesehatan), sistem penerbangan, perizinan dan regulasi. Ini kan masih tahun depan dan biasanya kita itu ada komunikasi dengan Pemerintah Arab Saudi khususnya untuk Kementerian Haji dan Umrah termasuk juga akan dibicarakan Ta’limatul Haj nya," katanya.

Lebih lanjut Hilman mengatakan Kementerian Agama RI masih harus mengintensifkan koordinasi dengan Kementerian lainnya terkait perkembangan terbaru situasi saat ini. Seperti Vaksin Miningitis.

“Terdapat dibeberapa daerah vaksin meningitis ini sulit didapat, akan tetapi regulasinya masih mewajibkan, sementara Saudi Arabia tidak mewajibkan, ini harus di kompromikan karena kita tidak bisa melanggar suatu peraturan dengan peraturan yang lain dan harus ada komunikasiny," katanya.

Sementara itu Kakanwil Kemenag Riau dalam laporannya menyampaikan Provinsi Riau dalam penyelenggaraan Haji tahun 1443 H/2022 M merupakan bagian dari Embarkasi Haji Batam bersama 4 Provinsi lainnya yakni Kepulauan Riau, Jambi dan Kalimantan Barat.

“Jambi dan Riau sudah merupakan embarkasi haji antara, dan Riau pada tahun 2019 ,erupakan tahun pertama memberangkatkan Jamaah haji melalui embarkasi haji antara Prov. Riau dan tahun ini adalah yang kedua setelah dua tahun tidak memberangkatkan jamaah haji”.

Jemaah yang diberangkatkan pada tahun 2022 berjumlah 2.312 orang dan kembali kembali sebanyak 2.309 orang, terdapat 3 orang meninggal di Arab Saudi.

“kalau posisi kuota normal, Provinsi Riau itu jamaah terbanyak dari Kalimantan Barat, Jambi dan Kepri yang berjumlah diatas 5.000 orang. Dalam kondisi normal Riau memberangkatkan 5.060 jamaahnya setiap musim haji”.

Kedepan Mahyudin berharap, dengan sosialisasi yang dilakukan oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah ini dapat memberikan informasi terbaru sangat penting untuk ditindak lanjuti pada musim haji Tahun 2023 dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji dan jamaah umrah di Provinsi Riau pada masa yang akan datang. (sr3)





 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Kode Etik Internal Perusahaan Pers |Redaksi
Copyright 2012-2021 SULUH RIAU , All Rights Reserved